COUNSELING SKILL FOR TEACHER


COUNSELING SKILL FOR TEACHER
Keterampilan Konseling Untuk Meningkatkan Kualitas Guru
oleh : Aam Imaddudin, M.Pd
tahun penulisan : 2010


A.      Abstraksi Buku
Buku yang dijadikan bahan kajian adalah Counseling Skill For Teacher  yang ditulis oleh Kottler, Jefrey A. & Kottler, Ellen (2007). Secara umum buku ini ditulis untuk para calon guru yang diharuskan memiliki kemampuan pendekatan yang bersifat psikologis.
Buku ini ditulis berdasarkan realita saat ini yang menunjukan bahwa kewajiban guru bukan hanya mengajar, atau melakukan pembelajaran, jika dipersentasikan mungkin hanya sekitar 50 % waktu guru yang dihabiskan untuk melaksanakan proses pembelajaran, pada saat tertentu sebagai guru mungkin harus juga menangani kasus perkelahian yang terjadi di antara siswa, memberikan waktu untuk sekedar “curhat” kepada siswa yang sedang bersedih, dan banyak kejadian lain yang mungkin lebih berat.
Seorang guru bertanggung jawab terhadap pengelolaan kelas dengan kompleksitas dinamika yang ada, selain itu sebenarnya masih terdapat serangkaian tugas tambahan yang seringkali dirasa kurang dipersiapkan seperti :
1.      Merespon kebutuhan emosional peserta didik
2.      Membantu menyelesaikan konflik personal dan memisah pertengkaran siswa.
3.      Melayani dan mendampingi siswa yang tidak memiliki role model yang baik.
4.      Bertindak tepat  kepada siswa yang sedang berproses mencari jati diri dan mengalami masalah pribadi.
5.      Mengidentifikasi siswa yang ditenggarai menggunakan narkoba, siswa yang terabaikan secara 
      psikologis, siswa korban tindak kekerasan, dan berbagai masalah emosional-psikologis lainnya, 
      dan bertindak tepat dalam merujuk tindakan kepada ahli yang sanggup menanganinya.
6.      Mengukur tingkat transisi perkembangan siswa, dan membimbing mereka untuk terus 
      mengembangkan perkembangan fisik, emosional, sosial, dan spiritualnya, selain terus 
      mengembangkan kemampuan kognitifnya.
7.      Membimbing diskusi mengenai penangan permasalahan pribadi, dan permasalahan
      yang bersifat emosional.
8.      Berpartisipasi dalam program pembelajaran individual.
9.      Mengadakan pertemuan orang tua, baik secara langsung atau menggunakan media komunikasi.
10.  Memfungsikan diri sebagai problem solver  bagi siswa yang terjebak dalam krisis.

Singkatnya, seorang guru bukan hanya harus terlatih dalam menyusun, merencanakan, mempersiapakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran saja, akan tetapi seorang guru yang profesional harus mengetahui, memahami, dan mampu menerapkan beberapa kemampuan konseling yang akan menunjang proses pembelajaran yang akan dilaksanakan.
Buku ini memberikan informasi dan arahan praktis bagi para guru untuk bisa mempelajari beberapa keterampilan konseling yang dibutuhkan oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran.
Buku ini terdiri dari delapan bab pembahasan, antara lain : adjusting to multiple roles, understanding the process of helping, assessing Children’s Problems, developing skills of helping, counseling skill in classroom, communicating with parents, consulting effectively with other professional, counseling yuorself.
Delapan bahasan tersebut, terkait erat denga proses pembelajaran yang melibatkan guru dan peserta didik, penguasaan ketermpilan dasar konseling dapat membantu guru lebih dekat dengan peserta didik, dan melakukan pembelajaran yang empatik.

B.       Intisari Buku
Alur pembahasan laporan buku ini mengikuti pola bahasan yang terdapat di dalam buku Counseling Skill For Teacher, akan tetapi tata letak yang mungkin berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan penyusunan laporan buku.

1.        Adjusting to multiple roles : Beradaptasi dengan berbagai peran sebagai pendidik
Coba Anda bayangkan masa-masa saat Anda sekolah, menurut Anda siapakah guru yang membuat perubahan paling besar dalam hidup Anda? Siapa guru yang paling Anda kagumi? Guru tersebut pastilah seseorang yang bukan hanya memiliki keahlian mengajar tapi juga memiliki kepribadian yang bersahaja yang membuat Anda begitu menghormati dan mempercayainya. Bukan hanya pengetahuannya yang membuat ia menjadi guru yang hebat melainkan caranya saat mendengarkan dan menanggapi Anda seolah-olah Anda sangat berarti baginya sehingga Anda selalu nyaman berada didekatnya.

Dapat diambil kesimpulan bahwa fenomena di atas dapat berlaku pada banyak orang, dengan kata lain siswa dapat dipengaruhi bukan hanya melalui pengajaran tetapi juga dengan perhatian dan kasih sayang. Maka dari itu guru harus memiliki keahlian khusus dalam berbagai macam peran; tidak hanya dalam pekerjaan Anda sebagai sumber pengetahuan tetapi juga tugas Anda sebagai penasehat, sosok yang berwibawa, pengarah, wali dari orang tua, dan pengatur batasan.


A Skilled Helper : Seorang Pendidik yang Kompeten
Seorang guru telah dipersiapkan secara sistematis melalui pendidikan guru, berbagai materi dan metode  paedagogis telah dipelajari, seperti :  menyusun rencana pembelajaran dan penyelesaian, evaluasi perkembangan individual, penggunaan teknologi komputer, serta materi dan keterampilan lainnya. Akan tetapi, hal tersebut hanya terkait dengan proses pembelajaran saja, yang mungkin hanya bersifat instruksional, lalu bagaimana dengan tugas dan peran lain yang akan dihadapi dalam proses pembelajaran secara umum, apakah para calon guru dilatih dan dipersiapkan untun bisa membantu meningkatkan keefektifan pribadi siswa, menjadi pendengar yang baik, dan sebagai penolong yang handal?

Guru berperan bukan hanya sebagai pengajar dan wadah ilmu pengetahuan saja, suatu saat mungkin ada yang menelfon atau berkonsultasi mengenai hal yang secara pribadi belum siap. Apa yang akan dilakukan jika suatu saat seorang siswa menceritakan rahasia bahwa ia hamil? Bagaimana menyikapi siswa yang patah semangat? Apa yang akan dillakukan ketika ditenggarai seorang siswa menyalahgunakan obat-obatan terlarang atau menderita suatu penyakit? Apa yang akan dikatakan kepada seorang siswa yang datang karena merasa kesepian?

Dari persamalahan di atas, tersirat bahwa pekerjaan seorang guru adalah sebuah dedikasi dalam pengembangan individu menuju optimalisasi potensi yang dimiliki dengan berbagai pendakatan yang sesuai. Untuk itu, seorang guru tidak hanya harus menguasai kemampuan paedagogis, melainkan harus juga mengetahui, memahami dasar-dasar psikologis, dan secara praktis mengetahui dan menguasi keterampilan dasar konseling.

Pemahaman konsep dasar psikologis, kemampuan dasar konseling dapat membantu seorang guru masuk ke dalam dunia siswa, mendapatkan kepercayaan mereka, dan benar-benar mengerti apa yang mereka alami. Sebagai contoh adalah sikap empati yang akan menolong guru dalam membantu siswa memahami masalah mereka.


Counseling skill for teacher : Kemampuan Dasar Konseling Untuk Para Guru
Fungsi guru di sebagian negara berperan sentral dalam praktek pendidikan, sebagai contoh, di negara-negara asia, sekolah-sekolah jarang menyediakan secara khusus konselor sekolah, hal ini disebabkan bukan karena kurang pembiayaan, akan tetapi lebih pada pemahaman bahwa guru merupakan figur yang lebih tepat dalam membimbing, karena guru lebih banyak berinteraksi dengan siswa.

Jika seseorang anak akan mendekati orang yang lebih dewasa untuk dimintai bimbingan atau pendapat, kemungkinan orang tersebut bukanlah orang yang mengatur jadwal mereka selama satu semester namun guru yang telah mereka percaya yang sudah menghabiskan waktu dalam belajar dan bermain bersama.

Guru mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, oleh karena itu perlu dipersiapkan dengan baik berbagai keterampilan yang menunjang, selain kemampuan profesional dan akademis, kemampuan lain seperti keterampilan dasar konseling (mendengarkan dan memberikan tanggapan) perlu juga dikuasai oleh seorang guru, kemampuan dasar ini akan membantu guru memberikan kejelaasan terhadap apa yang mereka rasakan, pemahaman yang lebih baik tentang motif mereka, dan penyelesaian yang lebih baik dalam merencanakan merubah perilaku siswa.

Beberapa manfaat yang diperoleh dengan menguasai keterampilan konseling dalam praktek pendidikan adalah sebagai berikut :
1.        Meningkatkan intensitas  dan tingkat “keintiman” dalam seluruh hubungan.
2.        Membuat anda lebih sensitif akan perasaan anda, dan lebih mampu 
       mengekspresikan berbagai perasaan.
3.        Lebih mudah bekerja sama dalam mengatasi permasalahn konflik interpersonal.
4.        Menangani masalah kedisiplinan dengan sedikit gangguan dan kejadian.
5.        Mampu mengendalikan diri dalam keadaan marah dan tak terkendali.
6.        Menangani persoalan yang tak terduga dengan cara yang rapi/sistematis dan bersifat membangun.
7.        Menghadapi persoalan yang anda yang tidak terpecahkan yang membuat anda lebih menjadi individu 
       yang berhasil dan profesional/ahli.

Life Inside The Classroom :
Mengajar merupakan profesi yang menitik beratkan pada pemberian bantuan, dalam arti bantuan kepada siswa untuk melakukan proses pembelajaran. Guru profesional dalam melakukan pembalajaran harus memperhatikan perkembangan fisik, emosi, sosial, dan kebutuhan intelektual peserta didik.
Proses pembelajaran yang membantu adalah proses pembelajaran yang dilakukan dengan tujuan mengembangkan kenyamanan belajar, interaksi sosial yang sehat, mengembangkan kepercayaan, saling menghormati antara guru-peserta didik, atau dengan sesamanya.
Hal lain yang harus dipahami, sebagai guru harus mampu memahami peserta didik, baik kelebihan atau kekurangan. Selain itu guru harus memberikan dukungan dan motivasi yang tepat kepada peserta didik yang mengalami permasalahan yang cukup rumit dalam kehidupan sehari-hari.
Kehidupan dalam kelas sangat beragam, selain harus memperhatikan hal-hal yang telah disebutkan di atas, guru juga harus memperhatikan kejadian-kejadian di luar kelas yang dapat menghambat proses pembelajaran. Terkait dengan hal ini, guru harus memiliki strategi yang tepat untuk mengatasi hal tersebut, dalam hal ini kondisi yang telah direncakan bisa berubah, dan seharusnya guru dengan bijak bisa menyesuaikan dengan keadaan tersebut.
Kehidupan dalam ruang kelas melibatkan tidak hanya jadwal aktifitas, dan pelajaran yang telah direncanakan, tetapi juga banyak isu lain yang akan timbul secara spontan dari kejadian yang telah ada atau kehidupan siswa. Guru harus siap untuk mengarahkan isu penting ini dibandingkan dengan mengabaikan mereka. Bahkan lebih menantang, guru harus menemukan cara untuk menggabungkan apa yang akan diajarkan kepada konteks budaya dan personal dari setiap murid.
Kondisi inilah yang memberikan gambaran bahwa, profesi guru termasuk kedalam profesi yang menitik beratkan pada pemberian bantuan. Kemampuan membantu dan membimbing dapat membantu guru mengarahkan peserta didik ke arah yang lebih baik.

A Day In The Life
Seorang guru akan berinteraksi dengan para konselor, pekerja sosial, psikolog sekolah, kepala sekolah, orang tua siswa, dan guru lainnya. Apakah mengevaluasi kehadiran atau merencanakan masa depan, mendiskusikan peraturan baru ataupun tingkah laku siswa, para guru akan dibutuhkan untuk memberikan pandangan-pandangan dan saran-sarannya. Untuk bekerja secara professional dengan para ahli juga orang tua siswa, guru harus mampu pula membangun hubungan dengan para orang dewasa tersebut.
            Guru yang efektif dan profesional akan mampu menjalin hubungan-hubungan dengan siswa dan para ahli lainnya dengan baik. Karena dalam kehidupan sehari-hari seorang guru, sangat dimungkinkan guru berinteraksi dengan banyak orang dan berbagai variasi situasi, oleh karena itu guru juga harus mengembangkan skill interpesonal.
Sebagai seorang guru, suka atau tidak, apakah dipersiapkan atau tidak, siswa-siswa akan mencari Anda untuk meminta bantuan dalam pengambilan keputusan tentang segalanya mulai dari menerima undangan pesta, kelas apa yang harus mereka ambil.
Cara-cara dalam menanggapi situasi-situasi ini, kefasihan dan ketenangan dengan siapa Anda mengatur peraturan-peraturan berganda akan mempengaruhi dengan luar biasa kualitas pengalaman belajar yang Anda sediakan. Pengetahuan Anda tentang skill bimbingan akan memepengaruhi hubungan Anda dengan anak-anak yang akan bekerja dengan Anda, persahabatan Anda dan hubungan dengan kolega-kolega, dan bahkan kualitas hubungan Anda dengan orang-orang yang paling Anda kasihi.  

2.        Understanding the process of helping
Memahami proses konseling, bukan berarti mengaharuskan guru secara reguler melakukan proses konseling, sekalipun terjadi maka guru tidak memiliki waktu dan tenaga untuk melakukan itu semua. Akan tetapi, sebagai guru, sewaktu-waktu akan dihadapkan kepada situasi yang harus ditangani dengan menggunakan keterampilan dasar konseling yang dikuasai.
Beberapa hal yang disarankan dalam mengembangkan keterampilan konseling adalah sebagai berikut :
  1. Keterampilan konseling tidak cukup hanya dipelajari, untuk memperoleh keterampilan tersebut maka harus banyak berlatih dan mempraktekkannya.
  2. Menjalani proses bantuan berarti menempatkan diri dalam peran yang tidak biasa, dalam arti ketika menggunakan keahlian konseling berarti melakukan sejumlah hal-hal yang tidak wajar, seperti berusaha tidak menghakimi dan mengesampingkan kebutuhan diri sendiri.
  3. Fokus dengan persoalan, bukan masalah. Ada masalah menunjukkan bahwa selalu ada solusi, namun yang paling sering, masalah pribadi tidak memiliki satu solusi. Kebanyakan dari kita terus bergelut dengan masalah yang sama sepanjang hidup kita.
  4. Jangan memberi nasihat. Dengan mengatakan kepada orang tentang apa yang Anda pikirkan mengenai apa yang harus mereka lakukan di kehidupan mereka, mungkin bisa tepat sesuai dengan apa yang diharapkan, akan tetapi kemungkinan negatif juga bisa muncul, ketika hal ini terjadi, kemungkinan anda akan disalahkan atas nasihat yang diberikan.
  5. Jangan mencoba untuk ikut campur terlalu banyak. Hal ini merupakan kesulitan yang paling sering dilakukan, janganlah melakukannya terlalu banyak. Ingat, ini adalah masalah anak – yang dapat Anda lakukan adalah membantu siswa supaya tidak merasa sendiri, ini menunjukkan bahwa Anda memahami, dan menunjukkan bahwa Anda mendukung mereka.
  6. Sebelum Anda memulai, buatlah diri Anda menyatu ke sistem "bantuan" itu sendiri. Serupa dengan meditasi, membantu orang lain melibatkan konsentrasi. Ketika Anda memutuskan untuk membantu seseorang, Anda membuat keputusan sementara untuk menjernihkan pikiran anda dari semua hal-hal tentang Anda sendiri, untuk mengatasi gangguan, dan untuk tetap tidak menghakimi tentang apa yang Anda dengar. Anda berkomitmen untuk menjaga rahasia komunikasi pribadi, pada saat membantu siswa yang mengalami permasalahan yang lebih jauh, seperti ketika siswa sedang dalam masalah hingga melukai dirinya sendiri.
  7. Jangan biarkan diri Anda merasa kewalahan. Materi yang disajikan di dalam buku ini merupakan materi yang sangat luas, secara normal  akan membutuhkan waktu tiga tahun studi penuh dalam pengembangan kompetensi. Dalam arti lain, jangan terlalu memaksakan diri untuk bisa menguasai semua keterampilan konseling, maksud utama dari materi yang ada di buku ini adalah untuk membantu mengembangkan tingkat keefektifan interpersonal.
  8. Bersabar dengan diri Anda sendiri. Meskipun banyak dari materi ini mungkin terdengar asing bagi Anda, ada sikap konselor yang jelas berbeda dan unik ketika melakukan proses membantu siswa. Ini berarti Anda harus total mengesampingkan kebutuhan Anda dan fokus secara total dan sepenuhnya pada pengalaman orang lain. Seperti halnya keterampilan yang baru, beberapa dari keterampilan-keterampilan itu akan terasa canggung dan kikuk. Realistis dengan diri sendiri tentang apa yang Anda bisa harapkan dari pengenalan pertama materi baru. Ini bukan untuk mengatakan bahwa anda tidak bisa mengalami transformasi besar dalam cara-cara Anda berhubungan dengan orang-orang dalam hidup Anda - hanya menyadari bahwa keahlian ini akan menyita kerja, latihan dan kesabaran.

An Integrative approach to counseling
Hal yang perlu digaris bawahi dari keseluruhan isi buku ini adalah memahami hubungan konseling itu jauh lebih penting daripada menguasai tekniknya. Artinya sebagai guru, bukan harus menguasai seluruh kemampuan konseling, karena guru bukanlah konselor. Akan tetapi dengan memahami prinsip dan inti proses konseling, hal inilah yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran yang akan dilakukan. Ada sikap membantu konselor yang dapat di adopsi seperti sikap yang jelas, terfokus, reseptif, sadar, perhatian, dan seluruh energi tercurah untuk membantu orang lain memperoleh apa yang diharapkan. Sikap membantu yang seperti itu yang diharapkan dapat dikuasai oleh audience yang membaca buku ini.

Altered States of consciusness : Merubah Kondisi Kesadaran
Tujuan utama dari semua pendekatan bantuan, baik dalam setting pembelajaran ataupun konseling, adalah untuk mengajukan perubahan pola pikir yang mempengaruhi pemikiran, perasaan, dan tingkah laku.  Usaha untuk menyelesaikan tugas ini sepertinya akan berhasil apabila anak didik dalam keadaan menerima (receptive mode).  Hal ini meningkatkan penerimaan untuk memberi pengaruh yang terjadi ketika seseorang dalam keadaan dapat menerima (suggestible mood), suatu keadaan yang dapat diciptakan oleh siapapun yang membangun sebuah lingkungan menuntun yang kondusif untuk berubah.  Terdapat banyak hal yang dapat anda lakukan untuk meningkatkan status, keahlian, dan kekuatan anda di mata anak didik dan dengan demikian, menolong mereka untuk dapat lebih menerima terhadap apa yang anda tawarkan.
Untuk meningkatkan perubahan kondisi berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan
a.       Tangkap perhatian dan minat anak didik melalui perkenalan stimulus –stimulus baru.
b.      Ubah suara dan body language anda untuk meningkatkan atau merendahkan semangat sesuai kebutuhan.
c.       Gunakan metode relaksasi untuk menolong anak didik agar tetap tenang.
d.      Tingkatkan kredibilitas dengan menunjukan keahlian pada area-area yang diminati anak didik. 
e.       Buatlah prediksi apa yang akan terjadi, kemudian biarkan anak didik untuk menerima prediksi anda.
f.       Gunakan music dan efek khusus lainnya untuk menempatkan anak didik dalam keadaan menerima (receptive mode).
g.      Tingkatkan penerimaan anak didik dengan mengurangi perasaan merasa terancam

Therapeutic Relationship
            Dari seluruh faktor-faktor universal yang akan kami sebutkan, hubungan pertolongan adalah faktor yang paling kuat di antara yang lain. Kebanyakan orang berusaha untuk mendapatkan hubungan yang akrab dengan orang lain dalam hidup mereka; setiap orang berharap untuk terhubung dengan dan dimengerti oleh orang lain. Di waktu lampau, kita semua tergabung dalam kelompok-kelompok persahabatan, persaudaraan, dan tetangga yang dekat dimana semua orang peduli satu sama lain; namun, kehidupan modern menawarkan kehidupan yang terpisah-pisah dan semakin tidak terhubung satu sama lain. Anak-anak sangat menginginkan hubungan yang dekat, demikian pula orang dewasa. Salah satu elemen yang umum dari setiap sistem pertolongan adalah adanya penekanan dalam menciptakan sebuah hubungan yang terbuka, dipercaya, menerima, dan aman. Hubungan pertolongan ini dalam beberapa hal menjadi penyembuhan di dalam. Hubungan ini menawarkan kenyamanan dan dukungan. Hubungan ini memotivasi pengambilan resiko. Hubungan ini menjadi inti dari seluruh yang kita lakukan dalam proses pertolongan.
            Meskipun, anda akan sangat memperhatikan pelaksanaan pertemuan pertolongan dengan cara yang benar, atau berlatih keterampilan-keterampilan konseling dengan tepat, hal yang mendasarinya adalah hubungan anda dengan para siswa yang membuat banyak perbedaan. Jika para siswa merasakan ketulusan, kepercayaan, komitmen anda terhadap mereka, bahkan kasih sayang anda, mereka akan lebih merasa diperhatikan dan didukung dalam cara-cara yang membuat perubahan besar dalam hidup mereka.

Proses Katarsis
            Sigmund Freud menemukan bahwa ketika orang-orang diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi hal yang mengganggu mereka, untuk mengutarakan ketakutan dan kerisauan mereka tanpa interupsi, setelahnya mereka sering merasa lebih baik. Setiap pendekatan konseling memiliki proses pembersihan yang terbangun di dalamnya dimana seseorang dibolehkan dan didorong untuk berbicara mengenai apa saja yang paling menyusahkan mereka. Dengan mengembangkan beberapa keterampilan-keterampilan membangun hubungan, anda akan mampu untuk menguasai dua elemen terakhir ini dengan sangat baik.
            Pada dasarnya, kebanyakan hal yang terjadi dalam sesi konseling adalah dimana ada sebuah tempat yang aman bagi orang-orang untuk menceritakan cerita mereka. Kita tidak berbicara mengenai masalah yang diceritakan berulang-ulang seperti dikutip dari catatan memori. Melainkan, kita berbicara mengenai kesempatan untuk berbicara jujur dan dalam mengenai pengalaman-pengalaman hidup mereka dalam cara sedemikian sehingga orang tersebut merasa didengar dan dimengerti. Setiap orang memiliki rahasia. Setiap orang merasa malu akan suatu hal dalam hidup mereka. Setiap orang bergulat dengan masa lalu yang menimbulkan trauma dan ketakutan. Dan kebanyakan orang merasa jauh lebih baik jika mereka dapat berbicara pada orang lain mengenai apa yang telah mereka lalui, atau apa yang saat ini mereka sedang hadapi.

Peningkatan Kesadaran
            Perubahan signifikan apapun berarti perubahan cara pandang anda terhadap diri sendiri, orang lain, dan dunia ini. Sebagai guru, anda khususnya cocok untuk mengenalkan perubahan-perubahan semacam ini. Anda tertarik tidak hanya pada peningkatan kesadaran anak-anak akan dunia tetapi juga kesadaran mereka akan diri sendiri dalam hubungan mereka dengan orang lain. Elemen konseling ini adalah yang peduli dengan pengenalan lebih pada pemahaman dan penemuan jati diri - tugas-tugas yang pasti tercakup dalam area peran seorang guru.
            Kita berbicara disini mengenai membantu siswa-siswa menambah pemahaman yang lebih baik akan dirinya sendiri, dan akan dunia. Bergantung pada situasi, siswa, dan pendekatan anda, hal tersebut dapat mengambil salah satu dari banyak bentuk-bentuk:
a.       Soroti ketidaksesuaian-ketidaksesuaian: “Menarik bahwa anda memiliki masalah di dalam kelas saya ketika anda sangat bagus dalam Matematika. Apa perbedaan yang anda maksud?”
b.      Hubungkan pola-pola: “Ini ketiga kalinya anda memiliki masalah di bidang yang sama. Nampaknya ada pola yang sedang berkembang.”
c.       Hadapi tanpa perlawanan: “Anda mengatakan bahwa anda adalah seorang pecundang namun saya perhatikan anda memiliki beberapa teman yang nampaknya sangat perhatian terhadap anda.”
d.      Dorong pengambilan resiko yang membangun: “Apa yang anda dapat lakukan untuk menambah kepercayaan diri anda di bidang ini sehingga anda tidak harus mengalami ketakutan serupa di masa mendatang?”
e.       Tantang pernyataan-pernyataan yang dilebih-lebihkan: “Anda mendeskripsikan diri anda sebagai seseorang yang selalu menyenangkan orang lain, tidak peduli bagaimanapun. Tetapi saya perhatikan beberapa kali anda tidak setuju dengan saya.”
f.       Tanyakan pertanyaan-pertanyaan sulit tanpa menyediakan jawaban-jawabannya: “Apa yang kamu maksudkan dengan banyak temanmu yang melakukannya?”
g.      Contohkan ketidakpastian: “Saya kadangkala tidak yakin diri saya menyadari apa yang terjadi. Saya telah berusaha untuk memahaminya sepanjang hidup saya.”

Melalui semua ini, dan bentuk-bentuk lain, anda menantang para siswa untuk melihat lebih dalam pada cara mereka berfungsi dengan khas. Anda sedang membantu mereka untuk memahami tingkah laku mereka. Ketika beberapa wawasan tidak cukup untuk mengenalkan perubahan yang berlangsung lama dengan sendirinya, mereka tetap mengenalkan jenis aktivitas refleksi terhadap diri sendiri yang mendorong untuk menjadi lebih bijaksana dan berencana.

Penguatan
Konseling meggunakan hubungan terapis dengan tujuan untuk membentuk kebiasaan yang lebih bermanfaat secara bertahap dan meredakan tindakan pengalahan diri. Ketika anak tersebut memberitahu bahwa untuk pertama kalinya dia benar-benar memahami alasan dia mempunyai suatu masalah tertentu, kita menawarkan dukungan langsung; demikian juga ketika dia mendapatkan masalah dalam ketidakmampuan untuk beradaptasi pada masa sebelumnya, kita akan langsung mengacuhkan atau tidak mendukung respon tersebut secara sengaja. Selama percakapan penguatan ini mungkin tidak kentara. Sejalan dengan anak tersebut bicara dan merasa memiliki kekuatan dan kendali, kita tersenyum dan mengangguk. Sedangkan ketika dia bersikap pasif dan bergantung, kita tampil lebih netral dan kurang mendukung sikap ini. Tentu saja,  tantangan dalam menerapkan dasar sikap kita adalah untuk menjelaskan bahwa walaupun kita menyetujui atau tidak menyetujui suatu sikap, kita selalu meneruskan untuk peduli tanpa syarat pada anak tersebut.

Pemberian Tugas
Satu diantara hal-hal paling penting yang pernah kita lakukan untuk anak-anak kita adalah mendorong mereka untuk mencoba cara baru dalam bersikap. Kebanyakan pendekatan terhadap konseling termasuk menolong orang untuk memenuhi tugas terapis. Anehnya, anak yang dicontoh sebelumnya memliki kengganan yang luar biasa besar untuk bicara dengan ayahnya. Jika kita menetapkan hasil yang sukses tidak seperti mendapatkan banyak satu cara seperti mencoba bertindak berani, lalu anak tersebut akan merasa lebih baik tentang dirinya sendiri tidak peduli bagaimana respon ayahnya atas usulannya.
Banyak sesi konseling berakhir dengan ditanyainya klien sebuah pertanyaan kritis: “Jadi setelah apa yang kita bicarakan hari ini, apa yang akan kamu lakukan minggu ini?”
Penekanannya ada di “melakukan” karena membicarakan terkadang tidak cukup memberikan perubahan yang bertahan. Dalam percakapan yang membantu, seperti dalam aspek kehidupan lainnya, orang-orang bisa mendapatkan pemahaman menyeluruh atas apa yang mereka lakukan,  mengapa dan bagaimana self-destructive itu, akan tetapi masih terus melanjutkan kebiasaan tersebut. Tanpa mempertimbangkan bagaimana sesi tersebut terstruktur, sering bermanfaat untuk bertanya kepada murid apa yang ingin mereka ingin lakukan agar  mereka menjadi lebih dekat ke tujuan yang mereka inginkan.
Setiap elemen terdahulu hanyalah pemunculan kembali dari kebanyakan usaha konseling, tanapa mempertimbangkan teori persuasi dari para praktisi. Semakin kita melihat lebih dalam apa yang benar-benar terlibat dalam pertemuan konseling dengan anak, tetaplah diingat bahwa ini adaalah pendekatan umum. Apa yang kebanyakan professional akan setuju adalah sesuatu yang universal. Semakin Anda memperoleh lebih banyak pengalaman dan pelatihan, Anda akan mendaptasi pendekatan umum ini dengan baik, ke satu bentuk yang lebih cocok dengan kepribadian Anda, cara mengajar dan murid-murid.

Sebuah Tinjauan Mengenai Proses Konseling
Sebuah proses konseling terdiri dari rangkaian logis dan tahap yang berurutan, tidak seperti apa yang Anda mungkin temukan secara intuisi dari usaha suatu pemecahan masalah. Walaupun bagian-bagian ini ditampilkan seolah-olah bagian yang terpisah, pada nyatanya batas-batas tersebut sangat sulit ditemukan bersamaan sehinga sulit ditentukan di tingkat mana sekarang.
Pokok terpenting adalah untuk mempunyai sebuah tinjauan luas tentang bagaimana pertolongan diberikan, tingkatan-tingkatan dimana biasanya dilewati anak-anak dan cetak biru untuk dimana kamu menuju ketikan kamu menemukan posisimu saat ini dalam proses tersebut.
Sebagai tambahan, beberapa pedekatan konseling yang berbeda terhubungkan dengan tingkatan tertentu secara proses. Walaupun setiap kemampuan yang akan ditinjau mungkin digunakan kapan saja, biasanya pendekatan-pendekatan tersbut digunakan lebih sering selama waktu tertentu. Untuk contonya, adalah masuk akal untuk bertanya lebih sering selama tingkat penyelidikan dan mengajukan latar tujuan lebih sering selama tingkatan tindakan.

Penilaian
            Sebelum anda dapat mengusahakan upaya apapun untuk membantu, Anda diperlukan untuk mempunyai beberapa ide tentang apa yang sedang terjadi sebenarnya. Konselor dan ahli terapi menyebut hal ini sebagai pengidentifikasian suatu keluhan yang ada, tetapi hal ini secara sederhana merupakan upaya sistematis untuk membantu anak-anak menggambarkan keadaan yang menyulitkan. Sangat kritis juga untuk mengumpulkan latar belakang informasi penting yang relevan pada perhatian anak. Seorang siswa  memberitahu anda bahwa siswa tersebut ternyata sedang dalam keadaan depresi, dan kemudian menanyakan pada anda tentang apa yang harus dikerjakan atau dilakukan. Sebelum anda dapat menempatkan diri pada masalah itu, terdapat banyak hal yang harus diatasi pertama kali. Diantara pertanyaan-pertanyaan awal, anda mungkin mendapatkan: Apa yang anda maksud dengan “Depresi?”. Terdapat banyak interpretasi yang memungkinkan dari penggambaran diri ini. Apakah kita berurusan dengan jenis depresi akut  yang kronis yang menghubungkan pada pembunuhan diri, atau hanya cukup merasakan kekecewaan terhadap sesuatu?
            Ketika anda menempatkan diri anda sebagai pengendali dalam penilaian, mungkin dapat terjadi pada anda bahwa ada beberapa keterampilan yang diperlukan yang mungkin saja bukan merupakan bagian dari panggung sandiwara profesional anda. Ringkasan bab selanjutnya adalah perincian dari keterampilan-keterampilan tersebut yang dibutuhkan, tetapi untuk saat ini, secara sederhana kami mengindikasikan keterampilan mana yang penting di berbagai bidang/aspek. Untuk memulai, keterampilan-keterampilan membimbing lebih sering diasosiasikan dengan penilaian sebagai berikut:
a.       Menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang mendalami sifat masalah tersebut, mengumpulkan informasi-informasi yang relevan, dan menjawab siswa dengan cepat untuk melanjutkan penggambaran pengalaman-pengalaman yang ada.
b.      Merefleksikan pikiran-pikiran anak dan perasaan-perasaan untuk mendorong tingkat pendalaman lebih dalam dan mengkomunikasikan pemahaman anda tentang apa yang telah dikatakan.
c.       Mengklarifikasikan konten yang sedang dipresentasikan dalam suatu cara kedua belah pihak yaitu anda dan siswa mencapai persetujuan tema-tema utama.

Sebagai contoh proses dalam tindakan ini, bayangkanlah ada seorang anak yang memberitahu anda bahwa dia sedih karena tidak mempunyai banyak teman. Apa yang ingin anda ketahui sebelum membantu anak tersebut? Di bawah ini ada beberapa cara memeriksa/ menyelidiki yang mungkin benar-benar diperlukan untuk dipertimbangkan:
·         Maksudmu, kamu tidak mempunyai banyak teman?
·         Kamu dekat dengan siapa?
·         Apa yang telah kamu coba sejauh ini untuk mengatasi kesulitan yang ada?
·         Ketika kamu tidak dalam keadaan baik, apa yang kamu lakukan?
·         Siapakah orang yang peduli terhadapmu?
·         Apa yang kau harapkan dariku untuk membantumu?

Dengan menggunakan keterampilan-keterampilan yang sama untuk mendorong anak mengelaborasi pada apa yang telah dia ungkapkan, anda akan menemukan bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut jarang diperlukan untuk dipertanyakan secara langsung. Pada akhirnya, anda dan anak tersebut akan mendapatkan ide yang jelas mengenai dengan apa anak tersebut melakukan perebutan, dan dengan masalah bagian manakah anak tersebut paling menginginkan bantuan.

Eksplorasi
            Ketika pertama mengidentifikasi keluhan-keluhan yang telah diungkapkan, langkah yang logis selanjutnya yaitu menggali lebih dalam tentang apa yang sedang terjadi untuk menemukan bagaimana urusan ini berhubungan dengan aspek-aspek lain kehidupan anak tersebut. Anda akan melanjutkan menggunakan keterampilan-keterampilan refleksi untuk menolong anak tersebut dengan mengklarifikasi apa yang si anak rasakan dan pikirkan. Mengaplikasikan keterampilan advance-level emphaty akan membantu anak tersebut untuk mendapatkan samaran tersembunyi dan nuansa halus pada pengalamannya. Empati sendiri maksudnya anda dapat merasakan apa yang sedang dirasakan oleh orang lain. Dalam tahap eksplorasi ini, anda akan menggunakan sensitivitas dan pemahaman anda pada pengalaman si anak untuk membantunya bergerak pada level kesadaran yang lebih dalam.
            Seorang anak laki-laki tanpa teman mungkin dapat dibantu dengan mengeksplorasi kedalaman perasaan kesepiannya dan  rasa diasingkan oleh orang lain. Dia akan sadar betapa begitu rindunya dia mempuyai teman-teman dan betapa besar dia ingin sekali merubah situasi tersebut. Dengan pengertian yang diberikan oleh guru, dia juga pandai mengungkapkan beberapa rasa amarahnya terhadap orangtuanya yang menjauhkan dirinya dari teman-teman lamanya, dimana dia pernah saling mengisi. Sebelum beralih ke percakapan ini, dia tidak pernah mampu untuk berkata lantang betapa besar dia bersedih atas kehilangan temannya dan bahwa dia masih begitu marah atas dirinya yang telah dijauhkan tanpa persetujuannya.


Pemahaman
            Semakin dalam eksplorasi pada perasaan dan pikiran yang ada, semakin besar pula pengertian yang dihasilkan sebagai hasil dari proses tersebut. Orang yang membantu, pada titik ini, menggunakan lebih banyak keterampilan-keterampilan aktif seperti konfrontasi, interpretasi, keterbukaan diri, dan memberikan informasi untuk membantu anak memahami peran dirinya sendiri dalam menciptakan kesulitannya. Terlebih lagi, pengertian-pengertian yang ada dihasilkan seputar pengertian mengapa dan bagaimana masalah tersebut dibangun, apa yang si anak sedang lakukan untuk mengalihkan perbaikan, dan tema-tema apa saja yang terulang terus menerus dalam kehidupannya
Tindakan
            Meskipun pemahaman dan sudut pandang adalah hal-hal yang menakjubkan, tanpa tindakan untuk merubah kelakuan seseorang, kedua hal tersebut tidak memiliki kekuatan afektif. Banyak orang di dunia mengerti, dengan sangat jelas, mengapa mereka begitu kacau, tetapi mereka menolak untuk melakukan segala sesuatunya untuk merubah hidupnya. Tindakan pertolongan adalah dorongan untuk menolong anak-anak menerjemahkan apa yang mereka tahu dan mereka mengerti ke dalam sebuah rencana yang dapat memberikan apa yang mereka inginkan.
            Bagian pertama dari proses tindakan ialah meminta anak-anak untuk menentukan tujuan yang mereka harapkan. Selanjutnya, menggunakan varietas kemampuan-kemampuan merubah dari penyelesaian masalah ke bermain peran, guru membantu para anak meruntut daftar viable alternatif tindakan, membawa mereka ke hal yang paling realistis dan atraktif, kemudian membuat komitmen untuk ikut melalui intense yang dideklarasikan.
            Bocah lelaki yang kesepian menolong menunjukan apa yang dapat ia lakukan maupun apa yang tak dapat ia lakukan-yang harus dicatat, (a) membentuk hubungan baru, (b) menghadapi ketakutannya akan penolakkan, dan (c) berhenti melakukan hal yang dapat menjauhkan orang lain. Dia membantu untuk menentukan tujuan yang lebih spesifik; dengan kata lain, untuk memecah menjadi langkah-langkah yang lebih mudah apa yang dimaksud dengan membentuk hubungan atau melakukan sesuatu hal yang membuat orang lain terluka. Ia kemudian dibantu untuk mencerna sedikit demi sedikit tujuannya, perlahan-lahan membuat kemajuan yang meningkat. Ia mungkin memulainya dengan memulai perubahan yang menyenangkan dengan seseorang di kelasnya atau berbagi makanan penutup ketika jam makan siang. Dari sana, ia mungkin secara rutin meminta seseorang yang baru untuk bergabung dengannya ketika makan siang. Setelah berlatih tugas-tugas yang nyata ini, ia akan dapat menugaskan dirinya sendiri, ia akan dapat mengundang seseorang untuk datang dan bermain bersamanya dan, yang lebih penting, ia tidak akan merusak hal-hal di sekitarnya jika kawannya yang ia undang tidak dapat datang.


Evaluasi
         Tahap terakhir dalam proses pemberian layanan melibatkan evaluasi dengan anak mengenai keseriusan bahwa ia telah mencapai tujuannya. Penilaian kemajuan yang sistematik ini menolong Anda mengukur pengaruh campur tangan Anda dan membantu anak mengambil apa yang telah dicapai sebaik yang harus dilakukan.
        Karena banyak batasan-batasan akan waktu dan kesempatan yang Anda miliki sebagai pengajar untuk mengarahkan anak melalui proses ini, wawancara dapat memainkan peran penting dari hasil pelayanan Anda.  Jika Anda tidak dapat melakukan hal lain, anda ingin anak-anak anda telah memiliki sebuah pengalaman yang baik berbicara kepada anda supaya mereka akan lebih mempertimbangkan untuk mengikuti petunjuk Anda ketika anda meminta mereka untuk mendapatkan bantuan tambahan.
      Satu murid yang berusaha mati-matian, contohnya, telah membuat kemajuan yang luar biasa dalam mengatasi kesulitannya untuk menunjukannya pada yang lainnya. Yang lebih penting, pengajar membantunya untuk memperjelas perasaannya tentang keadaannya yang sulit (permasalahannya) dan menerima tanggung jawab bahwa ini adalah yang telah ia lakukan daripada apa yang telah orang lain lakukan terhadapnya.
       Sebagai tambahan untuk rasa malu sosialnya, gadis ini juga memiliki kesulitan-kesulitan lain, seperti rendahnya toleransi akan frustrasi, kehidupan rumah yang tidak mendukung,dan sejarah menyerah ketika semua hal tidak berjalan sesuai apa yang ia inginkan. Karena komplikasi akan hal-hal ini, kemajuan menjadi tersendat, meskipun dapat dilihat. Pengajar menyadari bahwa ia tidak memiliki waktu bahkan keinginan pada tingkat yang lebih dalam terhadap sang murid. Maka dari itu ia memutuskan, dalam proses evaluatifnya bersama gadis itu, bahwa gadis itu membutuhkan bantuan yang lebih daripada apa yang dapat ia tawarkan. Ia mengalamatkan kegundahan gadis itu untuk memulainya dengan seseorang yang baru dan memastikan gadis itu bahwa ia akan tetap mendukungnya. Anak itu kemudian menerima hal baru itu yakni untuk menerima usulan yang ia konsultasikan  dengan konselor sekolah dan melakukan hal tersebut dengan konselornya sesuai dengan hal yang telah direncanakan, atau satu dari komunitasnya, akan menjadi tempat terbaik untuk dirinya sendiri.


Proses Pelayanan
Tahap
Kemampuan-kemampuan
Penilaian
Attending
Listening
Focusing
Observing
Eksplorasi
Pencerminan Perasaan
Merespon isi
Mempertanyakan
Merasakan/ empati
Pengertian
Interpretasi
Konfrontasi
Menantang
Pemberian informasi
Pengenalan diri
Tindakan
Penentuan tujuan
Bermain peran
Penguatan
Pengambilan keputusan
Evaluasi
Mempertanyakan
Menyimpulkan
Mendukung



Hubungan Antara Proses Konseling Dan Kemampuan Pelayanan

        Sekarang Anda telah memiliki pengertian akan gambaran besar tentang penggunaan dalam sebuah peran konseling dengan anak, Anda dapat mengapresiasikan bahwa Anda akan membutuhkan sejumlah kemampuan untuk mengkapitalisasikan unsur-unsur yang bersifat terapi dan untuk bergerak melalui tahap tindakan dari pelayanan. Dalam beberapa kasus, Anda dapat dengan tepat memenuhi semua tahap untuk resolusi masalah yang memuaskan, terkadang dalam percakapan yang pendek. Kebanyakan, bagaimanapun, ini akan lebih realistis untuk berkonsentrasi pada sedikit pengeksplorasian masalah dan meninggalkannya ke lain waktu, atau profesional lain, untuk melakukannya secara penuh. Tugas utama Anda sangat sederhana yaitu untuk menunjukan pada murid-murid Anda bahwa Anda adalah seorang pendengar yang peduli dan berkemampuan, bahwa Anda dapat mendemonstrasikan pemahaman anda kepada pengalaman mereka, dan bahwa Anda adalah seseorang yang dapat diperhitungkan.

3.        Assessing children’s problems
Melihat Gejala distress
    Penilaian adalah sebuah bagian penting dari pekerjaan seorang guru. Kamu diajari untuk mengenal sejumlah kesulitan anak-anak, termasuk ketinggalan akademik, defisit kognitif, ketidakmampuan belajar, masalah perilaku, dan tanda-tanda penyiksaan anak. Tapi area sulit ini, dengan seimbang, hanya sebagian kecil dari apa yang anak-anak perjuangkan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka berjuang untuk membentuk dirinya sebagai otonomi, percaya diri, dan kompeten sebagai manusia. Mereka bekerja lewat sejumlah transisi yang berkembang berhubungan dengan pencapaian fisik, kognitif, emosi, dan nilai kedewasaan. Mereka menyembuhkan diri dari stres dan tekanan keluarga dan tekanan kawan sebaya, mencoba dengan putus asa menemukan tempat di dunia dimana mereka berada. Mereka mencoba untuk membuat sejumlah keputusan hidup yang penting mengenai sekolah, teman, pekerjaan, dan masa depan. Dan ini adalah salah satu masalah penyesuaian diri yang normal dan dapat diprediksi yang anak-anak hadapi.
     Sekitar satu dari lima murid dalam kelasmu menderita dari kesulitan emosional tidak dianggap bagian dari penyusuaian diri masa anak-anak yang normal. Anak-anak ini sangat cemas sehingga mereka mengalami bermacam-macam penyakit jiwa dan gejala stres, seperti sakit kepala kronis, sakit perut, bisul, dan sulit tidur. Depresi juga cukup banyak dialami olah anak-anak umur sekolahan, sebuah kondisi yang sering diabaikan karena anka-anak ini cenderung menjadi menarik diri, pasif, dan pendiam – bukan jenis yang menarik perhatian untuk dirinya sendiri. Beberapa dari anak-anak ini berpotensi bunuh diri dan menghabiskan banyak sekali waktu merencanakan kematian mereka, sambil melihat kosong ke papan tulis. Beberapa anak tetap menyembunyikan gejala dari pengunaan obat-ibatan dan ketidakteraturan makan.


Stress dalam kehidupan Anak
    Sepanjang hidupnya, anak dihadapkna dengan sejumlah stressror atau tekanan yang membuat hal itu lebih menanntang bagi mereka untuk menguasai tugas perkembangan sesuai umur (lihat table 3.1).

TINGKATAN
UMUR
TUGAS PERKEMBANGAN
STRESSOR/TEKANAN UTAMA
Masa Kecil/ Infansi
Lahir-3 Tahun
Belajar mempercayai, menguasai tugas fisik dari makan, berkomunikasi, berpindah tempat, berbicara, merayap, berjalan
Tidak mendapapat penghargaaan untuk memnuhi kebutuhan, control tubuh, rintangan lingkungan
Awal masa kanak-kanak
3-6 tahun
Bertemu teman sepermainan, belajar kemampuan dan peranan sosial, mengambangkan kemandirian, mengontrol sikap, belajar peran jender, belajar yang benar dan yang salah
Mengatur frustasi, konflik-konflik pertama, rasa bersalah, pengekangan diri
Umur sekolah
6-12 tahun
Mengembangakan kompetensi, belajar nila-nilai dasar, belajar membaca, mengebangkan lingkaran social, beradaptasii dengan saudara, belajar alas an abstrak
Merasa rendah diri, penampilan di sekoalh dan olahraga, pengendalian emosi, kelambatan kepuasan
Masa remaja
13-18 tahun
Penegmbangan identitas, perencanaan untuk masa depan, pengaturan waktu, mengerti oorientasi sksual, peranana teman sebaya
Tekanan social, narkoba, emosi ynag tidak stabil, perbuahan hormoonal
Awal dewasa
19-23 tahun
Pengembanhgan keintiman, pendidikan dan magang, rencana karis, belajar mencintai, membangun persahabatan
Kesepian, seksualitas, kebingunan penentuan karir, kemandirian secara financial.

      Terdapat banyak tanda-tanda awal  dari stress yang terlalu berat diantara remaja, beberapa diantaranya adalah mimpi basah, penambahan berat badan, penarikan diri atua isolasi, berpura-pura, ketakutan yang tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan, perbuatan nekat, ledakan emosi, masalah fisik yang tidak terpecahkan, penghindran, kekerasan yang agresif, pelarian kepada televise dan permainan konputer, dan bahkan narkoba yang bisa dari sedini mungkin antar umur tujuh atau delapanm tahun.
     Masa remaja membawa tantangan perkembangan yang lebih serius daalm menemanai perubahan hormon dan tubuh dan tekanan sosial. Ini adalah waktu dalam hidup dimana orang mengalami kehidupan yang stress dan kesulitan ynag sanagt bevariasi dalamdibenarkan oleh tekanan-tekanan di rumah, di sekolah,  di antara teman-teman, dan dengan keluarga. Sebagia tambahan dari semua bukti dari ketidakberfungsian yang telah disebutkan dalam konteks anak yang lkebih muda, masa remaja harus menmui godaan untik mengikuti minum  minuman keras, narkoba, makan tak teratur, sekx bebas, dan geng, semua it memberiakn perasaan lgea untuk sementara walaupun hal-hal tersebut mempunya sisi negatif.
      Selama proses penilaian tugas Anda tidak hanya untuk mencatat adaanya stress dalam kehidupan anak yang dataang dan tidak dapat dicegah, tapi lebih untuk membuat ketentuan-ketentan ketika level dan durasinya di luar dari batas toleransi wajar. Beberapa anak berkembang untuk melawan tantangan yang ditandai oleh stress dan sebagai hasilnya mereka tumbuh lebih kuat, yang alainnya menyerah, atau terjun ked lam kelakuan yang merrusak dsiri sendiri, dimana hal tersebuit akan menjadi perhatian kita-bila kita tahu apa yang harus kita cari.

Kesedihan dan Kehilangan
Deskripsi
Walaupun itu adalah hal yang normal bagi anak-anak mengalami suasana hati yang menganggu sebagai akibat dari kehilangan, apakah itu kematian, perceraian, trauma, tragedy, atau transisi kehidupan, dan gangguan kronis yang membutuhkan campur tangan.
Contoh
Seorang nenek meninggal setelah mendadak sakit. Seorang anak yang dekat nenek tersebut juga ternyata dekat dengan keluarga nenek, yang memiliki tanggung jawab untuk merawatnya. Setelah beberapa lama diamati bahwa kondisi anak tersebut mulai semakin memburuk, bahkan setelah berbulan-bulan, dia kehilangan semangatnya di sekolah dan di lingkungan teman-temannya.


Gejala
Kesedihan patologis ditandai dengan timbulnya gejala-gejala yang mengganggu selama beberapa bulan terakhir. Seperti gangguan tidur, kelesuan, depresi, masalah nafsu makan, gangguan kesehatan, pusing, mimpi buruk, mati rasa, ketakutan dan berperilaku diluar dari biasanya.


Penanganan
Sebuah dukungan dan kepercayaan dibutuhkan untuk membantu anak menjelajahi dan mengungkapkan perasaan yang belum terpecahkan. Merupakan hal yang penting mendorong anak untuk menceritakan tentang pengalaman kehilangannya tersebut, tetapi bantu juga anak untuk tidak selalu memikirkannya.

Kecemasan Umum


Deskripsi
Kecemasan dan ketakutan yang berlebihan atas hal-hal yang berada di luar kendali seseorang atau di mana reaksi tersebut berlebihan melebihi apa saja yang masuk akal.
Contoh
Seorang anak yang sangat menderita, dia mengungkapkan keprihatinannya atas bahaya yang mungkin menimpa orangtuanya sehingga membuat dia enggan terpisah dari orangtuanya. Hal itu membuat kinerjanya menjadi sangat buruk akibat ada pikiran yang menganggu.


Gejala
Mual, sakit perut, sakit kepala, berkeringat, mulut kering, sering buang air kecil, pusing, gelisah, mudah tersinggung.
Penanganan
Memberikan banyak penentraman hati, gunakan pelatihan relaksasi dan manajemen stres, memberikan kesempatan untuk berbicara tentang ketakutan dan mempelajari cara-cara alternatif untuk menanganinya, mengikuti konseling, membuat arahan untuk menyingkirkan penyakit fisik terkait.

Gangguan Fobia
Deskripsi
Tanggapan cemas terhadap situasi khusus, seperti berada di ruang terbuka (agoraphobia); pemisahan dari orang tua (separation anxiety); situasi sosial (social phobia), atau laba-laba, ular, tempat-tempat tinggi dan sebagainya (simple phobia).
Contoh
Anak menolak untuk pergi ke sekolah setelah terjadi pengalaman yang memalukan. Dia menolak meninggalkan orang tuanya ketika dia dipaksa untuk pergi jauh dari rumah.
Gejala
Ketakutan yang terus-menerus, gejala fisik (berkeringat, jantung berdebar-debar, gemetar, mual, mati rasa, pusing), menghindari rangsangan yang bersifat mengancam.
Penanganan
Guru bekerja sama dengan terapis yang dapat merancang program pengobatan yang mengandung komponen kognitif dan perilaku. Konseling keluarga juga dapat diindikasikan. Dalam kasus-kasus fobia sekolah, desensitisasi bertahap diperkenalkan. Guru dapat membantu dengan menciptakan suasana yang mendukung.

Stres Pascatrauma
Deskripsi
Menderita cacat atau kurangnya sempurnanya fungsi tubuh sebagai akibat dari beberapa pengalaman mengerikan (korban kekerasan, bencana alam, pelecehan seksual, perampokan, penculikan, kecelakaan serius).
Contoh
Suatu hari seorang anak pulang dari sekolah dan mendapati tubuh ayahnya tergeletak di lantai akibat serangan jantung. Akibat kejadian itu, anak tersebut menjadi lebih menyendiri., sampai akhirnya dia benar-benar acuh dalam nenanggapi semua hal yang terjadi di sekelilingnya.
Gejala
Mengenang kejadian yang berat tersebut secara terus menerus, mengalami gangguan tidur dan makan, mengalami perubahan drastis dalam berperilaku, kemunduran, sulit berkonsentrasi, menurunnya daya ingat.
Penanganan
Dibutuhkan banyak kesabaran, dukungan dan pemulihan yang intensif. Guru diharapkan dapat mengkonsultasikan anak tersebut pada seorang konselor atau ahli terapi. Guru dapat membantu dengan memberikan dukungan penuh dan menciptakan lingkungan sekolah yang dirasa aman bagi anak tersebut.

Depresi
Deskripsi
Suasana hati yang terganggu di mana anak merasa sedih dan terpencil, dengan perasaan tertahan. Ada beberapa jenis depresi: endegenous depression yaitu gangguan biologis yang disebabkan oleh ketidakseimbangan neurochemical dalam tubuh; dysthymia yaitu sepresi kronis lain tapi tidak begitu serius di mana tidak ada gangguan tidur atau nafsu makan yang serius; reactive depression yaitu respon akut terhadap beberapa situasi menyedihkan, yang tidak terlalu ekstrim namun merupakan stres pasca trauma.
Contoh
Seorang anak baru-baru ini pindah dari satu kota ke kota lain. Dia tampak sangat tenang, pendiam, dan menyendiri. Kadang-kadang kita bisa melihat air mata merebak di matanya. Dia selalu membatasi diri dan tidak berinteraksi dengan anak lain.
Gejala
Dalam kasus-kasus ringan: kesedihan yang diikuti stres dapat  menyebabkan terjadinya kurang energi, konsentrasi yang buruk, rendah diri. Dada kasus yang berat: gangguan fungsi normal, kehilangan nafsu makan, gangguan tidur, penurunan atau kelebihan berat badan, lesu, putus asa, dan mungkin berniat untuk bunuh diri. Selain itu juga terlihat tanda-tanda penggunaan alkohol atau narkoba.
Penanganan
   Ringan, reactive depression merespon dengan cukup baik untuk hubungan yang bersifat mendukung anak untuk mengekspresikan perasaannya dan belajar mengenai cara berpikir tentang masalahnya. Waktu biasanya merupakan penyembuh yang paling baik.
   Kronis, depresi ringan (dysthymia) jauh lebih menantang untuk diobati. Ahli terapi biasanya mencoba sebuah kombinasi antara hubungan yang bersifat mendukung dengan metode restrukturisasi kognitif. Guru dapat membantu dengan membuat rujukan awal sebelum gejalanya menjadi lebih serius dan keras.
      Parah, di sisi lain, jika tanpa intervensi secara potensial hal tersebut akan mengancam kehidupan. Dalam beberapa kasus, di samping pengobatan, psikoterapi intensif juga diperlukan. Guru dapat memainkan peran penting dengan memastikan bahwa anak benar-benar menerima bantuan ahli. Ketika memberikan arahan, ungkapkan perhatian dan kepedulian terhadap anak tersebut dan biarkan dia tahu bahwa anda akan menindaklanjuti masalahnya dan memastikan dia mendapat bantuan yang dibutuhkan.

Potensi Bunuh Diri
    Walaupun hal ini bukan merupakan hal yang biasa bagi anak-anak (dan dewasa) untuk terpikir melakukan tindakan bunuh diri selama mengalami stres, berikut ini adalah beberapa tanda-tanda peringatan khusus untuk melihat anak yang menunjukkan potensi untuk tujuan serius:
  1. Akhir tahun sekolah
  2. Penggunaan obat-obatan terlarang dan alkohol
  3. Keasyikan dengan fantasi kematian
  4. Tidak adanya sistem pendukung
  5. Rencana spesifik mengenai bagaimana anak akan melakukannya
  6. Ketersediaan untuk melaksanakan rencana (peluru atau sebotol obat tidur)
  7. Sejarah dari tindakan-tindakan yang bersifat merusak diri
  8. Gerakan pada anak yang mungkin ditafsirkan sebagai teriakan minta tolong
  9. Sebuah cerita tentang seseorang yang telah membunuh dirinya sendiri
  10. Perubahan suasana hati yang signifikan dari depresi menjadi kegembiraan
  11. Perubahan-perubahan nampak pada penampilan seorang anak atau prestasi akademik.

   Hal ini juga sangat penting untuk menjaga bahwa anak-anak di kota lebih memliki resiko yang lebih dibandingkan anak-anak yang ada di desa, dan kelompok minoritas tertentu memiliki angka tertinggi dibandingkan rata-rata angka bunuh diri.
    Tindakan pencegahan sangatlah penting. Guru dapat sangat membantu dengan cara membentuk suasana pada kelas mereka dimana semua orang bertanggung jawab terhadap keselamatan mereka semua. Hamper Sembilan puluh persen dari anak-anak yang berusaha bunuh diri memberitahukan maksud mereka kepada seseorang – teman, orang tua, dan guru. Dengan memperingatkan anak-anak tentang resiko atau akibatnya, kita dapat merekrut asisten mereka dalam mencegah kejadian tersebut. Akan tetapi, perlu diingat bahwa memprediksi percobaan bunuh diri bukan merupakan penelitian yang tepat; akan lebih baik jika berhati – hati saat anda menduga bahwa seorang sedang berisiko, dan konsulkan kepada konselor.
    Guru terkadang diikutsertakan pada program sistematis untuk bekerja sama dalam menangani kasus bunuh diri di sekolah, berpotensi merusak acara bagi orang yang selamat, yang biasa menerima sedikit perhatian. Dikarenakan oleh banyak peristiwa yang terjadi, guru seharusnya menghabiskan beberapa waktu di kelas untuk mengijinkan anak-anak untuk membicarakan tentang pendapat mereka lalu menyediakan waktu untuk diskusi. Setelah penutupan,  lalu upaya-upaya harus dilakukan untuk kembali fokus pada jadwal pelajaran. Hal ini sangat penting untuk membentuk suasana, mengiim pesan bahwa hidup harus terus berjalan walaupun harus menghadapi beberapa rintangan.

ADHD
Deskripsi
    Tingkat ketergesa-gesaan yang tinggi, energy yang tak terbatas, dan kurangnya perhatian yang merupakan bukan sikap untuk usia anak-anak. Sikap-sikap tersebut ditunjukkan di beberapa tempat, di sekolah juga di rumah, dan sangat mengganggu kemampuan anak untuk konsentrasi atau mengerjakan tugas yang diberikan.
Contoh
        Seorang anak sedang memperagakan sesuatu dengan kurang baik di sekolahnya walaupun jelas terlihat dia memiliki intelegensi yang tinggi. Dia hampir terlihat mulai gelisah, hal ini otomatis membuat ia menjadi gemetaran dan perhatian dia sudah mengembara dari satu hal ke hal lain tanpa berhenti. Makin banyak konsentrasi yang dibutuhkan untuk tugas – tugas tertentu di sekolah, makin ia menjadi frustasi.
Gejala
            Kebiasaan mengalami kegelisahan, kesulitan untuk diam di satu tempat untuk beberapa saat atau waktu, mudah kebingungan, kebiasaan bertindak secara spontan di kelas, jarang mengerjakan tugas, terlalu banyak bicara atau selalu menginterupsi pembicaraan orang lain, susah untuk mendengarkan dan mengikuti instruksi-instruksi yang diberikan.
Penanganan
            Menyusun tugas-tugas individu seperti yang terjadi pada anak-anak yang baru memasuki suatu tahap baru, batasan-batasan dari luar yang ketat, dan pengobatan untuk beberapa kasus merupakan penanganan – penanganan yang biasa dilakukan. Biasanya, anak-anak ikut serta dalam mengembangkan kemampuan sosial yang cocok dan perilaku yang positif.

Penyimpangan Perilaku
Deskripsi
            Sebuah bentuk dari kekerasan terhadap hak asasi orang lain dengan penghormatan kecil untuk membangun aturan-aturan. Anak tersebut akan muncul terlalu agresif, bahkan perilakunya yang buruk seperti kebiasaan merusak, melakukan kekerasan dan sikap antisosialnya.
Contoh
            Seorang anak meledak-ledak dengan amarah yang tinggi saat dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia merupakan sosok provokatif dan terlihat acuh terhadap perasaan anak-anak lainnya. Dia sering terlihat sedang memulai suatu perkelahian, mencuri barang milik orang lain, atau melakukan semua hal yang dia inginkan. Selain itu, dia menunjukkan perasaan tidak bersalah atau penyesalan yang dalam atas apa yang telah ia lakukan. Dia merasa berhak untuk mendapatkan apa yang dia inginkan kapanpun dia mau dan menganggap orang lain sebagai budak pribadinya.
Gejala
     Bentuk kekerasan yang terjadi pada binatang atau teman seumuran; partisipasi setiap terjadi perkelahian; merusak barang – barang milik orang lain; selalu bersikap agresif; bias sendiri atau menjadi kepala geng pada kelompoknya.
Penanganan
     Menyusun batasan-batasan yang sangat ketat dengan pelaksanaan yang cepat sebagai konsekuensi untuk kegagalan pemenuhan; meningkatkan toleransi melalui penyajian yang berangsur-angsur dengan memberikan tugas-tugas yang menantang; mengadakan bimbingan pada keluarga untuk bekerja sama dengan orang tua; menggunakan perawatan bagi pasien untuk beberapa kasus.

Oppositional Disorder
Deskripsi
    Beberapa versi tentang penyimpangan perilaku dimana anak tersebut menunjukkan sebuah tanda-tanda perilaku yang menjadi sikap bermusuhan, menantang, dan tidak mau bekerja sama. Perilaku ini tidak bersifat universal akan tetapi hanya muncul atau timbul di beberapa tempat. Anak tersebut tidak menunjukkan perhatian-perhatian kepada hak asasi orang lain dan tidak melukai orang lain dengan tujuan untuk melindungi dirinya sendiri.
Contoh
     Seorang anak tampak bermuka masam, bermusuhan, bahkan galak terhadap musuhnya dan semua hal yang anda tanyakan kepada dia.saat anda menyuruh dia untuk melakukan sesuatu, dia menolak. Anda dapat mendengar dia berjanji kepada anda di belakang anda dan merasa dia menghina anda dan semua untuk yang anda yakini.
Gejala
     Hilangnya frekuensi kemarahan; saat beragumen dengan orang yang yang berkuasa; tanda-tanda pertentangan, sikap tidak mudah memaafkan, dan mengganggu orang lain; janji palsu dan sandiwara palsu.
Penanganan
         Membatasi dan menangani mereka tanpa retribusi; melatih kontribusi anda untuk menghilangkan atau menyembuhkan kebiasaan memberontak, karena anda juga merupakan bagian dari konflik; merancang konferensi-konferensi untuk menghadapi sikap ketidakbertahanan dan bekerja pada banyak perkumpulan. Tidak seperti anak-anak yang sembuh dari penyimpangan perilaku, anak-anak ini merespon lebih baik pada usaha-usaha gurunya untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka, toleransi, mengkontrol emosi, dan agresi. Mereka juga merespon dengan baik pada bimbingan karena mereka harus mengembangkan hubungan yang kooperatif dengan orang yang lebih tua selama proses penyembuhan. 

Eating Disorder
Deskripsi
         Gangguan pada kebiasaan makan dikarakterisasikan dengan penurunan berat badan yang signifikan dan gangguan dengan makanan (anorexia nervosa); berpesta minuman dan memaksa untuk memuntahkan makanan (bulimia); atau terus menerus memakan makanan yang berbahaya seperti cat, kapur, plaster, kertas, dedaunan, dan lain-lain.
Contoh
         Anda telah menyadari bahwa satu dari anak-anak perempuan di kelas anda sangat kurus, namun anda masih belum membicarakan seberapa kurusnya dia kepada teman anda. Dai memiliki rasa percaya diri yang rendah. Anda mengingat kalau dia lebih gemuk dan menjadi kurus setelah hubungannya dengan pacarnya berakhir.
Gejala
     Biasanya anorexia nervosa dan bulimia terjadi pada anak-anak perempuan, terutama pada masa remaja atau puber; sikap merasa ingin selalu sempurna; sedikit kelebihan berat badan sebelum akhirnya mulai kehilangan berat badan; sangat tegila-gila pada makanan tapi kebiasaan makan yang sangat buruk; penyimpangan bentuk tubuh.
Penanganan
        Karena biasanya semua kasus-kasus, temannya anak-anak dan keluarga mengetahui tentang kebiasaan makannya yang tidak lazim, guru dapat melakukan banyak hal untuk membimbing dan mengajarkan anak pada tanda-tanda dan akibat yang berbahaya akibat penyimpangan ini. Di beberapa kasus, eating disorder dapat menyebabkan kematian tanpa di rawat di rumah sakit. Pada beberapa kasus, bimbingan keluarga dan merubah kebiasaan telah berhasil menyelamatkan sang anak.

Schizofrenia
Deskripsi
      Perbedaan penyimpangan dari kenyataan pada saat kehadiran halusinasi, ilusi, atau kebiasaan yang ganjil. Walaupun dugaan-dugaan yang lainnya kemungkinan terjadi, namun tergantung pada durasi pada gejala-gejala, anda akan menyadari bahwa hal ini merupakan penyimpangan.
Contoh
        Seorang anak gadis terus menerus bertingkah aneh di sekolahnya. Anak-anak lainnya menjauhi dia dan mengolok-oloknya; dia terlihat tidak peduli apa yang terjadi di sekitarnya, bahkan pada ejekan teman-temannya, pada semuanya. Dia berbicara dengan bahasa yang aneh, memandang kosong keluar jendela, dan menganggap kalau dia terkadang mendengar suara-suara.
Gejala
     Munculnya perilaku yang tidak lazim pada jangka waktu minimal seminggu; munculnya delusi atau halusinasi; berbicara yanga tidak nyambung; reaksi emosi yang tidak cocok; aneh, percaya akan delusi; penarikan dirinya dari masyarakat; perilaku yang aneh.
Penanganan
        Intervensi cepat terjadi, prognosis yang lebih menguntungkan, sebaliknya, semakin lama gejala terus, anak cenderung tidak akan sepenuhnya pulih. Perawatan biasanya terdiri dari rawat inap singkat, obat untuk mengendalikan pikiran delusi, dan psikoterapi untuk membantu anak menyesuaikan diri. Karena deteksi dini sangat penting untuk recovery, guru bisa berperan dalam membantu anak dengan mengacu dia atau membantu profesionalnya.

Substance abuse disorders : penyalahgunaan narkoba
Deskripsi
      Kecanduan, ketergantungan, atau kebiasaan menggunakan alkohol, ganja, kokain, barbiturat, amfetamin, atau bahan lain ke dalam sejauh berfungsi normal terganggu.
Contoh
    Seorang anak di kelas Anda berulang kali jatuh tertidur dan muncul lesu ketika ia bangun. Matanya kadang-kadang berair, sambutannya melantur. Ada perubahan nyata dalam perilaku dan kinerja akademik selama beberapa minggu. Anda kebetulan tahu bahwa teman-teman dengan siapa ia telah berkeliaran di sekitar yang biasa pengguna narkoba dan alkohol.

Gejala
     Sering penggunaan substansi psikoaktif dalam jumlah yang meningkat; sedikit kontrol atas jumlah dan frekuensi substansi yang tertelan, banyak waktu yang dihabiskan untuk berpikir tentang obat, gangguan penurunan nilai sosial dan kegiatan sekolah, dalam fungsi yang dapat diwujudkan dalam melantur pidato, kiprah gemetar, gelas atau mata merah, mudah tersinggung, hiperaktif, atau kelesuan.
Penanganan
     Hubungan mendukung dengan guru dapat katalisator bagi siswa untuk melepaskan diri dari kebiasaan yang merusak diri. Perlakuan masalah ini sangat sulit karena melibatkan kedua masalah kebiasaan fisik atau kecanduan dan penguatan sosial di antara kelompok sebaya seseorang. Rujukan ke spesialis gangguan penyalahgunaan zat biasanya ditunjukkan karena anak mungkin perlu gangguan yang cukup drastis dari rutinitas biasa atau hidupnya untuk sembuh. Brief rawat inap sering disarankan, bersama dengan konseling keluarga, dan pendidikan ulang. Pencegahan adalah jauh perawatan yang terbaik dan guru memainkan peran utama dalam mengatasi risiko sebelum perilaku keluar dari tangan.


Obsessive-Compulsive Disorder                  
Deskripsi
Berulang pikiran (obsesi) atau perilaku repetitif (dorongan) di luar kontrol seseorang. Mereka biasanya ide-ide tidak masuk akal atau tindakan yang merupakan upaya untuk menangkis kekhawatiran lain melalui tindakan ritual.
Contoh
Seorang anak cermat mengatur setiap aspek mejanya sebelum dia akan berusaha setiap proyek. Dia mendesak bahwa segala sesuatu benar-benar di tempat yang benar dan menolak untuk melakukan pekerjaan apapun kecuali segala sesuatu adalah dalam rangka. Dia jarang menyelesaikan semua pekerjaannya karena banyak sekali perhatian nya untuk mengatur materi.
Gejala
perilaku repetitif atau pikiran berulang yang menjaga kecemasan di bawah kontrol, gambar atau impuls yang instruktif dan membuat orang setidaknya minimal disfungsional.
Penanganan
Awal pemikiran obsesif atau perilaku kompulsif terdeteksi, semakin besar kemungkinan yang bisa diobati. terapi Perilaku adalah pilihan intervensi; obat juga kadang-kadang efektif.

Somatization disorder
Deskripsi
            Sebuah seri lama keluhan fisik tanpa sebab jelas organik. gangguan ini merupakan upaya tubuh untuk metabolisme stres. Anak ini tertekan oleh gejala dan tidak berpura-pura mereka.
Contoh
           Seorang anak selalu mengeluh sakit perut. Dia telah dibawa ke sejumlah spesialis tetapi mereka tidak menemukan penyebab masalah.
Gejala
         Keasyikan dengan beberapa masalah dalam tubuh yang tidak ada penyebab fisik yang dikenal. Gejala umum termasuk rasa sakit perut, sakit punggung, atau sakit kepala.
Penanganan
     Peraturan secara keseluruhan mengluarkan kemungkinan dari kondisi medis apapun; fokus pada peningkatan fungsi di sekolah dan dengan teman-teman daripada gejala-gejala itu sendiri; memperkerjakan strategi pengurangan tekanan, sama baiknya dengan terapi individu atau terapi keluarga untuk menjelajahi sumber-sumber kesadaran.

Factitious disorder
Deskripsi
            Memperbaiki dengan sengaja dari masalah masalh fisik untuk mengumpulkan perhatian atau simpati, di katakan juga sebagai peran sakit atau melarikan diri dari beberapa kewenangan.
Contoh
Seorang anak telah ketinggalan sekolah karena sakit. Suatu hari, dia mengeluhkan sakit perut dan berharap agar dapat pulang. Anda menyuruh dia untuk menunggu sebentar sembari melihat dia apakah merasa lebih baik. Anda kemudian menangkap dia sedang secara sembunyi-sembunyi mencoba membuat dirinya muntah.
Gejala
            Pola yang terus-menerus dari secara bebas berpura-pura dari gejala fisik; sebuah kepribadian yang menuntut dan manipulatif; kebutuhan yang tinggi akan perhatian.

Kekerasan Seksual
Deskripsi
            Timbulnya kekerasan seksual telah diperkirakan setinggi 25% pada anak perempuan; walaupun frekuensinya lebih rendah diantara anak laki-laki, masihlah sebuah masalah yang utama. Kebanyakan dari terjadinya kekerasan seksual ini tidak dilaporkan dan secara signifikan memperngaruhi pertahan diri seorang anak, perkembangan, dan performa di sekolah. Secara jelas, anak ini memiliki resiko yang lebih besar untuk menjalain sebuah hubungan di masa depannya.
Contoh
            Seorang anak merasa negri ketika anda sentuh tangannya secara lembut untuk menawarkan kenyamanan. Anda menemukan bahwa itu adalah reaksi yang biasa dia lakukan kepada semua laki-laki yang berada terlalu dekat dengannya.
Gejala
            Ketakutan akan orang dewasa, terutama orang tua sendiri; keenganan untuk pulang ke rumah; penarikan diri atau perilaku pemungutan; mengeluhkan akan seringnya mimpi buruk; tertutup tentang kehidupan keluarga; cerita pengaduan tentang disentuh secara tidak wajar.
Penanganan
            Tersangka pelaku penyiksaan seksual harus dilaporkan kepada yang berwajib, dan di investigasi; perlakuan biasanya termasuk dari terapi keluarga, dengan perlakuan terpisah untuk para pelaku kejahatan; guru sebagai instrumen untuk membantu anak merasa aman, hubungan yang dipercaya dengan orang dewasa yang peduli; anak itu biasanya terlihat sedang menjalani konseling pribadi untuk mengangkap masalh mengenai penghianatan, pertahan diri, dan perasaan bersalah.

Kelainan kepribadian
Deskripsi
            Secara relatif kronis, satu set karakteristik yang stabil yang memperhatikan kelainan dari bentuk proses penyesuaian diri. Orang tersebut biasanya terlihat aneh (paranoid, menderita kelainan schizofenia); dramatis dan tidak dapat dikira (kelainan anti-sosial); atau tidak sadar dan ketakutan (pencegah, pasif-agresif, atau kelainan tanggungan).
Contoh
            Seorang anak memiliki pola konsisten untuk berbohong, pencurian, bolos, pengunaan obat-obatan keras dan kasar terhadap orang lain. Dia biasanya amoral dan tidak bertanggung jawab, tidak merespon bahwa anda atau orang lain dapat mengontrol perilakunya.
Penanganan
            Ramalan untuk kelainan-kelainan ini secara umum tidaklah bagus. Karena perlakuan yang berdiri lama dan stabil, mereka melawan untuk berubah. Mereka adalah anak-anak yang akan secara konsisten akan memberikan masalah di kelas. Secara intensif, psikoterapi yang biasa dilakukan, terkadang dengan tambahan pada kelompok atau keluarga. Seringkali, guru memerlukan konsultasi dengan profesional untuk menangani anak-anak seperti ini agar mereka tidak menggangu fungsi dari kelas itu sendiri.

Penyimpangan Penyesuaian
Deskripsi
            Reaksi tertekan untuk beberapa kegiatan yang baru saja dilakukan di dalam kehidupan seorang anak (seperti kematian keluarga, perpindahan, sakit, atau masalh hubungan). Reaksi yang alami lebih modern daripada penangan pasca trauma telah dijelaskan sebelumnya.
Contoh
        Secara formal seorang murid yang ceria dan sangat baik, seorang anak menjadi bermuka masam, tidak dapat diajak bekerja sama dan membangkang setelah diinformasikan bahwa orang tuanya akan bercerai. Dia terlihat sedih.
Gejala
        Kegelisahan, depresi, pembangkangan, perubahan tingkah laku, keluhan fisik, atau penurunan prestasi akademik secara tiba-tiba mengikuti sebuah kejadian yang menbuat stress di kehidupan si anak.
Penanganan
       Ini adalah jenis kesulitan yang merespon paling baik untuk kepeduliaan empati guru. Kebanyakan anak akan meningkatkan respon mereka apabila memiliki waktu dan kesempatan. Penyerahan kepada konselor dapat memeprcepat masa pemulihan, seperti partisipasi di kelompok. Guru juga dapat menjadi pembimbing yang luar biasa dalam menyediakan latar belakang untuk seorang anak berbicara apa yang menggangu mereka dan untuk merasa dimengerti.
Sering terjadi, sorang guru melihat kategori terakhir ini sebagai masalah. Untungnya, kepedulian emosi ini juga merupakan jenis yang menanggapi paling baik untuk para guru yang memiliki sedang memiliki kemampuan di strategi pembantu.

4.        Developing skills of helping
Secara umum, konseling merupakan bentuk meditasi yang dalam prakteknya ada dua pihak (konseli dan konselor) yang mendengarkan lawan bicaranya dengan bersungguh-sungguh.  Konseling yang dilakukan oleh guru dengan siswanya bertujuan untuk membantu siswa memecahkan masalah yang dihadapinya.
Pada kegiatan bantuan ini, ada beberapa kemampuan yang harus diperhatikan dan dikembangkan oleh guru agar dapat melaksanakan tugasnya sebagai konselor. 

a.      Keadaan dalam benak
Sebelum bertemu dengan siswa untuk melakukan konseling, guru hendaknya terlebih dahulu menjernihkan dan menfokuskan pikirannya, yang dilanjutkan dengan memonitor keadaan benaknya.  Guru harus mengingatkan dirinya untuk tetap fleksibel, mengesampikan hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian, dan merasakan apa yang hendak dikatakan siswa.
1)      Attending
Memberi perhatian merupakan hal yang paling mendasar dalam membantu siswa.  Kehadiran guru berarti memberikan seluruh perhatiannya terhadap siswa yang berarti ditunjukkan juga oleh kehadiran raga, wajah, dan sorot mata guru yang menunjukkan perhatian yang diberikan untuk siswa.
2)      Menyimak
Kemampuan untuk menghadirkan diri meliputi penggunaan sikap non-verbal (Mengangguk, tersenyum, kontak mata, posisi tubuh) dan ujaran-ujaran yang menunjukkan perhatian yang guru berikan dan membuktikan bahwa guru menyimak segala sesuatu selama kegiatan bantuan ini.  Menyimak adalah bentuk komunikasi dimana guru merespon siswanya dan membuktikan bahwa guru benar-benar mendengarkan.  Ada dua macam menyimak: menyimak pasif dan menyimak aktif, dimana guru merespon langsung atas apa yang guru dengar. 
3)      Respon yang Menunjukkan Empati
Kemampuan ini meliputi menunjukkan pengertian terhadap apa yang guru dengar/lihat/mengerti/rasakan dengan cara-cara tertentu agar siswa tidak merasa sendirian. 


b.      Kemampuan Mengeksplorasi
1)      Mengajukan Pertanyaan
Kemampuan ini merupakan cara yang paling jelas dan langsung untuk mengumpulkan informasi ataupun mendorong para siswa untuk mengeksplor area tertentu.  Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan menempatkan siswa pada posisi dimana guru menjadi seorang introgator dan ahli dalam memecahkan masalah.  Ada dua jenis pertanyaan: pertanyaan terbuka, jenis pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan satu kata saja, kebalikan dari pertanyaan tertutup, yang cukup hanya dengan satu kata saja sudah merupakan jawaban dari pertanyaan tersebut. 
2)      Merefleksikan Isi Pembicaraan
Kemampuan ini memperlihatkan bahwa guru mendengarkan apa yang dikatakan secara akurat.  Merefleksikan isi pembicaraan atau pengulangan pernyataan ini membantu guru dalam mengklarifikasi lebih jauh apa yang siswa katakan dan melakukan eksplorasi yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang dibahas.
3)      Merefleksikan Perasaan
Kemampuan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi dan merefleksikan perasaan yang muncul ketika Anda mengekspresikan pernyataan seseorang. 
4)      Pengenalan diri
Kemampuan ini merupakan kemampuan yang digunakan untuk menunjukkan kesungguhan, keaslian, dan kemanusiaan terhadap siswa.  Hal ini bisa dilakukan dengan konselor menempatkan diri sebagai konseli, ini akan membantu siswa untuk mendengarkan pengalaman serupa yang konselor telah alami dan mengakrabkan diri dengan konselor.
5)      Menyimpulkan
Simpulan, yang diberikan paling tidak satu kali atau kapanpun diperlukan dalam sebuah percakapan, melingkupi semua hal yang dibicarakan.  Simpulan yang logis memberikan solusi yang mengiringi hasil diskusi juga memberikan stategi apa yang dapat digunakan untuk berubah.

c.         Kemampuan Bertindak
Hal yang paling baik dalam konseling adalah menyadari bahwa manusia jauh lebih kompleks daripada yang dibayangkan dan masalah awal mereka mungkin memiliki kesamaan dengan masalah utama dalam kelangsungan hidup semua manusia.  Dengan kata lain, ketika seorang siswa datang dengan masalahnya, ingatlah pasti ada alasannya mengapa mereka mendatangi gurunya.  Belum lagi jika masalah yang dihadapkan pada guru merupakan masalah yang benar-benar mengganggu bagi siswa.  Mereka mungkin memiliki masalah yang perlu bantuan untuk dipecahkan yang akan membawa mereka ke percakapan guna mendapat keputusan yang memuaskan.
Sering kali, peran guru dalam membantu siswa memperjelas masalah adalah dengan mendengarkan, mengerti, dan berempati.  Kemudian menyarankan siswa untuk mengambil bantuan profesional yang sesuai.
1)      Pemberian Nasehat
Memberikan nasehat biasanya dilakukan dengan tujuan agar guru merasa lebih baik daripada untuk membantu masalah siswa.  Seharusnya, guru sebagai konselor seyogiyanya dapat menahan keinginan untuk memberitahu orang lain apa yang harus mereka lakukan.  Pemberian nasehat ini harus lebih ditujukan sebagai bahan pertimbangan siswa untuk memecahkan masalahnya, bukan seabagai pemecahan dari masalah itu sendiri.
2)      Konsep Tujuan
Berikutini merupakan beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam melaksanakan kegiatan bantuan terhadap siswa untuk dapat menetapkan tujuan bagi diri siswa tersebut:
a)        Identitas siswa benar-benar berhubungan dengan masalah yang mereka hadapi.
b)        Tujuan kegiatan yang bersifat spesifik,realistis dan dapat dicapai.

3)      Pemecahan Masalah
Strategi pemecahan masalah memiliki komponen sebagai berikut:
a)      Mendefinisikan masalah
b)      Menentukan tujuan
c)      Mengembangkan alternatif lain yang mungkin dapat dilakukan
d)     Memperkecil pilihan yang terlihat lebih realistis
e)      Menguraikan rencana menjadi bentuk tindakan

4)      Penyusunan ulang
Tugas guru di sini adalah untuk mengambil masalah yang menggambarkan siswa kemudian mengubah kerangka berpikir sedemikian rupa sehingga menghasilkan solusi yang lebih mudah menunjukkan diri siswa yang bersangkutan.
5)      Restrukturisasi kognitif
Restrukturisasi atau penyusunan ulang adalah sebuah intervensi kognitif yang membantu siswa mengubah cara pandang terhadap masalahnya.
6)      Menghadapi Kepercayaan Irasional
Dalam mempelajari kemampuan ini, langkah yang pertama dilakukan oleh guru sebagai konselor adalah menerapkan kemampuan tersebut untuk kepentingan sendiri, dimulai dengan memilih sebuah situasi dalam hidup Anda yang rasanya agak sedikit mengganggu (lebih baik memulainya dengan sesuatu yang kecil). Jika guru mendapati dirinya dalam keadaan berlebih-lebihan, membelok, terpuruk, atau bahkan berpikir secara irasional, cobalah mengganti hal tersebut dengan yang lebih cocok, masuk akal, berpikirlah untuk bereaksi sebagai salah satu alternatif.
7)      Strategi Intervensi
            Strategi ini merupakan salah satu satu cara dari perkembangan yang paling berguna dalam bidang konseling termasuk penggunaan yang cukup singkat, yaitu fokus dari intervensi yang didesain sebagai disfungi pola istirahat jangka panjang. 
8)      Direktif Paradoxial
            Kegiatan ini dapat diartikan sebagai “psikologi kebalikan,” atau meminta  seseorang untuk melakukan kebalikan dari apa yang diinginkannya.
  Menetapkan Gejala
Guru sebagai konselor harus mampu mengidentifikasi gejala-gejala yang timbul dari masalah yang akan dicarikan solusinya.
9)      Pertanyaan Ajaib
            Strategi ini merupakan cara yang secara tidak langsung membekali siswa agar mampu menmukan solusi bagi dirinya.
10)  Mengidentifikasi Pengecualian
            Tujuan utama dari strategi ini adalah untuk menolong siswa menyadari dimana ia melebih-lebihkan suatu masalah.
11)  Eksternalisasi
            Strategi ini merupakan kebalikan dari membantu siswa-siswa agar bertanggung jawab terhadap perilakunya dengan cara membantunya agar tidak lagi menyalahkan dirinya sendiri.
12)  Hirearki Kekuatan
            Dalam rangka merubah perilaku siswa, guru mungkin harus melihat bagaimana siswa diperkuat, didorong, dan dirangsang oleh temannya di kelas, atau keluarganya.   
13)  Konfrontasi
            Bentuk konfrontasi yang paling baik adalah dengan memperkenalkan secara natural strategi-strategi yang telah disebutkan, permasalahan yang mendasar; konfrontasi yang tidak disadari oleh siswanya bahwa ia sedang dikonfrontasi.
14)  Pengobaran Semangat
            Kemampuan merupakan kemampuan tindakan karena merupakan suatu usaha yang tidak disengaja sebagai bagian dalam kegiatan bantuan.  Komunikasi dilakukan antara guru dengan siswanya agar siswa tersebut berpikir ke arah yang lebih positif. 

5.        Counseling skill in classroom
Sejauh ini telah dibahas mengenai penggunaan keahlian konseling dalam konteks personal dengan siswa yang bermasalah. Namun setiap tekniknya dapat juga digunakan di dalam kelompok juga di dalam kelas. Satu dari sekian contohnya adalah sebagai berikut: (perhatikan cara guru merespon seorang siswa yang mengacau di kelas)
Siswa     : “saya merasa apa yang kita lakukan sekarang tidak ada gunanya. Boleh saya ke kamar mandi? Sepertinya saya rusak.” (semua siswa tertawa)
Guru      : “Kamu bosan dengan apa yang kita lakukan sekarang dan berharap kita bisa melakukan hal lain yang lebih menarik buatmu, bukan?”
                         
Alih-alih memilih respon yang paling mungkin digunakan, seperti memarahi siswa tersebut, menjawab seadanya, atau mengabaikannya, seorang guru dapat membalikkan perkataan si siswa. Walaupun sebenarnya ia merasa kesal dengan perkataan siswa tersebut, ia “membingkai” kembali komentar tersebut dengan cepat dengan maksud untuk memberi umpan balik terhadap si siswa.
Ada banyak cara lain yang dapat kita gunakan di dalam kelas dalam rangka memahamkan kita atas maksud serta bagaimana perasaan siswa-siswa kita dari apa yang mereka katakan. Dalam hal ini, sebaiknya kita lebih banyak menggunakan pertanyaan terbuka daripada pertanyaan tertutup agar dapat menemukan lebih banyak pilihan. Kita dapat merangkum diskusi kita dalam berbagai sudut guna menghubungkan pendapat-pendapat yang berbeda. Barangkali yang terpenting adalah dengan cara mendekati sisi emosi dari siswa-siswa kita dengan cara meminta mereka untuk menceritakan pengalamannya. Cara ini dipercaya dapat membangun rasa penasaran, toleransi, tanggung jawab, dan kepedulian dalam kelompok. Selain itu, siswa-siswa dapat belajar memahami satu sama lain, termasuk gurunya.


Mengembangkan Kelompok yang Saling Menghormati dan Bertoleransi
     Dengan membangun sebuah kelompok yang saling menghormati dan bertoleransi, seorang guru membantu siswa-siswanya untuk merasa nyaman berada di kelas, terlepas dari segala perbedaan karakter mereka. Tahap ini bermula saat guru menyisihkan waktu untuk siswa-siswanya mendiskusikan topic-topik yang sedang hangat dibicarakan, terlepas dari apa rencana pembelajaran tersebut. Contohnya, anak kelas tiga diminta untuk mengesampingkan tugas matematikanya sementara dan membicarakan mengenai demonstrasi pergerakan migrasi. Dalam pelajaran ekonomi kelas 11, guru menunda Teori  Max weber dan menyediakan waktu untuk membicarakan aturan baru sekolah yang membuat siswa-siswa kalut. Pelajaran kesehatan kelas tujuh yang seharusnya membahas mengenai penyakit menular seksual, dialihkan ke topik lain saat ada saudara kandung salah seorang siswa di kelas yang menderita penyakit tersebut meninggal akibat over-dosis. Dalam tiap contoh ini, guru menggunakan keahlian konselingnya untuk merespon kebutuhan siswa yang lebih mendesak, baru setelah itu kembali ke pelajaran yang memang seharusnya dipelajari oleh siswanya (dan bekerja keras untuk dapat mengejar ketinggalannya).
       Apapun wilayah topiknya, mulai dari tindak kekerasan yang baru saja terjadi di sekolah sampai acara televisi yang provokatif ataupun video music terbaru, seorang guru harus berperan sebagai fasilitator yang dapat membantu siswa untuk mau angkat suara dari apa yang mereka pikirkan dan rasakan, tentu saja dengan cara yang membangun dan penuh perhatian. Karena di setiap kelas dan setiap kelompok biasanya ada siswa yang senang berbicara banyak, dan ada pula yang lebih senang diam, kewajiban guru adalah untuk memastikan bahwa setiap anak merasa didengar dan dimengerti. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menentukan batas waktu bicara dan hanya memperbolehkan satu siswa untuk berbicara satu kali. Misalkan, guru berkeliling kelas dengan demikian guru dapat memantau seluruh siswa atau justru dengan cara bertanya pada siswa yang lebih senang diam. Siswa tersebut bahkan dapat dijadikan sebagai perwakilan kelompok dalam diskusi yang dilakukan. Gunanya adalah untuk membuat siswa tersebut lebih terlibat dan bertanggungjawab terhadap kegiatan pembelajaran mereka.

Menyelesaikan Konflik dan Perselisihan
            Ada beberapa waktu dimana seorang siswa berulah di kelas, ikut serta dalam tindak kekerasan dan perbuatan-perbuatan lain yang tidak terpuji, atau bahkan mengacaukan kegiatan pembelajaran di kelas. Dari apa yang telah kita bahas sebelumnya, kita dapat menilai terlebih dahulu apa yang terjadi pada tingkah laku siswa tersebut.
·         Apa arti dari perbuatannya?
·         Apa manfaat yang dirasakan oleh siswa atas perlakuannya tersebut?
·         Apa akibat dari perbuatannya itu, berdampak baik atau buruk?
·         Apa yang kita rasakan jika kita menjadi dirinya?
·         Apa yang terjadi pada kehidupan atau keseharian siswa tersebut baik di sekolah maupun di rumah?
·         Apa tanda-tanda masalah psikologis yang mungkin dialami oleh siswa tersebut? Depresikah? Cemaskah? Merasa tersakitikah? Merasa diabaikankah?

Walaupun kita tidak dapat langsung mengetahui apa yang benar-benar sedang terjadi padanya, proses ini dapat menahan kita dari berlaku kurang pantas terhadap siswa tersebut meskipun kita merasa terganggu atau tersinggung dengan perlakuannya. Proses ini memberikan kita waktu untuk menenangkan diri dan merefleksikan keadaan sebelum kita merespon semau kita dan bahkan sampai menimbulkan masalah.
Ini adalah tugas kita sebagai guru untuk menjaga kesejahteraan siswa, dan bahkan hal ini jauh lebih penting ketimbang pengajaran apapun yang kita lakukan. Konselor dapat ditegur untuk tidak berlaku kasar, begitu pun guru sebagai penyedia keamanan bagi siswa yang mungkin kehidupannya kurang baik, atau bahkan yang menjadi korban kekerasan lingkungannya. Itulah sebabnya mengapa kita sebagai guru harus mencari tahu apabila ada siswa yang menyakiti siswa lain, khususnya karena kebudayaan, ras, agama, jenis kelamin, atapun kepribadian mereka.
Banyak konflik yang bisa dihindari jika kita mampu menggunakan keahlian konseling kita untuk menciptakan suasana di dalam kelas dimana setiap siswanya merasa bertanggungjawab terhadap kesejahteraan siswa lain. Daripada menunngu masalah-masalah tersebut muncul, kita dapat membangun kelompok yang memiliki kepedulian satu sama lain sebagai langkah awal.
Melawan Bullying dan Tindak Kekerasan
           Kita dapat melihat akibat dari mengabaikan tindak kekerasan dan bullying tidak hanya pada kerugian yang di derita oleh korban, tetapi juga pada caranya menanggapi kekerasan tersebut. Kita hanya perlu melihat kepada sejarah kekerasan tersebut di sekolah kita untuk mengingat kembali satu atu lebih kejadian dimana kita merasa tersiksa, terhina, dan diperolok oleh siswa lain (dan bahkan sesekali oleh guru). Tiap-tiap pengalaman tersebut menyisakan luka mendalam yang mungkin dirasakan sepanjang hidup kita.
            Kita dapat melihat contoh dari kekerasan di sekolah ataupun di kelas kita sendiri. Kejadian lain akan dilaporkan padamu oleh siswa yang menjadi korban ataupun siswa yang menjadi saksi dari tindak kekerasan. Kebanyakan dari tindakan-tindakan tersebut berlanjut dikarenakan mereka mendiamkannya dan bukan melawannya.
Diskusi kelas dapat membantu siswa menjadi lebih peka terhadap bullying dan tindak kekerasan. Kita dapat mendiskusikan akibat yang dapat dialami oleh pelaku, korban, dan penonton. Pembicaraan seperti itu dapat mengarahkan siswa untuk merasakan penderitaan orang lain dan membuat mereka berpikir kalau-kalau ada teman mereka di kelas yang menjadi korban tetpai tidak sanggup menceritakannya pada siapapun.
Diskusi ini mengarah pada diskusi lebih lanjut mengenai cara yang paling ampuh dalam menangani masalah bullying, atau untuk meneliti kejadian yang berhubungan dengan masalah ras, kecurigaan, dan kekerasan antar siswa. Di sekolah, hal ini menjadi perhatian utama dimana ada siswa baru yang membuat kekacauan di dalam kelas dan kemudian siswa lain langsung beraksi, dan menjelaskan: “Kami tidak melakukannya”.


Memperagakan kepedulian dan perhatian yang sungguh-sungguh
Siswa ingin melihat guru mereka peduli pada mereka. Mereka ingin guru berwenang, membatasi, dan mempertimbangkan kehormatan bersama untuk individu. Siswa juga ingin dilihat sebagai individu.
Guru yang menunjukkan kepedulian melakukan hal tersebut dengan menyusun kelas-kelas dengan cara yang berarti dan membuat pembelajaran yang relevan dan memotivasi. Mereka harus mengetahui siswa mereka sebagai individu. Mereka merespon terhadap apa yang menarik siswa-siswa, juga sensitif terhadap apa yang mengganggu mereka. Mereka memeriksa untuk melihat apa yang terjadi dalam kehidupan, prestasi dan tantangan mereka. Hal ini dapat dengan mudah dilakukan dengan berdiri di depan pintu dan menyambut siswa-siswa ketika mereka memasuki dan atau menyempatkan waktu untuk berbincang dengan mereka ketika siswa sedang mengerjakan sesuatu. Anda bisa lebih memahami siswa-siswa Anda dengan mengembangkan sebuah penelitian untuk mereka untuk menyempurnakan dan atau merespon terhadap desakan jurnal. Cara lain yaitu mengamati siswa-siswa diluar kelas selama kegiatan ekstra kurikuler. Siswa-siswa senang melihat gurunya duduk dalam bidang atletik atau dalam sebuah tontonan teater.
Kita memperingati guru-guru untuk sensitive dalam merespon dan melibatkan semua anak-anak di kelas. Siswa menyukai guru yang adil, tegas dan konsisten. Guru harus hati-hati untuk tidak memamerkan sikap memilih-milih. Dengan tidak disadari mereka mungkin menunjukkan pilihan kepada siswa tertentu. Mengawasi interaksi untuk menjamin keadilan merupakan hal yang sangat penting. Senyum dan kontak mata dengan semua anak.  Memberi mereka banyak waktu untuk menggambarkan sebuah pertanyaan atau pernyataan sebelum merespon. Menggunakan sebuah system untuk menjaga jalur terhadap siapa yang Anda panggil. Anda mungkin ingin menggunakan sebuah daftar nama-nama atau grafik tempat duduk. Cara tersebut yang Anda dapat yakini bahwa Anda memperlakukan semua siswa dengan pantas.

Pengaturan harapan yang tinggi dan pujian prestasi
Harapan yang tinggi menunjukkan kepada siswa bahwa Anda mempunyai keyakinan pada kemampuan mereka dan akan membantu mereka. Mereka harus tahu Anda percaya bahwa mereka bisa sukses, dan Anda seharusnya berkata seperti itu. Biarkan optimisme Anda bersinar. Ketika Anda memanggil siswa, yakinkan untuk memberikan mereka banyak waktu untuk menyusun respon mereka. Menolong dengan memberikan isyarat atau petunjuk. Ketika Anda mengawasi kelakuan siswa dengan mengamati ruangan dan berjalan sekeliling, secara terus menerus mendorong usaha mereka dengan senyum dan komentar.
Puji prestasi siswa ketika itu pantas. Pujian khusus untuk pekerjaan yang bagus akan memotivasi. Menggunakan pesan “I” untuk mengatakan kepada mereka betapa bangganya Anda. Beri selamat atas kesuksesan mereka. Bantu mereka untuk menyatakan kemajuan mereka. Tergantung pada umur dan budaya mereka, Anda mungkin ingin melakukan ini secara pribadi daripada secara umum. Anda bisa menulis catatan untuk siswa dan atau mengirim catatan ke rumah.
Persis seperti Anda akan melakukan percakapan pribadi, gunakan gambaran dan ringkasan kemampuan-kemampuan untuk membiarkan siswa-siswa mengetahui bahwa Anda memperhatikan dan mengerti apa yang akan mereka katakan.   

Bantuan strategi dalam kelompok
Kita mulai bab ini dengan menekankan bahwa Anda dapat menerapkan keterampilan-keterampilan bantuan dalam pengaturan-pengaturan yang lain daripada pertemuan secara  individu. Walaupun tidak ada pengganti untuk keakraban dan perhatian yang difokuskan berada dengan anak secara pribadi, hal tersebut sering tidak berguna untuk menemukan baik waktu maupun kesempatan untuk melakukan hal tersebut untuk memecahkan sesuatu yang lain yang menyalahi waktu Anda –kertas untuk angka, pelajaran untuk dipersiapkan, pertemuan untuk dihadiri- yang sudah lebih dari yang Anda tangani secara nyaman. Bekerja dengan anak dalam kelompok merupakan sebuah cara alternatif untuk membantu banyak siswa berhubungan dengan persoalan-persolan yang menyusahkan, terutama jika Anda dapat mengatur cara-cara biasa yang Anda jalani kelas Anda.

Perbedaan antara proses dan kelompok-kelompok kelas 
Kebanyakan dari latihan Anda dalam kepemimpinan kelompok dibentuk untuk menolong Anda memberikan informasi dan menilai tingkat materi yang siswa pelajari. Jadi, Anda dipersiapkan untuk memberikan kuliah, menggunakan bantuan audiovisual dalam presentasi Anda, merencanakan proyek untuk siswa untuk bekerja dalam kelompok, membagi kelas kedalam kelompok-kelompok belajar untuk pembelajaran kooperatif, dan memainkan permainan kelompok dengan anak-anak.
Sebaliknya, proses orientasi kelompok memberikan jenis pengalaman pendidikan yang berbeda untuk siswa. Ada beberapa cara yang guru secara umum fokus pada proses. Jika Anda memulai sebuah kelas di awal tahun sekolah dimana siswa mengembangkan pola tingkah laku, kemudian Anda akan membuka mereka kepada sebuah metode tertentu yang Anda ingin mereka untuk pelajari. Jika Anda memfokuskan diskusi kelas pada bagaimana siswa merasa tentang sebuah topic, kemudian Anda akan bekerja dalam sebuah cara proses orientasi. Hal yang sama juga benar jika Anda mengadakan beberapa permainan simulasi dan kemudian Tanya jawab siswa sesudah itu. Jika sebuah isu provokatif atau kontroversi muncul di kelas, dan Anda mendorong siswa untuk membagi pendapat mereka tentang hal tersebut dan kemudian membantu mereka menuju beberapa pemecahan, hal tersebut jelas bahwa proses dari apa yang terbuka adalah hanya sepenting isi diskusi.
Secara spesifik, pengalaman pertumbuhan orientasi ini berbeda dari petunjuk kelas biasa dalam cara-cara berikut:
·         Penekanan bukan pada konten/isi. Tidak ada informasi tertentu yang Anda ingin siswa pelajari dalam proses kelompok. Malahan maksud Anda adalah memberikan sebuah lingkungan yang aman dimana siswa dapat mengembangkan nilai-nilai, perasaan, dan kepercayaan tentang diri mereka, orang lain, dan pengalaman-pengalaman mereka.
·         Partisipan didorong untuk berbagi reaksi pribadi mereka untuk gagasan daripada gagasan mereka. Tidak seperti aktivitas kelas biasa yang focus pada gagasan intelektual atau pengembangan kemampuan, proses kelompok mengharuskan partisipan untuk berbicara tentang reaksi mereka yang sangat pribadi terhadap apa yang telah mereka alami dan sedang dialami.
·         Ngobrol, mengembara, dan focus pada sisi lain tidak diizinkan. Hal tersebut penting sekali untuk memperhatikan pada apa yang sedang ada dalam kelompok. Anda tidak membiarkan anak-anak membantah mengenai apa yang orang lain sedang kerjakan, juga tidak membiarkan mereka mengembara, intelektual, atau terikat dalam ocehan yang tidak berarti; Anda membuat mereka tetap focus pada apa yang sedang mereka rasakan dan pikirkan. Anda meyakinkan bahwa waktu dibagi dengan pantas diantara semua anak.
·         Proses kelompok lebih berpusat pada siswa daripada guru. Dalam banyak persiapan kelas, guru berdiri sebelum menyajikan isi. Semua mata dan telinga di dalam ruangan diharuskan tertuju pada satu orang, orang yang terpenting di ruangan tersebut. Hal tersebut jarang bahwa siswa mencatat apa yang siswa lain katakan. Dalam proses kelompok, guru memainkan peranan yang mendukung; anaklah yang lebih banyak berbicara dan satu-satunya yang keikutsertaanya sangat penting. Peran pemimpin tidak untuk menunjukkan tapi lebih kepada membimbing proses.
·         Anak berbicara hanya untuk diri mereka. Kata ganti benda I ditekankan daripada we atau you. Objek membantu siswa mengungkapkan diri mereka lebih jujur, menjelaskan kepercayaan diri mereka, dan menanggapi satu sama lain secara sensitif.
·         Perhatian guru difokuskan pada dinamik dan proses kelompok. Hal ini tidak berarti apa yang anak katakan seperti bagaimana mereka mengatakan itu, dan hubungan mereka satu sama lain, yang menggambarkan perhatian pemimpin. Siapa yang bergaul akrab dengan mereka? Koalisi apa yang telah terbentuk? Tingkat kohesi apa yang telah berkembang? Berhubungan dengan apa anak menghindar? Apa maksud dari berbagai keheningan?
                     Seperti seharusnya jelas dari penjelasan terdahulu, proses kelompok secara khas muncul dalam dua cara yang berbeda. Pertama, sesuatu secara spontan menghasilkan di kelas yang meminjamkan dirinya dalam proses yang lebih dalam. Mungkin telah ada sebuah tragedi dalam masyarakat. Mungkin salah satu dari siswa di kelas mempunyai masalah dimana yang lain bisa berhubungan. Bahkan lebih umum, Anda dapat merasakan dibawah permukaan beberapa nada tambahan emosi yang kuat terhadap apa yang siswa katakan, tunjukan, atau mencoba untuk sembunyikan. Tentu saja, Anda tidak akan memilih untuk memfokuskan pada proses dalam semua hal; jika Anda melakukannya, Anda akan mempunyai waktu untuk hal yang lain. Selanjutnya, Anda akan ingin menyalurkan hal-hal dalam arahan ini hanya ketika Anda berfikir hal tersebut membangun tepat waktu. Keseimbangan adalah kuncinya.
                     Tipe yang kedua dari proses kelompok yang Anda akan mungkin gunakan adalah susunan yang disengaja yang merupakan bagian dari lingkungan pembelajaran. Barangkali Anda akan mempunyai siswa  bermain peranan sebuah adegan dari sastra atau sejarah dan kemudian membuat mereka membicarakan tentang apa yang digerakkan untuk mereka. Anda dapat menempatkan siswa dalam kelompok kecil dan menunjukkan mereka untuk membicarakan sesuatu dihubungkan dengan topik tertentu yang meeka tidak mengerti, dan bagaimana mereka merasa tentang itu. Anda dapat menjadwal jarak biasa masing-masing minggu dimana siswa dapat membicarakan sesuatu yang akan mengganggu mereka, atau barangkali hanya tentang sesuatu yang mereka heran. Dalam semua kasus-kasus ini, pekerjaan Anda adalah untuk memfasilitasi interaksi supaya siswa berbicara satu sama lain, menghormati perbedaan pendapat,  dan belajar untuk menanggapi secara tepat.
            Jenis ke dua dari “process group” yang akan Anda lakukan adalah deliberate structure yang merupakan bagian dari lingkungan belajar Anda. Barangkali Anda akan meminta siswa memerankan sebuah adegan dari karya sastra atau sejarah dan selanjutnya meminta mereka menceritakan tentang apa yang telah dilakukan kepada mereka.  Anda dapat menempatkan siswa dalam kelompok kecil dan menyuruh mereka menceritakan tentang sesuatu yang berkaitan dengan topic saat itu yang tidak mereka mengerti dan bagaimana mereka rasakan terhadapnya.  Anda dapat membuat jadwal yang diatur sedemikian rupa dimana siswa dapat menceritakan tentang apa yang mengganggunya dan barangkali tentang sesuatu yang mereka pikirkan.  Dalam semua kasus ini, tugas Anda adalah memfasilitasi interaksi sehingga siswa dapat berbicara kepada siswa yang lain, menghargai pendapat yang berbeda, dan belajar untuk merespon secara tepat.

Keuntungan dan Kerugian “group process”
            “process group” memiliki sejumlah keuntungan melebihi membantu secara individu.  Contohnya, sebuah krisis dalam suatu komunitas dapat mengungkapkan bahwa sejumlah anak memiliki kesadaran tentang isu yang sama (obat terlarang, kekerasan, bencana, dan sebagainya). Anak-anak memiliki perasaan yang sama dengan yang lainnya dan menyadari bahwa mereka tidak sendirian dalam merasakan hal tersebut.  Dalam kelompok, Anda dapat secara jelas meraih lebih banyak anak dan membuat waktu Anda lebih efisien dibandingkan dengan percakapan secara individu.  Dengan tambahan, struktur kelompok menyediakan sebuah sistem dukungan bagi perubahan; mengajar keahlian siswa untuk menyukseskan mereka dalam situasi sosial; memfasilitasi suasana keakraban dan kepercayaan, dan yang paling penting  adalah menyediakan kesempatan untuk umpan balik yang membangun dari temannya.  Sejumlah guru juga melaporkan bahwa mengenalkan pengalaman “process group”  pada kelas mereka membuat pekerjaan mereka semakin menyenangkan.  Mereka merasa seolah-olah mereka benar-benar memberikan suatu perubahan pada hidup anak-anak ketika mereka dapat mengamati perubahan yang signifikan pada cara siswanya berpikir, merasa, dan berperilaku dalam waktu yang cukup singkat.
            “Process group” pun memiliki kerugian karena cara ini memiliki potensi untuk menghasilkan kerugian yang sama banyaknya dengan kebaikan yang dimilikinya.  Sungguh, lebih dari beberapa orang yang telah menjadi “korban perasaan” dalam kelompok dikarenakan  pemimpin kelompok tersebut tidak terlatih atau tidak disiapkan untuk menangani situasi yang kritis.  Memimpin “process group” membutuhkan keahlian yang lebih dan tingkat kompetensi kepemimpinan yang lebih tinggi daripada melakukan tanggung jawab mengajar biasa atau bahkan bekerja secara individau dengan anak.  Tekanan teman, kesesuaian yang dipaksa, kurangnya control,  dan kerumitan yang bertambah pada situasi dimana guru dapat mengalami kerepotan apabila tidak dipersiapkan dengan baik. 
            Kerugian dan keuntungan tersebut dapat disimpulkan dalam tabel 5.1. Apabila Anda ingin memimpin aktivitas grup proses di dalam kelas Anda untuk memfasilitasi kematangan emosi anak, juga prestasi akademik mereka, Anda seharusnya memperhatikan beberapa hal:
Keuntungan
Kerugian
Menggunakan sumber dengan lebih efisien
Mendorong adanya keakraban dan kepercayaan
Menyediakan sistem dukungan untuk perubahan
Mengajarkan keahlian untuk keberhasilan interpersonal
Menyediakan kesempatan untuk mengalami pengalaman belajar
Membantu anak-anak untuk melatih tindak tanduk yang baru
Menyediakan umpan balik yang sebenarnya
Membuat pekerjaan guru lebih menyenangkan
Rahasia sulit dijaga
Membutuhkan keahlian dan kompetensi yang lebih
Memaksa adanya konformitas dan adanya tekanan teman
Siswa hanya menerima sedikit bantuan dan perhatian secara individu.
Pemimpin memiliki control dan pengaruh yang kurang
Korban dapat terjadi, khususnya ketika pemimpinnya tidak terlatih dan siswa dipaksa untuk melakukan sesuatu yang belum siap mereka lakukan.

a.    Jangan mencoba struktur lain tanpa ada pengawas yaitu yang lebih terlatih (seperti konselor sekolah, pekerja sosial, dan psikologis)
b.      Bangun aturan yang jelas dan batasan-batasan yang dirancang untuk menjaga hak-hak siswa.  Hal tersebut seharusnya disertakan, tapi tidak terlalu dibatasi, setiap orang mendapatkan giliran, berbicara dengan rasa hormat, berbicara hanya untuk dirinya, tidak memotong pembicaraan orang lain, dan sebagainya.
c.    Jangan memaksa siswa untuk mengungkapkan informasi pribadi diluar apa yang mereka anggap nyaman.  Adanya korban, sering terjadi ketika orang melakukan apa yang belum siap mereka lakukan.
d.    Karena tekanan teman itu sangat kuat diantara para siswa, hak-hak individu pada setiap peserta harus dijaga.
e.   Sisakan kepekaan terhadap perbedaan budaya dalam cara siswa dari berbagai latar belakang merespon dalam kelompok seperti ini
f.    Pahamilah dengan jelas bahwa ada waktu-waktu tertentu diamana Anda sebagai pemimpin harus campur tangan untuk menjaga keamana siswa dan pastikan bahwa kelompok Anda berjalan dengan baik dan aman.

Kapan Terlibat dalam Kelompok
            Penelitian terhadap kepemimpinan kelompok yang efektif mrngidentifikasi contoh ketika Anda akan perlu melakukan sesuatu yang terperinci untuk mencegah orang-orang terluka.  Kami merekomedasikan agar Anda mengingat daftar ini sampai Anda benar-benar menempuh pengalaman sebagai pemimpin kelompok yang process-oriented.  Intervensi atau keterlibatan dlakukann untuk situasi seperti berikut:
a.         Untuk menghentikan perilaku kasar atau permusuhan. Anggota kelompok tidak pernah diizinkan untuk tidak menghormati atau bertindak kasar satu sama lain. Kapanpun Anda menyaksikan bahwa ada satu atau lebih anak yang memperlakukan yang lainnya dengan cara yang bisa menyakiti, Anda harus melangkah untuk membantu mengalihkannya: “ Candy, bagaimana  kamu mengatakan hal yang sama kepada Frank, tapi kali ini dengan cara yang tidak akan menyakiti hatinya? Lalu, barangkali kamu, Frank, bisa mengatakan kepada Candy bagaimana perasaan kamu saat ini.”
b.        Untuk memperkuat peraturan yang sudah setiap anak setujui. Cara yang biasa di awal beberapa process group adalah menciptakan dan merundingkan peraturan tentang tingkah laku mengenai perilaku yang dapat diterima dan yang tidak.  Pada umumnya, beberapa pedoman dikembangkan mengenai kerahasiaan, berbicara hanya untuk diri sendiri, dan menghargai juga peduli selama berinteraksi. Peraturan pemimpin tidak banak menguatkan peraturan-peraturan ini seperti untuk memastikan anggota kelompok mematuhinya: “ Ibu peringatkan bahwa Danny datang terlambat lagi. Bagaimana kalian menanganinya?”
c.         Untuk menghentikan gangguan dan penyelewengan. Karena waktu berkelompok itu sangat berharga dan banyak hal yang akan dilakukan, pemimpin memiliki fungsi yang penting dengan menjaga semuanya agar tetap pada jalurnya dan tidak mengizinkan satupun anggota yang mendominasi atau mengontrol diskusi.  Beberapa siswa membutuhkan umpan balik yang langsung mengenai gaya interpersonalnya yang bsa jadi menyakiti atau kontraproduktif : “ Dana, Ibu perhatikan kamu memutar-mutarkan mata kamu ketika Jon bicara. Banrangkali kamu bisa membantunya dan membiarkannya tahu bagaimana kamu menanggapi ketika dia sedang berbicara.”
d.        Untuk mencontohkan cara yang tepat. Satu peran yang paling penting yang dapat anda lakukan sebagai guru pada umumnya, dan sebagai pemimpin kelompok khususnya, adalah untuk menunjukkan cara bagaimana cara anak-anak bertindak seperti yang Anda inginkan. Contoh ini dapat dilakukan ketika Anda tampil di depan anak, kehalian yang Anda tunjukkan, kepercayaan diri, dan kekhidmatan atau bahkan bahasa yang Anda gunakan untuk mengungkapkan diri Anda sendiri.
e.         Untuk menghilangkan kebosanan dan kepasifan.  Kelompok dapat menjadi dapat diprediksi dan terasa bosan tanpa campur tangan pemimpin kelompok untuk mengarahkan apa yang dibicarakan sekali-sekali. Tidak ada batasan untuk melakukan tindakan yang kreatif yang dapat Anda lakukan dalam kelompok untuk “intermezzo”- menggunakan humor, tidakan spontan, role-playing, dan hampir semua hal yang dapat mengembalikan semangat siswa: “ Oke, sepertinya kalian ngantuk.  Mari kita mecoba sesuatu yang beda. Ibu ingin satu dari kalian berpura-pura untuk menjadi seseorang di dalam kelompok ini 15 menit ke depan, tapi jangan katakana siapa yang kamu tiru. Coba kita lihat, apakah kita bisa mengenali diri kita sendiri.
f.         Untuk membetulkan pikiran yang irasional. Dalam contoh sebelumnya, kita menyebutkan bahwa bahasa yang orang pakai itu mereflesikan apa yang ada dalam pikiran mereka.  Dengan mengubah cara kita berbicara kepada diri kita sendiri, kita juga mengubah persepsi kita dan selanjutnya tindakan yang berdasarkan pada interpretasi berikut.  Pemimpin kelompok biasanya campur tangan ketika siswa berbicara dengan cara yang irasional:
Externalizing: “ Bagaimana aku bisa melakukan yang lebih baik di sekolah ketika semua orang berusaha menyabotase aku?”
Exaggerating: “ Hari ini adalah hari yang paling buruk dalam hidupku; ini adalah hari yang terburuk karena aku tidak akan pernah memiliki hidupku.”
Self Judging: “ Aku adalah pemain bola terpayah yang perna hada. Aku sangat buruk aku tidak akan pernah baik dalam hal apapun.
Denying responsibility: “ Ini bukan salahku. Aku hanya sedang sial.”
Distorting: “ Kalau aku tidak mendapat apa yang aku inginkan, Aku mati saja”

Dalam beberapa kasus, pemimpin kelompok turun tangan untuk membetulkan cara siswa mengekspresikan dirinya: “ Yang kamu maksud kalau kamu tidak mendapat yang kamu inginkan, kamu akan sangat kecewa.”
g.        Untuk menguatkan pernyataan.  Sama seperti modifikasi perilaku kelas, kapanpun anak melakukan sesuatu yang kita inginkan untuk dilanjutkan, dan ingin anak lainnya meniru, kita dapat menguatkan perilaku tersebut.” Tammy, Ibu sangat senang cara kamu menyatakan tentang dirimu sendiri, dan kamu sangat diplomatic dan baik.”
h.        Untuk menyediakan struktur yang dibutuhkan. Kelompok akan mengalami kebingungan ketika mereka memiliki terlalu banyak struktur ataupun kurang mendapatkan pengarahan.  Ketika guru membuat perubahan dari seting kelas menjadi “process group”, mereka cenderung terlalu mengontrol dalam usaha memastikan pengalaman sukses mereka.  Ada juga kalanya kelompok cenderung berbelit-belit dikarenakan anggota tidak tahu pasti apa yang diharapkan. Secara umum, lebih baik menyediakan struktur yang lebih pada tahap awal kelompok, dan akhirnya mengizinkan anak-anak untuk mengasumsikan lebih, dan lebih bertanggung jawab dengan apa yang dijalankannya.
i.          Untuk menghentikan keluhan. Anak-anak akan mengeluh tentang guru-guru lain, orang tua mereka, cuaca, kehilangan kesempatan, atau beberapa kemungkinan lainnya dan litani dari ketidakadilan ini sering tidak berguna. Satu kebiasaan yang sering kita bicarakan hanya mengenai hal-hal yang dapat kita lakukan saja: “David, saya menghargai kenyataan bahwa sulit bagi Anda atas reputasi yang telah Anda buat. Kita tidak dapat melakukan apapun mengenai masa lalu sekarang ini, tidak juga menghentikan orang lain mengatakan apa yang mereka suka tentang Anda, tapi kita yakin dapat membantu Anda untuk bertindak dengan cara yang berbeda di masa yang akan datang.”
j.          Untuk menenangkan seseorang yang merasa khawatir. Terkadang, kita merasakan tanda-tanda awal saat seorang anak sangat memperjuangkan sesuatu. Air mata yang hampir mengalir. Kita mengamati gejolak atau penarikan diri atau amarah. Campur tangan terkadang diperlukan untuk meyakinkan bahwa seorang anak merasa didukung: “Donny, Anda terlihat seperti sedang memiliki masa sulit saat ini. Bagaimana kami bisa membantumu?”
k.        Untuk menghadapi ketidakkonsekwenan. Konfrontasi langsung ada pada saat seseorang sedang melakukan sesuatu, seperti penaklukan diri atau penentangan diri. Meskipun kita mungkin ikut campur tangan pada awalnya, namun kemudian mereka dapat melakukan pekerjaannya sendiri, khususnya dengan isyarat dari pemimpin: “Cassandra, Anda terlihat kebingungan dengan apa yang Nathan katakan, seolah-olah hal tersebut tidak benar dengan apa yang dia katakan sejak awal. Mengapa Anda tidak memberitahunya apa yang Anda dengar?”
l.          Untuk memberi umpan balik yang berguna. Hampir sama dengan mengikuti konfrontasi langsung yang ditunjukkan, kita juga ingin mempertunjukkan cara-cara memberi manfaat bagaimana kita mengamati mereka. Setelah kita memberi beberapa umpan balik, anak-anak menuruti kelakuan tersebut dan akan terus melakukannya di waktu lain. Teorinya, umpan balik sangat berguna saat kita mengikuti beberapa kriteria seperti:
1)      Specific. Tidak ada yang lebih sia-sia daripada memberi umpan balik yang sama seperti pada umumnya yaitu tidak memiliki arti. Tipe ini seperti “umpan balik buku tahunan” yang serupa dengan apa yang anak-anak tulis pada buku tahunannya masing-masing: “Anda sangat baik hati sekali. Jangan pernah berubah.” Hal seperti itu mungkin akan terasa baik dalam beberapa menit, tapi setelah itu efeknya bisa langsung hilang, tidak akan meninggalkan bekas apa-apa. Oleh karena itu, daripada mengatakan pada seseorang, “Anda tidak diperhatikan dengan sungguh-sungguh,” lebih baik mengatakan lebih secara spesifik, “saya beritahu bahwa saat anda berbicara, anda menggunakan nada suara yang lembut dan jarang melihat kepada orang lain, sehingga orang lain terlihat seperti mengabaikan apapun yang anda katakan.”
2)      Sensitive. Umpan balik seringkali mengancam-bahkan sangat mengancam. Memang menakutkan saat mendengar orang-orang mengatakan hal-hal mengenai anda dengan sejujur-jujurnya, sesuai dengan apa yang mereka pikirkan. Oleh karena itu, anda harus lebih berhati-hati dengan cara anda mengungkapkan suatu pendapat, sehingga murid dapat benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan dan akan menurutinya. “satu hal yang anda lakukan sangat saya hargai, Mina, ini merupakan cara yang dapat dimengerti bagaimana anda menyatakan perasaan anda sendiri. Seperti ada kekuatan dalam kata-kata tersebut. Saya ingin tahu, jika anda memperhitungkan lebih diri anda sendiri saat anda berbicara.“ Umpan balik yang baik digabungkan dengan sesuatu yang mendukung dan membangun (sebaiknya hindari penggunaan kata seperti positif dan negatif).
3)      Supportive. Tidak hanya dukungan emosional yang harus anda berikan dalam umpan balik tersebut, tetapi anda juga harus menguatkan pendapat-pendapat dengan contoh-contoh yang mendukung. Kapanpun saat memungkinkan, hal ini sangat berguna untuk memberikan ilustrasi dari tingkah laku yang anda kenalkan. “Dominick, tadi anda melakukan ekspresi muka yang masam di saat orang lain mengatakan sesuatu hal yang tidak anda setujui. mengerti? Kamu melakukannya saat ini. Apa yang terjadi pada saya saat apa yang saya lihat dan saya mulai rasakan, dan tidak anda dengarkan lalu saya berhenti mencoba. “

Meskipun semua contoh-contoh ini adalah guru-guru yang memberikan umpan balik, pada kenyataannya, mereka memfasilitasi murid dengan memberi saran-saran lainnya yang berguna. Guru memerankan tugasnya dengan tokoh yang berwibawa, seringkali memiliki kekuatan yang besar dan kendali bahwa umpan balik ini dapat diterima oleh kawan sebayanya.

Variasi-variasi dari Proses Kelompok
Guru-guru secara rutin memasukkan aktivitas proses kelompok ini ke dalam kurikulum. Mereka melakukannya dalam kelas mereka, sebagai tambahan pengetahuan akademik dengan pengalaman-pengalaman pertumbuhan emosional, dan membantu anak-anak mengatasi persoalan-persoalan penting dimana mereka mengusahakannya, seperti penerimaan kawan sebaya, identitas pribadi, penjelasan nilai-nilai, pengembangan emosional dan moral, masalah dalam suatu hubungan, pengelolaan mental, dan kesulitan-kesulitan lain yang ada dalam hidup kita.
Para guru menggunakan struktur-struktur proses karena mereka mengenal beberapa murid yang berusaha dengan persoalan-persoalan serupa. Seorang anak mendekati anda karena dia terganggu dengan seorang temannya yang memiliki ibu yang meninggal dunia pada sebuah kecelakaan mobil, tapi anda telah memberitahu bahwa beberapa orang lainnya terlihat seperti amat sangat terpengaruh. Beberapa anak terlihat lebih segan atau malu daripada biasanya. Sedangkan yang lainnya bertingkah lebih dari biasanya. Beberapa orang tua juga telah melaporkan bahwa anak mereka mengekspresikan perasaan khawatir akan keamanannya. Dalam keadaan seperi itu, para guru merasa bahwa dengan membicarakan tentang kecelakaan tersebut secara terbuka, khususnya dalam hubungan ketakutan anak-anak, akan sangat cocok. Ini hanyalah satu contoh bagaimana pengalaman dari proses berkelompok mungin digunakan untuk membantu anak-anak menjelaskan dan menyatakan perasaan mereka. Contoh lainnya dari proses berkelompok seperti berikut.

Aktivitas-aktivitas Grup Terstruktur
Latihan-latihan semacam ini sangat familiar dengan guru-guru yang ingin membantu murid membuat materi kelas. Mereka dapat mudah membagi sebuah kelas ke dalam subgrup untuk mendiskusikan bagaimana perasaan mereka misalnya, tentang film yang mereka lihat, buku-buku yang mereka baca, atau musik yang mereka dengarkan; atau mereka dapat melakukan serangkaian simulasi yang telah terstruktur dan dilakukan pada setiap minggu, semester, atau tahun. Biasanya, hasil spesifik yang dihendaki, seseorang yang membantu anak-anak mencapai kesadaran diri yang luar biasa dan memahami yang lainnya.
Contohnya, seorang guru ilmu pengetahuan sosial mempresentasikan sebuah unit diskriminasi. Ia mungkin memberi muridnya serangkaian aktivitas yang dimaksudkan untuk membantu mereka menjadi tahu akan prasangka mereka sendiri dan bagaimana tingkah laku berkembang. Seorang guru seni mungkin menunjukkan muridnya sebuah lukisan dan meminta mereka untuk menanggapinya secara estetik.
Model tribes dari pembelajaran kooperatif didasarkan pada kumpulan norma pada kelompok yang terstruktur yang menekankan cara membagi urusan pribadi dan perasaan-perasaan, menungkapkan hal positif kepada yang lainnya, dan bekerja sebagai sebuah tim untuk melengkapi tugas yang diberikan. Aturan-aturan yang dibuat mencakup semua interaksi (a) diselenggarakan secara bersama-sama, (b) diperlukan perhatian antara sesama, (c) menghindari ucapan atau ungkapan yang negatif, dan (d) peserta memiliki hak untuk kebebasan diri. Norma-norma kelompok ini dimaksudkan untuk menciptakan sebuah komunitas “tribal” antara murid-murid yang membuat aman untuk mengeksplor bidang baru, mengekspresikan kreatifitasnya, dan mengembangkan kerukunan tanpa takut akan kritikan, penolakan, ataupun kegagalan.
Konsisten dengan proses kelompok, tanggung jawab diubah dari guru ke murid-muridnya untuk menjalankan aturan-aturan, diskusi, dan memulai interaksi. Tugas guru adalah untuk memfasilitasi suatu proses dengan menyediakan struktur, menyelidiki pokok persoalan, menanyakan pertanyaan, mengenalkan aktivitas, dan memberikan tugas atas usulan. Tujuannya adalah untuk mendorong agar bertanggung jawab dan memperhatikan tingkah laku.

Struktur-struktur Fishbowl
Guru bekerja dengan sebuah kelompok kecil dengan anak-anak berada di tengah ruangan dan membentuk lingkaran di sekitar mereka. Para pengamat mungkin ditempatkan partner dalam kelompok untuk mengamati dan memberikan umpan balik setelahnya, atau mungkin mereka diberi tugas observasi khusus yang berkenaan dengan proses kelompok itu sendiri.
Para peserta berada pada tempat dimana tidak ada hal kebebasan atau yang bersifat pribadi, kemudian diberikan pengalaman yang lebih mendalam yang mana mereka mempertunjukkan prinsip-prinsip atau dasar-dasar yang dapat juga dipelajari oleh para peneliti yang dialami oleh orang lain. Setelah babak ini, para pengamat dan partisipan bertukar peran.
Kelas murid-murid dari sekolah menengah diminta untuk mengeksplor perbedaan gender dengan cara yang dramatis. Anak perempuan di kelas diminta untuk ke tengah dan diinstruksikan untuk berpura-pura bahwa mereka adalah anak laki-laki yang duduk mengeliling, bertindak dan berbicara mengenai apapun yang mereka pikirkan sesuai dengan kebiasaan anak laki-laki.
Sebelum mereka memainkannya dengan cara yang terlalu berlebihan, sementara peran anak laki-laki membicarakan hal mengenai sepakbola dan sex, bertindak seperti jock yang maco, dan tertawa dengan terbahak-bahak selama berdiskusi.
Saat giliran anak laki-laki datang untuk bertingkah seperti sekelompok anak perempuan yang sedang bersama-sama, mereka juga memainkan perannya dengan sepenuhnya, memamerkan, dan bersolek dengan cara seperti yang mereka bayangkan, anak perempuan yang bertingkah tak berdaya.
Diskusi yang bersemangat ini kemudian terjadi di dalam kelas, baik anak laki-laki dan perempuan berbicara mengenai bagaimana perasaan mereka terperangkap dalam peran mereka. Mereka mengungkapkan perasaan tidak suka mereka dengan tertawa dan mengejek serta pada akhirnya memutuskan untuk lebih peka terhadap perbedaan gender di masa yang akan datang.

Kelompok-kelompok Bimbingan
Apabila konselor sekolah memiliki waktu, narasumber, dan staf-staf yang mendukung, mereka akan menyediakan banyak waktu untuk kelompok bimbingan dan memperoleh banyak keuntungan untuk anak-anak. Anak-anak perlu membantu pada bidang-bidang yang tidak menjadi bagian dari kurikulum akademik. Pada kenyataannya, jika anda meminta anak-anak untuk membuat daftar pelajaran yang paling mereka sukai untuk menciptakan kurikulum mereka sendiri, kita mungkin tidak akan menemukan pelajaran bahasa inggris, matematika, ilmu sosial, ilmu alam, sejarah, bahasa asing, dan kemanusiaan sebagai mata pelajaran favorit mereka, setidaknya yang biasa dipelajari oleh mereka. Malahan, kita mungkin mendengar mereka akan lebih suka untuk mempelajari lawan jenis, hubungan, orang tua, dan topik-topik menarik lainnya.
Kelompok bimbingan dicocokan terhadap pembelajaran anak dalam mata pelajaran akademik dengan pelatihan yang khusus dan bidang pragmatis. Pola ini lebih familiar dengan anda daripada pola kelompok lainnya karena ini menawarkan instruksi yang bersifat mendidik. Apakah ditujukan untuk pemecahan masalah atau keterampilan, eksplorasi karir, atau keterampilan komunikasi, pola kelompok ini mengizinkan anda untuk menunjukkan informasi praktis mengenai mata pelajaran yang menarik bagi anak-anak dan kemudian membantu mereka untuk beradaptasi dengan apa yang mereka pelajari dalam situasi khusus.

Kelompok-kelompok Bantuan
Sekelompok guru di satu sekolah daerah menjadi dikhawatirkan oleh beberapa anak yang melaporkan kekerasan di lingkungan sekitarnya. Para guru mengamati bahwa banyak masalah akademik dan disiplin yang mereka hadapi, terlihat dipicu oleh apa yang dialami oleh anak-anak dalam suatu komunitas. Dengan konselor di daerah mereka yang memiliki banyak pekerjaan dan kekurangan staf, para guru memutuskan untuk mengadakan beberapa tindakan untuk memecahkan masalah tersebut.
Kelompok-kelompok bantuan diorganisasikan di sekolah di bawah bimbingan dari beberapa konselor yang mengakui bahwa guru-guru sering memiliki banyak pegangan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari anak-anak. Para guru tersebut disiapkan dan dilatih sebagai tim yang terdiri dari dua coleaders dan ditugaskan untuk mulai mendukung kelompok-kelompok di sekolah mereka. Disamping permasalahan kekerasan, masalah besar yang lainnya terletak pada area penyalahgunaan obat-obatan terlarang/alkohol (oleh anak-anak maupun orang tua mereka). Kelompok-kelompok lalu ditargetkan pada dua area ini dan diikuti oleh sebuah kurikulum yang memberikan kesempatan pada para siswa untuk membicarakan tentang hal yang sama-sama menarik bagi mereka; menerima umpan balik satu sama lain tentang apa yang berhasil dan apa yang tidak; belajar bahwa mereka tidak sendiri dalam usaha mereka dan lainnya, mereka berbagi rasa takut dan khawatir mereka; dan akhirnya saling mendukung satu sama lain selama masa penuh rasa stres ini.

Mensuport Diri Anda Sendiri
Cara terbaik untuk belajar menjalankan process groups ialah dengan berpartner dengan seseorang yang lebih tahu daripada Anda. Dengan seorang coleader yang berpengalaman, Anda akan menenangkan banyak kekhawatiran karena mamasuki daerah yang tidak dikenal ini dan juga menyediakan tempat yang aman pada saat keadaan menjadi sulit. Seorang coleader dapat memberikan contoh tentang bagaimana cara alternatif memulai, memelihara, dan mengakhiri acara-acara kelompok. Dia juga dapat memberikan umpan balik yang berharga mengenai aspek-aspek gaya kepemimpinanmu sehingga Anda dapat memperbaikinya, setelah setiap sesi berakhir.
            Tak masalah apakah Anda memilih partner Anda dari anggota staf Anda sendiri –konselor, staf administrasi, atau guru lain- atau Anda mengundang seseorang dari perguruan tinggi lokal untuk mengawasi Anda di lapangan, coleader akan memberikan Anda tambahan dorongan rasa kepercayaan dan mendukung Anda ketika menjalani pengalaman baru yang menyenangkan tapi sekaligus menakutkan.

Merespon Kejadian-Kejadian Serius Di Kelas
Salah satu pengaplikasian terakhir dari keterampilan-keterampilan yang sudah Anda pelajari dipusatkan pada interaksi-interaksi tertentu di kelas Anda. Guru-guru yang berpengalaman telah mempelajari berulang-ulang kali bahwa pada saat siswa bertanya, membuat pernyataan-pernyataan, atau sibuk pada perilaku-perilaku tertentu, lebih baik menginterpretasikan apa yang sebenarnya sedang dikomunikasikan sebelum mereka merespon. Dalam hal ini, persis seperti sesi-sesi individual, Anda mampu berurusan bukan hanya dengan isi dari apa yang sedang dikatakan, tetapi juga perasaan di balik itu.
            Berdasarkan pengalaman kami sebagai guru pada setting yang berbeda-beda, kami telah mengumpulkan intervensi-intervensi favorit berikut dalam merespon siswa di kelas. Meskipun secara teknis bukan merupakan teknik kelompok karena intervensi-intervensi ini merespon pada siswa secara individual, intervensi-intervensi berikut dimaksudkan bagi para pendengar seperti halnya orang tersebut berbicara. Meskipun beberapa dari ungkapan berikut dapat terlihat sebagai alat yang pintar untuk diingat, dalam setiap kasusnya, intervensi-intervensi ini mendemonstrasikan nilai-nilai tertentu yang mungkin Anda harapkan untuk memberikan contoh pada para siswa – keterbukaan, kejujuran, keterus-terangan, kepedulian, dan kekonsistenan.





6.        Communicating with parents
Komunikasi dengan Orang Tua
Salah satu hal yang paling sulit ketika menjadi seorang pengajar adalah pengenalan. Walaupun kita sudah berusaha keras dan tekun dalam mengajar dan memenuhi kebutuhan siswa, sebenarnya sedikit yang dapat kita lakukan tanpa ada kerja sama dengan orang tua. Anak-anak masih dalam pengaruh guru sehingga mudah untuk memberi arahan yang penting bagi mereka. Sayangnya, sekali mereka tidak di sekolah, mereka pasti berada di lingkungan dan budaya yang berbeda yang berbalikan dengan apa yang mereka kenal di sekolah.
Tanpa kerja sama orang tua, guru hanya akan membantu sedikit dalam pengembangan kehidupan siswa. Salah satu tugas yang paling penting yang seorang guru dapat kerjakan adalah untuk melibatkan orang tua sebagai rekan dalam proses pendidikan. Mengembangkan kepercayaan dengan anak adalah tugas pokok seorang guru, tetapi jika guru tidak dapat melakukan hal yang sama dengan orang tua mereka, usaha pendidikan dan bantuan guru akan terbatas.
            Salah satu hal yang paling menarik dalam penelitian psikologi dalam dekade terakhir ini yaitu susunan keluarga—yaitu, mengenali kekuatan dalam hubungan antara orang tua dengan anak. Sekarang kita tahu bahwa tidak masuk akal untuk mencoba memahami tindakan individu anak tanpa mempelajari konteks keluarganya di mana mereka tinggal. Terdapat gabungan dalam keluarga, sumber kekuasaan yang tersembunyi, dan komunikasi yang tidak langsung memotivasi dan memperkuat perilaku secara tidak sengaja di belakang layar.
Implikasi dari dinamika keluarga ini sangat besar untuk guru yang diharapkan dapat mengerti mengapa anak-anak tertentu bermasalah, dan tingkahnya itu padahal tidak menguntungkan dirinya. Contoh ini juga dapat membantu kita mengerti sifat dasar dari komunikasi antara orang tua dan guru: Jika guru tidak berkoordinasi dengan orang-orang yang tinggal bersama anak didik, usaha keras hanya akan sia-sia. Jadi, bisa begitu menyeramkannya untuk sebagian guru. Berkomunikasi dengan orang tua membuka kesempatan bagus untuk mendapatkan informasi penting mengenai keadaan keluarga siswa dan, kadang-kadang, dapat memberikan pengaruh yang membangun kepada sikap orang tua sehingga mereka dapat membantu guru lebih efektif, dan sebaliknya.
Terdapat tiga contoh primer di mana guru berkomunikasi dengan orang tua dalam waktu yang rutin: selama open house yang diatur oleh sekolah, dalam perkumpulan tetap, dan selama panggilan telepon rumah. Dalam setiap keadaan, keahlian konseling yang sama yang sudah dijelaskan sebelumnya akan sangat berharga untuk menjaga hubungan ini tetap produktif dan fokus. Guru akan menggunakan strategi yang sama dengan orang tua seperti dengan siswa: menciptakan hubungan yang kuat, membuat mereka berbicara mengenai pgurungannya pada berbagai hal, mementulkan apa yang mendasari perasaan mereka, menunjukkan bahwa kita mendengar dan mengerti kekhawatiran mereka, mengatur batas yang dibutuhkan, menciptakan tujuan bersama, dan membentuk rencana kerja sama untuk membuat perubahan.

OPEN HOUSE
            Beberapa sekolah daerah merencanakan sebuah open house untuk orang tua untuk mengunjungi guru sebelum tahun ajaran. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan orang tua gambaran mengenai rencana dan kegiatan anak mereka, dan juga sebagai kesempatan untuk bertemu dengan guru. Hal ini merupakan gagasan yang hebat, dalam teori; tapi sayangnya, kekacau-balauan sering terjadi, orang tua dan anaknya yang berlari kesana kemari sementara guru berusaha menjaga ketentraman.
            Biasanya guru hanya akan menghabiskan waktu beberapa menit saja dengan orang tua, atau terkadang sedikit orang tua dalam satu waktu. Oleh karena itu, sangat penting untuk menciptakan kesan pertama yang baik. Guru ingin memperlihatkan keyakinan, ketenangan, dan penge-tahuannya yang banyak, tanpa terlihat sombong dan angkuh. Pada dasarnya, yang guru coba lakukan dalam waktu yang terbatas itu adalah membuat dirinya semenarik mungkin sehingga orang tua akan terbuka untuk berbicara dengannya suatu waktu, ketika interaksi akan berguna.
            Mungkin hal yang paling penting yang guru dapat lakukan dalam pre-sentasinya pada orang tua adalah bertemu secara kebetulan dengan antusias mengenai pengajaran dan kepedulian guru terhadap anak mereka.  Meskipun hal ini akan hadir sebagai tujuan utama guru yang meliputi bahan atau isi yang berhubungan dengan ekspetasi guru dan aturan kelas, sebagaimana yang akan guru lakukan sepanjang tahun, perlu diingat bahwa orang tua mengecek guru dengan hati-hati untuk melihat apakah guru merupakan orang yang dapat dipercaya. Seringkali, anak-anak akan pulang dengan keluhan mengenai guru kepada orang tua mereka (guru bekerja terlalu keras, membosankan, tidak adil, membenci mereka, berpakaian seperti orang bodoh, dll).  Jika guru dapat bekerja sama dengan para orang tua, mereka akan berhenti mengeluh dan mendukung usaha guru.

MENELEPON KE RUMAH
Hal yang paling umum, mudah dicapai, dan paling mudah untuk berkonsultasi dengan para orang tua adalah melalui panggilan telepon ke rumah.  Hal ini mempunyai beberapa keuntungan seperti format yang lebih informal, tidak berbahaya, dan lebih nyaman dibandingkan dengan pertemuan terjadwal.  Di sisi lain, beberapa panggilan biasanya dilakukan pada waktu malam hari, yang akan menyita waktu pribadi guru.
Banyak guru memulai tahun ajaran dengan panggilan awal ke rumah.  Mereka memperkenalkan diri mereka pada para orang tua dan menceritakan sedikit mengenai pengalaman mereka dan rencana mereka dalam waktu yang dekat ini.  Meskipun, hal ini mungkin membuang waktu, hal ini mungkin akan menutupi hal-hal yang seharusnya dihadapi dalam acara open house.
Secara umum, perlu diingat bahwa kegiatan menelpon paling sukses dilakukan apabila membawa masukan yang positif dan dapat mengidentifikasi permasalah-permasalahan kecil. Metode ini berguna untuk menjaga para orang tua untuk mengetahui informasi terbaru akan berbagai peristiwa di sekolah dan juga untuk memberi laporan perkembangan  yang pendek dan memberi informasi terbaru.
Berikut ini merupakan beberapa contoh dari tipe komunikasi melalui telepon:
a.       “Saya ingin guru mengetahui bahwa saya kehilangan Maya di kelas sebelumnya minggu ini. Dia sangat membantu saya di kelas.“
b.      “Saya ingin memperingatkan guru bahwa anak laki-laki guru, akan mempunyai pekerjaan rumah harian untuk beberapa minggu ke depan. Sejauh ini, dia melaksanakannya dengan baik, dan saya ingin memastikan bahwa kita dapat melanjutkan perkembangan yang sudah ada.“
c.       “Saya hanya ingin guru tahu bahwa anak perempuan guru mempunyai peranan yang besar dalam diskusi hari ini. Saya tahu biasanya dia pendiam, namun dia menyatakan beberapa hal penting.  Saya cukup terkesan.“
d.      “Anak laki-laki guru mempunya energi dan antusiasme yang sangat besar. Saya menilai bahwa ia sedikit terpengaruh pada suatu waktu tertentu, meskipun ketika ia mengkonsumsi banyak permen, khusunya saat jam makan siang tiba. Saya ingin tahu apakah guru melihat gejala yang sama di rumah?“

Semua kemampuan konseling yang telah dikemukakan sebelumnya akan muncul saat menghubungi rumah para siswa. Karena guru tidak akan dapat mengungkapkan ketertarikan guru dengan sikap nonverbal, lebih penting untuk menggunakan kemampuan verbal agar para orang tua mengetahui bahwa guru mengikuti mereka.  Hal ini mungkin akan terdengar sangat mendasar, namun guru akan terkejut manakala mengetahui betapa pentingnya hal kecil tersebut untuk memproduksi suatu pengalaman yang positif. Perlu diingat, guru hanya mempunyai beberapa menit untuk membuat kesan yang bagus, menyampaikan pesan guru, dan mengumpulkan informasi yang guru butuhkan.  Selain itu, perlu diingat juga bahwa guru tidak mengetahui sebagus mana timing guru dalam menelpon; pastikan bahwa orang tua mau mendengarkan dan menerima saran serta bersedia sebelum guru memulai pembicaraan. Jika tidak, tanyakanlah waktu yang tepat untuk menelpon kembali.
Secara umum, terdapat beberapa alasan mengapa guru harus menelpon ke rumah:
a.       Untuk memberitahukan orang tua bahwa anak mereka melakukan suatu hal yang sangat berarti: “Anak laki-laki anda  telah sangat membantu saya hari ini.  Ketika anak-anak lain mulai ribut, Ia menyuruh mereka untuk diam.  Saya hanya ingin anda tahu bagaimana berbakatnya Ia menjadi seorang pemimpin.”
b.      Untuk memberitahukan orang tua mengenai pencapaian akademik: “Anak perempuan anda mendapatkan nilai 95% pada test yang dilaksanakan kemarin di kelas.  Hal itu merupakan yang terbaik yang dapat Ia lakukan hingga saat ini.”
c.       Untuk mencari informasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan guru: “Anak perempuan anda memberitahu saya bahwa Ia mempunyai permasalahan dalam berkonsentrasi dan dia telah menemui seorang spesialis mengenai hal tersebut. Bisakah guru memberi tahu saya apa yang terjadi dan saran apa yang guru punyai untuk membantunya?”
d.      Untuk mendapatkan dukungan dari orang tua ketika seorang siswa tidak patuh: “Meskipun anak guru mempunyai potensi yang bagus, sepertinya Ia tidak akan lulus kecuali Ia mulai mengerjakan tugas-tugasnya.”
e.       Untuk memberi peringatan kepada orang tua mengenai perubahan sikap dari yang telah kita temukan: “Saya memperhatikan bahwa si kembar terlihat sedikit capek minggu ini.  Saya ingin tahu apakah mereka sakit, atau telah terjadi sesuatu yang mengganggu pikiran mereka belakangan ini.” 

Karena jadwal kerja orang tua dan waktu keluarga di sore hari, banyak guru yang lebih memilih menelpon di pagi hari setelah anak-anak meninggalkan rumah dan sebelum sekolah dimulai agar dapat berhubungan dengan orang tua sebelum mereka pergi untuk bekerja.
Sebelum guru menelpon orang tua, carilah tempat sepi agar guru mendapatkan privasi dalam menelpon.  Kerahasian tidak perlu dikompromikan.  Pastikan guru mempunyai waktu yang cukup untuk berkomunikasi.  Jika guru merasa terburu-buru, tundalah telepon guru terlebih dahulu.  Persiapkan opini pembuka guru.  Buatlah list  dari poin-poin penting yang ingin guru cari tahu.  Guru akan menginginkan penjelasan dari  apa yang telah terjadi sebelumnya dan jenis target kesuksesan yang gagal dicapai, dan mengidentifikasi tujuan yang ingin dicapai di masa yang akan datang.  Mempunyai contoh identifikasi spesifik yang dapat digambarkan atau dijelaskan. Akan sangat membantu apabila guru mempunyai daftar kelas atau buku absen dan contoh-contoh pekerjaan yang berguna sebagai referensi jika dibutuhkan.
Saat melakukan penelponan ke rumah, pentinglah untuk memulai pembicaraan dengan memperkenalkan diri guru dan menyiapkan nada positif dalam pembicaraan. Bersikaplah sopan dan bersahabat. Bicaralah dalam pola yang objektif saat menjelaskan keadaan terakhir.  Berikanlah alasan mengapa guru menelpon. Tanyalah para orang tua untuk menyajikan informasi yang mungkin akan berguna dan berhubungan dengan situasi yang ada.  Ingatlah, guru sedang mencari dukungan dan bantuan dari para orang tua.
Dalam situasi yang rumit, guru mungkin akan mendapat reaksi yang emosional dan pembelaan diri. Pada posisi ini, kemampuan konseling akan sangat berguna untuk merefleksikan rasa marah yang ada dengar dan merangkum informasi yang tengah dibuat. Guru perlu memberikan waktu bagi para orang tua untuk mengekspresikan  pgurungan mereka. Jangan lupa untuk menyatakan kembali apa yang guru dengar dan merefleksikan perasaan guru yang sebenarnya. Mintalah bantuan dan dukungan dari orang tua untuk terus mendukung apa yang telah dan sedang dikerjakan untuk siswa atau untuk membantu siswa untuk membuat perubahan di masa yang akan datang.
Orang tua membutuhkan kesempatan yang cukup untuk mengajukan pertanyaan, meminta klarifikasi, dan mencari alternative lain sebagai solusi untuk suatu permasalahan. Mereka memberikan kuasa dalam proses membantu siwa dalam mencapai kesuksesan individu, social, dan akademik di sekolah. Berdiskusi dengan orang tua dapat menjadi scenario yang memungkinkan di masa yang akan datang. Koordinasikanlah hasil kerja guru dengan para orang tua untuk menciptakan rencana yang dapat dilaksanakan.
Agar panggilan telepon dapat membawa suatu kedekatan, pertama-tama rangkumlah poin-poin penting dari pembicaraan, dan kemudian cek lah pemahaman dengan para orang tua atau wali. Pada akhirnya, putuskan waktu untuk melakukan telepon selanjutnya di masa yang akan datang untuk menggali informasi lebih banyak lagi dan melakukan evaluasi.
Jika pembicaraan berkembang menjadi konfrontasi, tidak nyaman, dan atau tidak produktif, akan lebih baik jika komunikasi telepon tersebut diakhiri. Guru dapat menjelaskan dengan diplomasi bahwa waktu guru terbatas dan membuat rencana untuk pertemuan secara langsung (dengan atau tanpa kehadiran administrator atau konselor). Pastikan setelah telepon berakhir guru menulis rangkuman pendek dari apa yang telah didapatp, disetujui, dan kapan guru akan menggali lebih banyak informasi lagi.

KOMUNIKASI ELEKTRONIK    
Salah satu alternative atau tambahan, untuk pembicaraan telepon adalah untuk berkomunikasi dengan para orang tua melalui e-mail. Pesan elektronik sangatlah bagus untuk tanggapan atau reaksi yang cepat untuk sebuah pekerjaan yang telah diselesaikan dengan baik dan laporan perkembangan pendek.  Perhatikan pengejaan dan tguru baca  yang guru gunakan.  Ingatlah, juga, bahwa guru tidak selalu dapat memstikan bahwa bentuk komunikasi ini akan diterima dan dibaca secepatnya. Kerahasiaan juga dapat menjadi masalah, jadi sangat lebih baik untuk mengecek dengan orang tua sebelumnya sebelum mengirim pesan elektronik. Sangatlah bijaksana jika guru tetap mengingat bahwa guru menyajikan suatu rekaman tertulis atas pernyataan guru yang suatu hari dapat digunakan untuk kepentingan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
Halaman-halaman web dan situs-situs blog juga dapat sangat bermanfaat sebagai salah satu cara berkomunikasi dengan para orang tua, dengan tetap memberitahukan orang tua mengenai kegiatan yang sedang berlangsung di kelas guru. Kegiatan kelompok ataupun individual, dan newsletters, dapat disajikan dalam Web sehingga para orang tua dan teman-teman mungkin dapat mengakses informasi tersebut. 

Pertemuan Orang tua-Guru
Duduk di atas memo dan pengumuman di kotak surat sekolah guru bahasa Spanyol, yang merupakan bentuk permintaan pertemuan orangtua dari ibu Susie. Susie, seorang siswa kelas sembilan, adalah seorang gadis yang cukup pendiam. Meskipun ia adalah seorang pemandu sorak, ia tidak benar-benar membaur dengan siswa lain. Dia bisa digurulkan, selalu memiliki buku-buku dan pensil di kelas, dan menerima nilai rata-rata. Dengan suara lembut, Susie menjawab ketika dipanggil, berpartisipasi dalam kegiatan, dan tidak pernah berbicara keluar dari gilirannya. Setiap guru akan senang mendapatinya di kelas. Guru bahasa Spanyolnya hanya bisa bertanya-tanya pada tujuan dari konferensi ini.
Dia mulai menyusun  pertemuan selama periode persiapan nya. Pertama, dia menyiapkan salinan deskripsi mata pelajaranya, yang termasuk harapan kelas dan prosedur penilaian. Lalu, ia membuat daftar semua tugas, kuis, dan tes ia diberikan, bersama dengan nilai Susie. Selanjutnya, dia mengumpulkan contoh-contoh kerja Susie untuk menunjukkan ibunya, diikuti oleh kumpulan tugas-tugasnya. Akhirnya, guru melihat daftar dari orang tua yang telah masuk di rumah yang terbuka untuk melihat apakah ibu Susie telah hadir dan memeriksa kartu teleponnya untuk melihat apakah ia pernah berbicara dengannya sebelum dengan alasan apapun. Dia telah lama belajar untuk mempersiapkan hal-hal yang penting  yang sangat penting sebelum bertemu dengan beberapa orangtua.
Setelah sekolah, guru menata ulang perabotan di ruangan itu, menempatkan dua meja siswa bersama-sama sehingga mereka dapat berhadapan satu sama lain. Dia menyusun semua bahan dan kemudian duduk dengan cemas bertanya-tanya apa yang ada damal pikiran Mrs Tanner. Dia mengetahui dengan cukup cepat. Selama konferensi, ia mengetahui bahwa itu merupakan keputusan Susie untuk mengambil kelas bahasa Spanyol meskipun ibunya dan konselor memutuskan agar dia menunggu sampai kelas 10. Selain itu, Mrs Tanner mengungkapkan bahwa putrinya adalah seorang perenang yang kompetitif dengan tahap peringkat yang menjanjikan yang akan kehilangan beberapa hari sekolah sementara berpartisipasi dalam pertandingan. Dia khawatir tentang nilai-nilai Susie. Sang guru terus mendengarkan dan mendorong orangtua untuk bicara: Dia belajar bahwa Susie memang sangat pemalu dalam situasi tertentu, meskipun dia pemandu sorak. konferensi Mrs Tanner memberikan wawasan guru dengan tambahan dan latar belakang informasi tentang perilaku siswa nya. Dia mengembangkan apresiasi Susie, tujuan dan tekad untuk meraih tujuan-tujuan. Dia berada di posisi yang lebih baik untuk membantu Susie di masa depan. Pertemuan ini melibatkannya secara individu untuk memeriksa bahan praktek yang disajikan di kelas, tugas makeup jadwal, dan memastikan dia merasa nyaman di kelas sebelum melibatkanya dalam diskusi.
Sering kali, meskipun konferensi orang tua-guru menempatkan guru pada posisi harus mempertahankan diri. Pertanyaan seperti, "Apa yang orang tua inginkan dariku?" dan "Siapa yang orang tua pikirkan?" terlintas dalam pikiran. Kami menyiapkan daftar balasan, seperti, "Saya tidak memberikan terlalu banyak pekerjaan rumah," tes saya tidak terlalu keras, "dan" Saya tidak membebani anak Guru". Namun, biasanya, konferensi ini bermanfaat dan memotivasi. Orang tua ingin anak-anak mereka untuk melakukannya dengan baik. Mereka ingin guru membantu anak-anak mereka. Informasi yang mereka berikan, memberi Guru wawasan penting yang memungkinkan Guru untuk menyusun suatu rencana. Dalam contoh sebelumnya, guru  belajar tentang topik yang ia bisa gunakan untuk membuat Susie berpartisipasi dalam kelas. Selain itu, upaya tim dapat membantu memastikan bahwa seorang siswa tetap berada di jalan menuju sukses.
Dalam kedua contoh, manfaat dari konferensi orang tua-guru yang disorot:
1.      untuk mengumpulkan informasi berguna tentang minat dan kemampuan anak.
2.      untuk mengamati dinamika keluarga dalam tindakan dan petunjuk catatan yang mungkin dapat  menjelaskan perilaku anak
3.      untuk merekrut bantuan orang tua sebagai mitra dalam proses pendidikan
4.      untuk bekerja bersama dengan orang tua untuk mencapai tujuan yang disepakati bersama-atas

Memimpin Sebuah Konferensi yang Konstruktif
Dalam banyak hal, sebuah konferensi orang tua-guru adalah seperti bermain improvisasi: Ada script umum yang harus diikuti, tetapi dengan banyak ruang untuk tindakan spontan. Guru adalah direktur serta salah satu karakter utama. Orang tua dan anak dari seluruh pemain, meskipun mereka mungkin tidak jelas tentang peran mereka. Masing-masing dari guru mungkin melakukan latihan sebagai bagian dari antisipasi tentang apa yang mungkin orang lain katakana atau lakukan. Pemikiran yang hati-hati perlu diberikan kepada setiap orang agar kinerja berjalan lancar.

7.        Consulting effectively with other professional
Tak peduli betapa  pandai dan terampil Anda dalam proses konseling; tak peduli betapa menjadi nyaman dan mahir Anda dalam peran yang beragam yang anda mainkan; tak peduli betapa cakap Anda dalam berkomunikasi dengan yang lain , menilai permasalahan-permasalahan anak, memahami permasalahan-permasalahan pokok mereka, dan merancang strategi penolong jitu--- Anda masih membutuhkan pertolongan dari beberapa ahli dan spesialis lain pada pekerjaan Anda. Pada kenyataannya,  guru terbaik yang berguna pada peran konseling adalah siapa saja yang mampu mendeteksi secara akurat bahwa permasalahan itu ada dan tahu di mana dan pada siapa harus mengikuti petunjuk sang ahli.
Para Guru tidak hanya sebagai seorang konsultan untuk yang lain, seperti orang tua dan anak, tetapi mereka membutuhkan bantuan para ahli ketika mereka memerlukan pertolongan khusus. Anda akan meminta pertolongan dari luar untuk beberapa alasan:
a.       memperoleh keuntungan dari para ahli yang berada di luar keahlian Anda
b.      membantu Anda melihat pada solusi yang cerdas atau inovatif
c.        memperoleh lebih banyak pemisahan dan pandangan objektif pada apa yang sedang Anda alami
d.      Memperoleh pertolongan yang akan memikul tugas-tugas Anda karena Anda tidak punya waktu atau keinginan untuk menyelesaikannya
e.       Memberi Anda pelatihan pada area khusus kebutuhan
f.       Memberi Anda pandangan multikultural
Sesekali Anda berjalan ke dalam gedung sekolah, Anda akan sadar bahwa Anda tidak sendiri. Anda akan dikelilingi oleh orang yang sepertinya akan ke luar dari jalan mereka untuk menolong Anda--- guru Anda sendiri. Segera, Anda akan memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan orang yang mengajar pada level atau area yang sama dengan Anda. Di sebuah sekolah yang besar, kepala departemen akan bertindak sebagai  pendukung untuk Anda.

Berkonsultasi Dengan mentor
Beberapa sekolah akan mempertemukan anda dengan seorang pembimbing yang mungkin saja kepala departemen atau seorang kolega yang berpengalaman. Seorang pembimbing akan menuntun Anda melalui sejumlah rutinitas sekolah, prosedur, ritual, dan kertas-kertas yang harus diisi. Orang semacam ini bisa membantu Anda ketika Anda berhadapan dengan permasalahan-permasalahan siswa yang kelihatannya berada di luar keahlian Anda. Sebuah ide bagus berkonsultasi dengan kolega yang kamu percaya pada saat Anda merasa jenuh karena Anda akan sering ---tak terhindarkan---  ketika siswa menghampiri Anda dengan segala perhatian dan permasalahannya . 
Beberapa distrik memiliki program pengenalan resmi untuk para guru yang baru pada sekolah dan / atau beberapa tipe program guru awal yang mendukung penyaji bertemu dengan guru yang berpartisipasi pada sebuah basis regular pada sebuah seri aktivitas pembangunan professional. Hubungan pembimbing-anak didik itu akan menyokong Anda di waktu stress dan menyediakan seseorang untuk merayakan keberhasilan Anda. Pembimbing yang baik menyediakan dukungan emosi dan pemahaman pengalaman-pengalaman Anda.
Pembimbing bisa membantu Anda fokus dan berpikir pada sebuah cara kolaboratif. Pada kegiatan koseling, sesekali Anda mengidentifikasi atau memperhatikan sebuah masalah, dua di antara Anda akan menggali  topik yang muncul, menguji kemungkinan-kemungkinannya, dan mengidentifikasi satu untuk Anda coba. Kemudian Anda akan menuju pada apa yang terjadi dan menggambarkan hasilnya.
Terapkan di pikiran Anda bahwa pelatihan yang baru saja Anda terima berkaitan erat dengan kecakapan konseling untuk guru-guru, Anda akan tahu lebih banyak dibanding dengan yang lain tentang cara-cara efektif dalam membantu memecahkan permasalahan anak-anak.

Berkonsultasi Dengan Guru-Guru Yang Lain
Guru-guru yang lain juga tersedia untuk memberi bantuan. Mereka akan menolong Anda menempatkan kemelut dalam perspektif yang benar, menunjukkan kepada Anda trik-trik jitu, memberi tahu Anda tentang latar belakang para murid jika Anda memang menginginkannya, dan memaparkan tradisi-tradisi sekolah.
Ketika Anda membangun hubungan dengan anggota-anggota di sekolah, termasuk penjaga sekolah, penjaga perpustakaan, pemantau gedung, dan sekretaris, Anda akan menemukan orang-orang yang berpaling dari Anda dan orang-orang yang berpaling kepada Anda.

Berkonsultasi Dengan Pengajar Di Universitas Lokal
            Para pejabat pendidikan, instruktor dan pengawas sangat ingin menyediakan bantuan bagi para guru yang mengalami kesulitan atau yang secara sederhana mempunyai kemampuan dalam menangani masalah.  Universitas daerah akan melayani sebagai sebuah sumber bagi anda.  Anda bisa mengundang pengajar Perguruan Tinggi (dengan ijin dari pimpinan anda) untuk menunjukkan teknik pendidikan mutakhir di kelas anda dan/atau menemui mereka untuk mengkritisi gaya mengajar anda.  Mereka bersedia untuk menyelenggarakan seminar bagi anda dan staf anda dalam bidang pilihan tertentu, dan banyak yang akan senang untuk berkonsultasi dengan anda terhadap metode-metode, material, manajemen, perilaku dan perhatian lainnya yang mungkin anda punya.
            Universitas mungkin telah mendirikan kelompok-kelompok yang memenuhi dasar-dasar reguler.  Mereka sering mengadakan konferensi sepanjang hari dan menawarkan workshop bagi guru-guru setempat, kelompok-kelompok tersebut memberikan kesempatan pada nda untuk berkonsultasi dengan rekan sejawat anda, untuk mengembangkan keterampilan anda.
            Sekelompok guru di sebuah sekolah dasar telah berkonsultasi mengenai peringkat yang tinggi terhadap orang tua tunggal yang tinggal bersama anaknya.  Dikarenakan pare konselor di daerah-daerah di bayar dengan mahal, mereka berjumlah sedikit, jika ada, layanan-layanan ditawarkan untuk melihat apakah dia akan mendukung maksud mereka untuk mulai mendukung kelompok-kelompok bagi anak-anak yang mengalami masalah terkait dengan perpisahan orangtua mereka.  Bersama, mereka telah memutuskan untuk merekrut dampingan dari pengajar di Universitas, yang telah melatih mereka dalam hal keterampilan dan cara-cara pengembangan program tersebut.  Ketika kelompok-kelompok telah memulai , konselor pengajar pendidikan yang tetap berusaha untuk menyediakan pengawasan berkelanjutan.

Berkonsultasi Dengan Konselor
            Biasanya, guru BK mengkhususkan perhatiannya dalam menguji dan menilai untuk menempatkan anak-anak pada program khusus. Meskipun demikian, sebagai penambahan mereka dalam untuk penyiapan mereka dalam pelayanan, guru BK menawarkan banyak dukungan dan informasi dalam berbagai area, dan perbedaan setiap indivisu dalam cara belajar dan kelas yang penuh semangat untuk kebutuhan di berbagai segi dan strategi pengaturan tingkah laku yang efektif.
            Mereka tidak hanya menawarkan keahlian khusus dalam penyelesaian masalah dengan murid secara individu, tapi juga pelayanan untuk semua murid. Mereka menawarkan program dalam berbagai topik seperti bandingan kesulitan, tes kegelisahan, harga diri dan kesepian. Selain itu, mereka akan membantu Anda dalam mengidentifikasi murid yang bermasalah dan memberikan program untuk mereka.
            Ketika Anda mendapatkan masalah, Anda mungkin merasa bersedih dalam mengetahui Anda tidak sendiri. Di beberapa sekolah, hal pertama yang harus dilakukan adalah mencoba untuk menyelesaikan masalah di kelas. Jika tidak berhasil, selanjutnya Anda perlu menunjukan masalah tersebut di pihak sekolah yang mempunyai tim ahli. Kemudian, jika tetap bertahan, campur tangan komite mungkin akan membuat rujukan formal untuk guru BK. Di sekolah lainnya, guru BK tersedia untuk bekerja bersama dengan seorang guru secara langsung. Kedua situasi tersebut memberikan Anda untuk menilai keahlian khusus dari pelatihan professional khususnya untuk menilai kesulitan murid dan untuk menggunakan program untuk perbaikan.

Melihat Seorang Konselor Sebagai Konsultan Pribadi Anda
Sebuah ciri yang unik dari konseling sebagai sebuah profesi adalah bahwa seseorang tidak membutuhkan untuk memiliki sebuah ganguan emosional atau bahkan sebuah masalah untuk dicari bantuannya.  Apabila seorang profesional mental lainnya seperti psikolog, dan spesialis yang merawat ganguan mental yang cukup parah, para konselor adalah ahli-ahli yang menolong orang dengan masalah-masalah normal kehidupan.  termasuk kedalam hal ini,tetapi tidak terbatas pada, memiliki masalah-masalah penyesuaian diri, merubah kehidupan, membangkitkan karir seseorang, menemukan arti dalam kehidupan seseorang, membangun pemahaman diriyang lebih baik, memperbaiki hubungan-hubungan yang sulit, merencanakan masa depan, meminimalisasi stress, atau berkerjasma dengan maslah-masalah lainnya yang manusia hadapi sebagai pertahanan akan hidup.
Walaupun mengajar adalah pekerjaan yang mendapatkan upah, mengajar dapat pula membawa stress, tanggung jawab, dan komitmen-komitmen yang seolah-olah sangat berat bagi seseorang untuk dapat diharapkan bertanggung jawab untuk menanganinya.  Sebagai figur yang memiliki wewenang, anda akan menjadi target bagi beberapa anak yang berharap untuk keluar dari frustrasi dan kebencian.  Terkadang anda akan terperangkap dalam, perang  antara, staf administrasi, para orang tua, dan anak-anak, dengan tidak adanya tempat pelarian.  Lebih lanjut, the burnote rate dalam mengajar sangatlah tinggi hal-hal yang diharapkan untuk anda.
Memutuskan untuk mencari pelayanan-pelayanan dari seorang konselor (mungkin dirujuk oleh konselor di sekolah anda) sebagai konsultan pribadi anda dapat membantu anda dari aspek-aspek sebagai berikut:
a.       Seorang ahli sebagai seorang klien dapat menolong anda mengimprove keterampilan menolong anda.  Dengan melihat seorang profesional bekerja, dengan mencatat pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk anda, anda akan dapat mengadaptasi strategi-strategi pada situasi anda pribadi.
b.       Anda akan mendapatkan kenyamanan, sisitem pendukung kepercayaan diri yang akan memberikan anda peluang untuk bekerja dalam situasi yang stress dan concern tanpa harus beban keluarga anda dan teman-teman anda.
c.       Anda dapat memotivasi diri anda sendiri untuk tumbuh dan meneruskan belajar mengenai aspek-aspek mengenai funngsi-fungsi anda yang anda harapkan untuk ditingkatkan.
d.      Anda dapat bekerja dalam kesulitan-kesulitan tertentu yang muncul tiba-tiba dalam hidup anda.  Isu-isu yang mana guru-guru yang rawan untuk memasukkan sebuah ketakutan akan kegagalan, rasa ketidakpastian seperti apakah imbalan dari profesi adalah bernilai kekesalan, rasa kemandekan, dan konflik-konflik dengan rekan kerja dan staf administrasi.
e.       Anda dapat melawan dengan efek-efek deleterious dalam kehidupan kelas.  Dalam basis regular, anda akan setuju dengan anak-anak yang tidak ingin dikontrol oleh anda, beberapa akan membangkang kepada anda.  Ketakutan dan air mata mewarnai semua, hingga pada akhirnya, anda akan memulai merasakan efek-efek yang lebih serius, tentunya, anda telah membangun keterampilan meniru untuk menolong anda tetap berenergi.
                                       
Berkonsultasi dengan Kepala Sekolah
Penyelenggara juga dapat menjadi sebuah sumber inspirasi yang hebat, dorongan, dan pembimbing.  Mereka adalah penasehat di dalam perasaan terpercaya dimana seseorang di sebelah mu yang mana menjadi fungsi utama yang membuat pekerjaanmu lebih mudah.
Mungkin satu dari tantangan terbesarmu adalah untuk mengembangkan sebuah hubungan pekerjaan dengan penyelenggara yang mengevaluasi pekerjaanmu sehingga kamu akan merasa nyaman ketika situasi sulit datang pada mu.  Hubungan seperti diatas tidak dibangun hanya dengan sekejap, kepercayaan bertambah secara perlahan.  Tentu saja, kamu dapat membantu selama proses dari pada menunggu bantuan dari orang lain.  Undanglah kepala sekolah keruangan mu untuk melihat proyek yang telah murid kreasikan atau sebuah papan bulletin yang di temple sebagai bantuan mengajar.  Undanglah ia untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelas.  Strategi ini menawarkan kesempatan pada kepala sekolah untuk terlibat dalam wilayahmu, dan ini juga mengijinkannya mengetahui apasaja yang terjadi dalam kelas mu.  Bicaralah pada kepala sekolah dengan baik, memberikan umpan balik, contohnya, dalam sebuah pertemuan yang berjalan lancar, atau di dalam kegiatan luar kelas, atau dalam sesi pengembangan staf kamu secara khusus menemukan arti.  Melaporkan dalam  perkembangan kinerja komite.  Mendekatinya dengan ide-ide atau saran untuk perubahan.
Staf sekolah merupakan orang yang ahli menyelesaikan persoalan.  Ijinkan mereka mengetahui ketika kamu membutuhkan asisten.  
Mereka sangat bersahabat dengan frustasi dalam mengajar, walaupun mereka mungkin membutuhkan untuk diingatkan dalam kesulitan yang spesifik yang kamu alami di lapangan.  Apakah sekolah mu menjadi tempat yang terbaik dimana kamu pernah bekerja atau lahan sendiri dari rintangan yang berpotensial dan membahayakan berdasarkan besarnya bagian dalam sebuah hubungan yang menempa mu dengan staf dan kepala departemen.  Apakah dalam bidang industry atau pendidikan, mengembangkan sebuah hubungan dengan pengawas yang akan secara berpotensial menjadi penasihat yang penuh perhatian merupakan hal utama untuk kepuasan pekerjaan dan kesuksesan dalam system.

Membuat Sebuah Rujukan
Walaupun dalam kasus-kasus tersebut ketika kamu secara adil pasti bahwa sifat dari permasalahan diluar lingkup mu dimana kamu dapat menghandelnya, berikan tuntutan yang berat dalam waktu dan energimu, kamu akan masih menginginkan untuk mendapat pertolongan dari proses yang tidak tetap.  Walaupun ketika kamu mengetahui bahwa anak memerlukan pertolongan dan telah mengidentifikasi seseorang profesional yang handal yang dirujuk, masih terdapat ketidakpastian dimana apakah anak  (dan atau keluarganya) akan pernah muncul. Aksi dalam membuat referensi membutuhkan sebuah tindakan yang paling penting dari taktik dan kemampuan untuk meningkatkan kemungkinan bahwa pertolongan akan mengambil tempat.  Ini mungkin lebih jauh jika beberapa kondisi ditemui:
a.       Kamu telah mengembangkan hubungan yang baik dengan anak sehingga ia akan merasakan kekhawatiran, perhatian, dan komitmen mu.
b.      Kamu memahami ciri-ciri bagaimana konseling bekerja dan telah memulai proses didalam sebuah cara bahwa pertolongan  itu mungkin berkelanjutan.
c.       Kamu telah menolong seorang anak untuk kecenderungan berharap realistic dan bertujuan untuk apa yang konseling dapat dan tidak dapat dilakukan.
d.      Kamu telah mengaplikasikan beberapa kemampuan mendengar dan merespon dasar sehingga anak memiliki pengalaman yang baik dalam hubungan tipe konseling dan oleh karena itu lebih dapat direvisi untuk melanjutkan hubungan dengan seorang yang profesional.
e.       Kamu menjaga sebuah komitmen dari seorang anak untuk melakukan sesuatu tentang situasinya.
f.       Kamu membuat usaha yang konsisiten untuk mengikuti referensi  untuk meyakinkan mencari pertolongan sebagai janji.

Setiap langkah dapat diimplementasikan jika kamu mengerti cara kerja proses konseling. apakah kamu akan mengaplikasikan hal yang paling dasar dari kemampuan konseling didalam persiapan untuk referensi atau mengambil seseorang melengkapi proses oleh dirimu, kamu akan mengikuti prinsip yang sama terdapat sebelumnya.

Guru Bukanlah Konselor
            Walaupun dalam bab ini, dan melaui buku ini, kami telah menjelaskan pada anda mngenai situasi-situasi dimana anda akan menggunakan keahlian konseling.  Anda tidak mempunyai latar belakang pelatihan khusus (biasanya setara dengan dua sampai tiga tahun pendidikan penuh-dengan manjalani 60 kredit) untuk menjadi konselor.  Keterampilan yang telah kami sampaikan dan dasar pengetahuan yang kami perkenalkan hanyalah sebuah latar belakang mendasar untuk membantu anda mneyiapkan yang lebih baik untuk peran ganda yang akan dimiliki dalam profesi anda.
            Sayangnya, dikarenakan tujuan-tujuan terbaik anda adalah menunjukkan semua kebutuhan siswa anda-secara psikologis maupun akademis, anda tidak hanya akan.
Banyak alasan berkonsultasi pada konselor,salah satunya jelas terlihat pada testimonial dari seorang guru pemula yang program pendidikannya cukup baik yang masih menemukan kesulitan dalam mengatur pekerjaannya di tahun pertama ia mengajar.
8.        Counseling Yourself
Salah satu manfaat yang luar biasa dari mempelajari keterampilan konseling adalah ia berguna untuk anda sebagaimana ia juga berguna bagi yang orang lain. Hampir tak mungkin untuk mendengarkan perjuangan-perjuangan orang lain tanpa mengenali masalah-masalah yang sama yang anda hadapi. Begitu juga dengan perbuatan altruistik membantu orang lain mengatasi kesulitan-kesulitan, anda hampir tidak bisa membantu tetapi melakukan hal yang sama untuk diri anda.
Takkan mengejutkan bagi anda saat mendengar bahwa menjadi lebih peduli dan empatik dalam hubungan anda dengan para siswa juga merubah hubungan pribadi anda menjadi lebih baik. Para ahli terapi dan konselor profesional sering melaporkan bahwa selama mereka menantang kliennya untuk keluar dari pemikiran disfungsional dan perilaku-perilaku yang merusak diri sendiri, mereka jauh lebih mungkin untuk bersikap seperti itu dalam kehidupan mereka sendiri.
Sebagian besar dari keterampilan-keterampilan yang telah anda pelajari di buku ini mencakup bagaimana menjadi lebih berbelas kasih pada orang lain; hal ini juga berarti bagaimana agar menjadi lebih bisa memaafkan diri anda sendiri. Kebanyakan keterampilan itu mendorong anda untuk mendengar dan merespon siswa secara lebih efektif, sebuah strategi yang akan membantu anda dengan baik dalam meningkatkan semua hubungan anda. Anda telah belajar untuk lebih mengerti perilaku siswa, apa yang mereka sampaikan melalui aksinya itu; model analisis ini juga akan membantu anda dalam usaha menyelesaikan interaksi-interaksi yang membingungkan dan berlawanan di kehidupan pribadi anda. Pada akhirnya, ketika siswa merasa stres atau tak terkendali, maka anda telah mempelajari cara-cara menolong mereka mengembalikan rasa keseimbangan. Strategi-strategi ini juga bisa berlaku sama untuk anda, bila anda menerapkannya dalam basis umum dan mempraktekkan apa yang telah anda ajarkan pada orang lain.
Kita telah membahas kekuatan pemodelan di bab sebelumnya, yaitu bagaimana siswa belajar tidak hanya dari apa yang kita katakan tetapi juga yang kita lakukan. Ketika siswa mengamati kita berbuat mengatasi masalah-masalah dengan cara konstruktif, dan mereka memuji hasilnya, maka mereka bahkan akan merasa lebih termotivasi untuk mengikuti instruksi kita.  Saya (Jeffrey) ingat suatu waktu ketika saya sedang mengajari anak saya untuk melemparkan bola pada targetnya. Setiap kali saya gagal, saya akan berkomat-kamit tak rela pada diri saya sendiri, “sial!” Tak lama kemudian, saya memperhatikan bahwa anak saya pun melakukan hal yang sama. Anak laki-laki ini, berusia sekitar 4 tahun, berkata “sial” pada dirinya setiap kali dia gagal mengenai targetnya. Perhatian saya langsung tertuju pada hal tersebut, dan saya mengubah apa yang saya katakan menjadi “sudahlah”, dengan keras, menunjukan sikap lebih mudah memberi maaf dan tenang. Dengan segera, dia menirunya juga. Pelajaran ini dibawa kerumah bahwa anak-anak memperhatikan dengan baik cara kita mengendalikan frustrasi, menghadapi kekecewaan, mengatasi konflik-konflik, dan menangani keadaan yang sulit. Mereka belajar dari melihat kita sebanyak yang mereka lakukan dari apapun yang mungkin menjadi bagian dari rencana belajar bermakna kita.

Siswa-siswalah yang mengubah anda
Seorang siswa mengeluh pada anda tentang perasaan kesepian dan kesalahpahaman, dan hal tersebut menimbulkan pikiran tentang kedangkalan dari beberapa hubungan pertemanan anda.

Seorang siswa datang kepada anda sambil menangis karena  ia diejek gara-gara kelebihan berat badan. Meskipun anda sendiri tidak mempunyai masalah dengan penampilan tubuh anda, hal tersebut akan tetap membuat anda berpikir untuk lebih menjaga penampilan.

Dua orang siswa sedang bekerja sama dalam sebuah kerja kelompok dan anda menyadari permasalahan mereka dalam mencoba untuk tampil sempurna. Hal ini mengingatkan anda tentang permasalahan anda yang belum selesai mengenai perfeksionisme dan selalu gagal.

Suatu hari di dalam kelas, anda menyadari ada seorang siswa yang tidak biasanya memisahkan diri dan malas. Anda menggambarkan diri anda pada usia tersebut dan langsung teringat akan saat-saat sulit dalam menjalani hidup.

Setiap contoh di atas menjadi sebuah kesempatan bagi anda untuk menjadi lebih bercermin terhadap hidup anda sendiri dan kemana anda diarahkan. Setiap obrolan yang anda lakukan dengan seorang anak tentang sesuatu yang mengganggunya memaksa anda untuk melihat ke dalam diri anda sendiri dengan pandangan yang berbeda. Setiap perbuatan yang membantu menimbulkan efek timbal balik yang mana dalam hal tersebut anda dapat berubah seperti siswa.
Hubungan antara guru dan siswa merupakan sebuah kolaborasi yang menarik. Meskipun kita adalah orang-orang yang dilatih dan dibayar sebagai ahli, bukan hal yang tidak biasa ketika kita dapat belajar banyak dari para siswa seperti mereka belajar dari kita. Dalam sebuah penelitian tentang proses perubahan timbal balik ini, saya mewawancarai para ahli terapi paling ternama di dunia, meminta mereka untuk memikirkan kembali karir mereka yang luar biasa dan memilih satu klien yang paling mempengaruhi mereka sebagai sebagai seorang profesional dan juga orang biasa. Dengan kata lain, berpikir tentang semua orang yang telah anda bantu sepanjang hidup dan karir anda. Siapa siswa (atau orang) yang paling menonjol yang paling banyak memberikan anda pelajaran? Kita tidak hanya mengacu pada apa yang mereka ajarkan pada anda tentang menjadi seorang guru yang lebih baik, namun juga menjadi seseorang yang lebih efektif.
Berdasarkan wawancara ini dan penelitian lain tentang perubahan timbal balik dalam hubungan yang membantu, ada beberapa hal pokok yang dapat dijelaskan:
a.       Pendidik yang baik melihat siswanya sebagai seorang guru. Mereka terbuka terhadap apa yang dapat diajarkan orang lain pada mereka. Mereka memperbaiki metode mereka berdasarkan pengamatan yang seksama akan apa yang disampaikan oleh orang lain (secara verbal maupun dengan tingkah laku mereka) tentang segala hal yang berjalan dengan baik dan apa saja yang tidak. Mereka juga belajar banyak tentang dunia, tentang perbedaan budaya dan pengalaman, dan tentang diri mereka sendiri, dengan berhak untuk mengenali orang lain.
b.      Apa yang tetap memberi kekuatan pada guru dan tetap membuatnya berkembang adalah kerendahan hati yang menyertai sebuah pikiran yang terbuka. Para siswa adalah ahli dalam pengalaman mereka sendiri. Mereka akan sangat menghargai jika diperlakukan dengan rasa hormat, kepekaan, dan rendah hati. Mereka juga akan tersanjung dengan pemikiran bahwa kita ingin juga belajar dari mereka.
c.       Para siswa yang kita ingat dengan jelas bukan hanya mereka yang memberi kita masalah, namun juga mereka yang membiarkan kita mendekat kepada mereka. Hubungan yang baik adalah apa yang mendukung mereka, begitupun juga kita.



Self- Talk (Berbicara kepada Diri Sendiri)
   Sebagaimana kita mengajari siswa untuk berbicara kepada dirinya sendiri dengan cara yang berbeda tentang kekecewaan, keputusasaan, dan tentang konflik, kita dapat melakukannya dari sudut pandang yang sama menurut pemikiran kita sendiri kapanpun kita menghadapi keadaan yang sulit. Di antara semua teknik untuk membantu orang lain yang  diperkenalkan dalam buku ini, tidak ada satupun yang lebih mudah dan berguna yang dapat diterapkan untuk mengkonseling diri kita sendiri.
            Pada setiap pernyataan yang internal di bawah ini, yang diambil dari pemikiran guru, bayangkan bagaimana pikiran yang irrasional atau menyimpang dapat diganti untuk mewakili respon yang lebih terukur dan realistik. Bandingkan dua pilihan pemikiran alternatif untuk stimulus yang sama dan identik.

          Melebih-lebihkan
Hal seperti ini selalu terjadi kepadaku. Aku tidak pernah mendapatkan apa yang saya inginkan” dengan “Mengecewakan, saya tidak bisa mendapatkan apa yang saya inginkan sekarang”
Sangat mengerikan, saya mendapatkan kelas besar yang tidak terkendali” dengan “Hal ini sangat menantang, bahkan menjengkelkan, saya mendapatkan sebuah kelas yang lebih besar dari yang saya sukai”.

            Perhatikan perbedaan pada pernyataan yang kedua, bagaimana guru menunjukkan rasa kekecewaan ini secara perspektif. Lebih jelasnya, sangat berlebihan saat anda berpikir bahwa anda tidak pernah mendapatkan apa yang anda inginkan atau hal ini adalah hal terburuk yang pernah terjadi. Respon emosional dan respon negatif yang ekstrem terjadi dari pemikiran yang menyimpang ini.

          Tuntutan Mutlak
Ini tidak adil, kepala sekolah memberikan saya jadwal yang buruk. Dia seharusnya tidak melakukannya” dengan “Sangat disesalkan, saya mendapatkan jadwal yang tidak ideal. Terkadang saya tidak percaya kepala sekolah melakukan dengan cara yang saya sukai”.
Siswa tidak bekerja keras seperti biasanya. Saya berpikir orangtuanya tidak peduli lagi” dengan “Siswa dan sepertinya berperilaku berbeda di dalam beberapa hal yang tidak seperti biasanya. Mungkin ini adalah fungsi dari pandanganku sama halnya dengan prilaku mereka”.

            Hal ini adalah sebuah cara untuk kekecewaan dan keputusasaan untuk membuat tuntutan bagi orang lain agar berperilaku sesuai harapan dan nilai-nilai anda saat mereka sebaliknya berperilaku berdasar pada aturan yang berbeda atau dalam konteks budaya yang lain. Anda memang harus mempunyai kecenderungan pilihan yang kuat tentang bagaimana seharusnya orang lain berprilaku (biasanya dengan seperti yang akan anda lakukan), tetapi ini adalah hal lain untuk dituntut: dunia harus memenuhi atau menuruti keinginan anda. Sepertinya anda tidak hanya akan dikecewakan berkali-kali tetapi juga anda akan menghadapi banyak perlawanan.

Terlalu Menyamaratakan
“Karena kelas ini memberi  saya saat yang sulit hari ini, mereka pasti akan memburuk di sepanjang semester ini” versus  “Walaupun ini akan menjadi kelompok yang menantang berdasarkan apa yang saya amati hari ini, tapi hal-hal yang buruk akan berubah seiring kami mengenal satu sama lain.”
Mungkin saya tidak ahli untuk menjadi guru karena cara saya yang buruk  untuk menangani sesuatu” versus  “Terkadang saya tidak menangani sesuatu sesempurna yang saya bisa, tetapi itu tidak mencerminkan kompetensi dasar saya”

Contoh-contoh di atas menggambarkan perbedaan bahasa yang berdasar dari luar, dalam artian bahwa bahasa itu berfokus pada self-talk (berbicara pada diri sendiri) yang menyalahkan keadaan yang di luar kendali anda, dan itu berlawanan dengan pikiran internal  yang menunjukkan tanggung jawab atas pikiran dan perasaan anda. Salah satu hal yang anda pelajari saat bekerja dengan anak-anak adalah untuk tidak hanya menegur apa yang mereka lakukan di luar, tetapi juga bagaimana berpikir di dalam tentang apa yang terjadi pada mereka. Secara tidak langsung ini menyatakan bahwa reaksi emosional adalah pilihan yang berdasarkan interpretasi tertentu.
Ada beberapa cara bagi anda agar bisa mengingatkan diri anda sendiri (dan orang lain) untuk menggunakan bahasa internal yang lebih konstruktif, khususnya saat anda merasa tidak bahagia/cemas:
·         Hindari penggunaan kata seharusnya atau harusnya, yang akan membuat tuntutan yang absolut ke seluruh  dunia dan orang lain berdasarkan pilihan anda.
·         Berhentilah membayangkan skenario tentang kemungkinan terburuk, tetapi sebaliknya pikirkanlah hasil yang positif.
·         Carilah pengecualian saat anda mengalami masalah daripada hanya terpaku pada saat masalah terjadi.
·         Hiduplah di masa sekarang daripada hanya diam di masa lalu.
·         Bertanyalah pada diri anda sendiri, “Di mana ada petunjuk?”
·         Berharaplah secara realistis untuk meminimalkan kekecewaan.
·         Perhatikanlah apa yang Anda katakan.
·         Susun kembali masalah-masalah untuk membuat masalah-masalah itu lebih terkendali.
·         Berhentilah merengek dan mengeluh atas sesuatu yang tidak dapat Anda kendalikan.
·         Peliharalah rasa humor Anda dan berhenti menjadi orang yang terlalu serius.
·         Perhatikanlah kecenderungan Anda untuk terlalu menyamaratakan segala hal. 

Bahasa Eksternal
Bahasa internal
“Siswa itu membuatku sangat marah”

“Aku membuat diriku marah secara berlebihan dengan apa yang dia lakukan”
“Ini bukan kesalahanku, aku tak bisa menghentikannya”

“Aku telah  memilih berlaku seperti ini”
“Observasi  kelas membuatku sangat gugup”

“ Aku membuat diriku sendiri gugup dalam observasi kelas”
“Orang itu benar-benar membuatku jengkel”
“Aku membiarkan orang itu membuatku jengkel”

Membuat Thought Journal (Jurnal Pikiran)
Teori di balik self-talk  atau berbicara pada diri sendiri (dan terapi kognitif yang telah anda pelajari di bab 5) adalah bahwasanya sebagian besar dari reaksi emosional yang negatif bukan disebabkan oleh kejadian-kejadian eksternal namun lebih karena interpretasi anda terhadapnya. Anda dapat memilih bagaimana bereaksi terhadap hampir semua situasi yang anda hadapi, bagaimanapun menantang atau menekannya situasi tersebut, berdasarkan cara-cara untuk memikirkannya yang telah anda putuskan. Untuk membantu siswa belajar melakukan hal yang sama, anda sendiri harus terampil dan berpengalaman dengan proses ini.
Salah satu cara untuk mengajari diri anda agar menjadi lebih waspada dan proaktif dalam berpikir adalah dengan membuat thought journal (jurnal pikiran), sebuah “gudang” tempat anda memonitor situasi-situasi yang menimbulkan paling banyak kesusahan dan kemudian menguraikan bagaimana anda berpikir secara khusus dalam keadaan sulit semacam itu. Jurnal ini harus berupa buku catatan atau jurnal yang cukup kecil sehingga dapat dibawa kapan saja, dan selalu mencatat situasi-situasi saat anda merasa paling berada di luar kendali.
Sebagaimana yang diilustrasikan dalam contoh thought journal di bawah ini, guru pemula ini benar-benar melebih-lebihkan dan terlalu menyamaratakan situasi -situasi yang dihadapinya, dan membesar-besarkan lebih dari proporsi aslinya. Tentu sangat mengecewakan jika kita menerima sebuah evaluasi yang kurang dari standar dan tentu saja patut mendapatkan perenungan (dan mungkin perubahan dalam metode), tetapi apa yang menjadikannya sebagai sebuah krisis dalam hidup orang ini adalah cara yang dipilihnya untuk merespon. Dengan menuliskan pikiran dan perasaannya, seperti menyortir pangkal pikiran dan perasaan tersebut, dia dapat memilih sebuah cara alternatif untuk memberikan reaksi yang lebih realistis dan terukur, dan cara itu mungkin saja malah mengarahkan pada perbuatan yang sifatnya kostruktif – seperti lebih sering berbincang dengan kepala sekolah tentang masalahnya. Hal seperti ini lebih mungkin terjadi secara konstruktif jika ia dapat membawa dirinya dalam keadaan tenang, pikiran terbuka, dan bersedia untuk menerima umpan balik daripada memperlihatkan sikap bertahan yang menjengkelkan.

Situasi
Perasaan
Pikiran yang Otomatis Muncul
Konteks dan setting
Deskripsi satu kata
Apa yang anda pikirkan sesaat sebelum dan selama pengalaman yang tidak menyenangkan?
Saya menerima evaluasi tentang cara mengajar saya yang isinya hanya memuaskan, padahal saya tahu saya melakukannya jauh lebih baik daripada itu. Ini adalah babak penting dalam evaluasi masa jabatan saya di sekolah. Saya tidak pernah mendapat evaluasi yang lebih rendah dari excellent sebelumnya, jadi saya berpikir kalau kepala sekolah mungkin tidak menyukai saya. Ini benar-benar dipertaruhkan bagi saya karena saya sungguh membutuhkan pekerjaan ini, lagipula saya suka bekerja di sekolah ini. Saya tidak ingin terpaksa mencari pekerjaan lain.
Tertekan (depresi)
Saya berada dalam masalah besar sekarang tanpa ada harapan saya dapat mengatasinya.
Malu
Mungkin sebaiknya saya berhenti sebelum dipecat, dan mungkin saya harus berpikir tentang pekerjaan lain.
Marah
Ini tidak adil, hal seperti ini terjadi pada saya. Mengapa harus saya?
Kecewa (frustasi)
Ini adalah hal paling buruk yang pernah terjadi, dan saat ini saya butuh dukungan.
Gelisah
Kecil hati
Kepala sekolah seharusnya telah memberi saya lebih banyak petunjuk dan membantu dalam masalah ini. Bagaimana saya dapat membaca pikirannya tentang apa yang dia mau?
 
Persoalan tentang Self-Care (Perhatian Diri) bagi para guru
Menerapkan kemampuan konseling dalam kehidupan kita dan melibatkannya lebih jauh dibandingkan hanya berbicara pada diri sendiri itu lebih efektif, atau bahkan mengambil langkah untuk berpikir lebih konstruktif pada waktu anda paling berada di bawah tekanan. Kita telah mendiskusikan sebelumnya bagaimana siswa belajar banyak dari bagaimana anda bertindak, sebagaimana mereka juga belajar dari apa yang anda ajarkan pada mereka sebagai bagian dari pelajaran yang terencana. Mereka melihat bagaimana anda berbuat atau bertingkah laku. Mereka mengumpulkan kejadian-kejadian atau cerita lucu tentang kehidupan anda. Dalam beberapa hal, mereka bahkan mengikuti jejak langkah anda berdasarkan pada tingkah laku anda yang paling mereka kagumi.
Pikirkan kembali guru-guru yang sangat anda sukai dan hormati, terutama mereka yang berhubungan baik dengan anda. Mungkin ini terpisah dari apa saja yang pernah mereka ajarkan pada anda tentang kedisiplinannya, anda mengingat secara rinci, seluk beluk tentang kehidupan mereka –cara mereka berpakaian, perhatian khusus mereka, mungkin juga makanan mereka dan kebiasaan olahraga. Memperagakan kebiasaan gaya hidup sehat tentunya mempengaruhi siswa, tetapi bukan hanya ini saja alasan kita berbicara tentang cara untuk memulai strategi perhatian diri agar lebih baik.
Setelah mengetahui nilai tinggi pada usaha kerja keras guru, belum lagi untuk stres kronis yang merupakan bagian dari pekerjaan tersebut, ini sangat penting sekali bagi anda untuk mengembangkan cara merawat dan memelihara diri sendiri. Anda tidak akan ahli dalam menjaga orang lain, jika Anda tidak mampu melakukannya pada diri anda sendiri. Ada beberapa area yang bermanfaat untuk melakukan penilaian diri yang jujur dan jika teridentifikasi, untuk melakukan perubahan yang diperlukan. Persisnya, ini adalah hal yang sama saat anda mendorong siswa anda yang berjuang dengan pokok persoalan yang serupa.
Kesehatan fisik sangat penting bagi anda untuk berkerja secara efektif dalam pekerjaan dan kehidupan anda. Obesitas merupakan masalah kesehatan yang paling kritis di Amerika Utara saat ini, jadi sangat penting untuk mengawasi apa yang anda makan. Aspek lain untuk menjaga diri terutama tubuh Anda yaitu latihan secara teratur, yang dapat Anda lakukan hampir setiap hari untuk menjaga kebugaran diri Anda.
Mempertimbangkan masalah yang sering dihadapi atau dialami anak-anak dalam kehidupannya – penampilan tubuh atau fisik, hubungan pertemanan, konflik/masalah keluarga, kebiasaan buruk, obat-obatan dan alkohol, depresi dan kegelisahan – ini semua merupakan hal yang sama yang mungkin anda perjuangkan juga. Sulit bagi anda untuk menawarkan kenyamanan dan dukungan, mungkin juga bimbingan, untuk siswa jika anda sendiri tidak berhasil menghadapi pokok persoalan yang sama.
Ada batasan untuk apa yang dapat anda lakukan untuk membantu diri anda sendiri, sebagaimana mencoba membantu para siswa dalam masalah. Sama halnya ketika anda menyerahkan seseorang pada seorang ahli saat situasinya telah berada di luar pengalaman profesional anda, maka anda juga mungkin menyerahkan diri anda sendiri pada seorang konselor atau ahli terapi pada saat-saat dimana anda merasa di luar kendali.
Di banyak program pelatihan konselor, siswa dianjurkan, jika tidak diharapkan, untuk menghadiri sesi konseling sebagai peserta atau klien. Alasan untuk kebijakan ini, bahwa sulit untuk membantu seseorang jika Anda tidak memiliki pengalaman seperti di posisi klien. Kedua, seperti yang sudah ditekankan, konselor – atau profesional yang biasa bekerja dalam memecahkan masalah – memiliki kewajiban untuk bekerja pada diri sendiri dengan cara yang sama mereka juga membantu orang lain.
Pendahuluan yang jelas ini tentang kemampuan konseling untuk guru hanyalah permulaan dari pelatihan anda. Sebagaimana meningkatkan keahlian atau kecakapan anda sebagai guru adalah komitmen seumur hidup, maka demikian pula dengan belajar untuk menjadi seorang pendengar yang lebih responsif untuk siswa anda dan juga orang-orang yang anda paling sayangi. Akan ada kesempatan setiap harinya, bahkan hampir setiap jamnya, bagi anda untuk mempraktekkan apa yang telah anda pelajari.
































BAB II
ANALISIS

A.      Potret Layanan Bimbingan dan Konseling Saat Ini
Saat ini pelaksana layanan bimbingan dan konseling di sekolah masih banyak yang bukan berlatar belakang pendidikan yang sesuai. Hasil penelitian Furqon, dkk. (Taufik, 2003:19) tentang kinerja profesional guru pembimbing (konselor), 28 % dari seluruh kelompok yang dinilai secara independen menunjukan keefektifan yang rendah, kelompok ini ditenggarai sebagai konselor yang berlatar belakang pendidikan non-BK. Para pelaksana layanan BK di sekolah saat ini menurut data dari P4TK (Ahman, 2007:13) terdapat 33.000 Guru pembimbing, 36 % (12.000 orang ) diantaranya berlatar belakang Non- BK, dan baru sekitar 6 % (2000 orang ) Guru BK (Konselor) yang sudah mendapatkan penataran P4TK BK.
Jika ditelusuri, fakta di atas terkait dengan kebijkan pemerintah yang membatasi jumlah LPTK penyelenggara program S1 bimbingan dan konseling, yang berdampak pada kurangnya lulusan bimbingan dan konseling, hingga pada akhirnya memunculkan program yang disebut dengan crash-programm, yaitu program yang diperuntukan melatih guru-guru yang dispensable (guru yang dialih tugaskan) dalam bidang layanan bimbingan dan konseling. Guru-guru yang telah mengikuti pelatihan ini disebut dengan guru pembimbing dan diberikan kewenangan menjadi petugas bimbingan dan konseling (ABKIN, 200719).
Eksisistensi bimbingan dan konseling di Indonesia di mulai pada tahun 1960-1970 Bimbingan dan Penyuluhan pendidikan di masukkan ke dalam kegiatan sekolah untuk menunjang misi sekolah mencapai tujuan pendidikannya.
Dari data di atas sangat terbuka peluang bagi tenaga pendidik non-konselor untuk mengampu layanan ini, sekalipun secara aturan tidak sesuai. Akan tetapi kebutuhan akan tenaga pendidik yang memahami pendekatan psikologis harus direspon dengan tepat, dan dicarikan solusi yang paling tepat.

B.     Analisis SWOT Terhadap Isi Buku
Buku yang ditulis oleh Kottler & Kottler (2007) memberikan sebuah wacana dan wawasan mengenai keterampilan konseling yang diperuntukan bagi para guru. Buku ini ditulis bukan untuk memprovokasi atau menjadikan para guru menjadi seorang konselor di sekolah, melainkan untuk mempertegas peran konselor dalam praktek pendidikan. Hal ini dikarenakan dengan pengetahuan dan pemahaman guru yang tepat mengenai proses layanan konseling, diharapkan para guru dapat menjadi support system dalam pelaksanaan layanan konseling di sekolah.
Dari delapan bahasan yang termaktub di dalam buku ini, dengan jelas menunjukan eksistensi profesi konseling persekolahan. Materi awal membahas tentang pemetaan peran guru dalam konteks yang lebih luas, yaitu guru sebagai individu yang berperan aktif dalam membantu siswa berkembang, bukan hanya berfungsi sebagai pengajar.
Materi kedua mengantarkan pemahaman mengenai proses bantuan dalam konseling. Materi ini meliputi pengembangan sikap membantu yang tepat, tahapan konseling dan aplikasinya dalam kehidupan secara umum dalam konteks pembelajaran di sekolah.
Materi ketiga memaparkan cara mengidentifikasi permasalahan-permasalahan peserta didik. Dengan materi ini, guru diharapkan dapat mengidentifikasi gejala masalah yang ditunjukan oleh siswa, dan diharapkan guru dapat bertindak secara tepat.
Materi keempat membahas tentang keterampilan dasar konseling yang meliputi, attending, listening, emphaty, exploration skill, dan action skill. Materi kelima membahas aplikasi keterampilan konseling dalam setting kelompok atau kelas.
Materi keenam dan ketujuh, membahas bagaimana guru dapat menjalin hubungan dengan berbagai komponen yang dapat membantu proses pembelajaran, baik menjalin hubungan dengan professional maupun menjalin hubungan dengan orang tua, dan komponen lain yang terkait dengan lembaga sekolah.
Materi terakhir membahas bagaimana seorang guru sebelum melakukan proses bantuan, baik mengajar atau memberikan konsultasi kepada siswa, guru mampu melakukan proses evaluasi diri dengan cara self counseling.


Dari kedelapan materi ini dapat dipetakan analisis SWOT sebagai berikut :
STRENGTH
·         Konselor merupakan pendidik setara dengan guru, dan memiliki irisan wilayah garapan.
·         Profesi konselor merupakan profesi dengan layanan yang khas, sekalipun guru mempelajari konseling tidak serta merta dapat menjadi konselor.
·         Kemampuan konseling yang dilatihkan kepada para guru dapat membantu mempertegas peran dan fungsi konselor persekolahan.
OPPORTUNITY
·         Peluang yang paling besar adalah dengan adanya aturan yang mengaharuskan pendidik memiliki kompetensi minimal.
·         Beberapa LPTK telah mengintegrasikan materi bimbingan dan konseling ke dalam kurikulum S1 program kependidikan.

WEAKNESS
·         Banyak guru yang tidak mengetahui dan memahami peran konselor.
·         Terkait dengan wilayah garapan, saat ini masih terkesan terpisah antara pembelajaran dengan layananan pengembangan siswa.
·         Kejelasan peran dan fungsi konselor dalam praktek pendidikan.
TREATH
·         Tuntutan profesionalitas yang diharapkan oleh masyarakat pengguna layanan konseling.
·         Ancaman dari profesi sejenis yang memberikan tantangan kepada profesi konseling persekolahan untuk terus menata diri ke arah yang lebih baik.












BAB III
PENUTUP

A.       Simpulan
Dari pemabahasan isi buku dan analisi dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
1.            Guru memiliki peran yang banyak dalam proses pembelajaran siswa di sekolah, salah satu peran vital guru adalah sebagai helper, dalam arti guru yang lebih banyak berinteraksi dengan siswa harus mampu mengidentifikasi permasalahan siswa, dan mampu memberikan bantuan dengan tepat.
2.            Keterampilan konseling yang dipelajari oleh guru dapat membantu mengembangkan kemampuan interpersonal, dimana guru dapat mengembangkan hubungan dengan siapa saja dengan lebih efektif dan positif.
3.            Guru yang telah mempelajari keterampilan dasar konseling, tidak bisa disebut konselor, karena merujuk pada aturan, konselor merupakan gelar professional yang telah memenuhi syarat akademis dan professional.
4.            Keterampilan konseling yang dilatihkan dan diajarkan kepada para guru dapat membantu mempertegas peran konselor, karena di dalamnya dijelaskan juga bagaimana seorang guru menjalin hubungan dengan tenaga professional lainnya, termasuk konselor di dalamnya.











DAFTAR PUSTAKA

BUKU UTAMA
Kottler, Jefrey A. & Kottler, Ellen (2007). Counseling Skill For Teacher. California : Corwin Press

Referensi
ABKIN, 2007. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal. Bandung : Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia

________(2002). Kebijakan Pengembangan Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia Periode 2001-2005. Jurnal Bimbingan dan Konseling.4 (7)72-79.

DeVoss, Joyce A. (2004). Current and Future Perspectives on School Counseling. dalam Professional School Counseling : A Handbook of Theories, Program & Practices. Ed. Erford, Bradley T. Austin – Texas :  CAPS Press.

Firdaus, Uus. 2006. Eksistensi BK. Tersedia di : www.pikiranrakyat.com 

McCully, C. Harold (1969). Challange For Change In Counselor Education (Miller, Lyle L. editor). Minneapolis : Burgess Publishing Company.

Moree, Cheryl .(2004).”Comprehensive Developmental School Counseling Program” dalam Professional School Counseling : A Handbook of Theories, Program & Practices. Ed. Erford, Bradley T. Austin – Texas :  CAPS Press.

NN. 2003. Baru 10 Persen Konselor yang bersertifikat.  Tersedia di : www.kompascybermedia.com

Suherman, Uman. 2003. Kompetensi Dan Aspek Etik Profesional Konselor Masa Depan. (Kumpulan Makalah Konvensi ABKIN XIII)

Surya, Mohamad. (2003). Peluang dan Tantangan Global Bagi Profesi Bimbingan dan Konseling : Implikasi Bagi Strategi Organisasi dan Standarisasi Bimbingan dan Konseling. Makalah pada Konvensi Nasional XIII Bimbingan dan Konseling, Bandung.

p1